
" baiklah aq menunggu mu dua hari lagi" nanti anak buah ku akan menjemput mu, dan ingaatt !!! jangan coba -coba bermain- main denganku " aq bisa jadi malaikat penyelamat mu, dan juga bisa jadi malaikat maut mu" ucap Adrian penuh nada ancaman
" baiklah " ta, tapi aq mohon jangan laporkan aq ke polisi" ucap Rendi sambil memohonππππ.
" tentu " jawabnya singkat sambil tersenyum.
" ayo pa Deni kita pulang " ucap Adrian sambil berlalu meninggalkan Rendi.
" aq tidak tau ternyata dia pria yang sungguh berbahaya" bathin Rendi menatap kepergian Adrian ,dan sekretarisnya.
π ketika tiba di Apartemen π
" tuan muda aq harap anda dapat mengontrol emosi anda" ucap Deni ketika Adrian akan turun dari mobil.
Adrian tersenyum penuh arti.
" aq hanya akan memberinya sedikit pelajaran pa Deni " dan pasti kau sudah mengerti maksud ku kan?? ucapnya tersenyum penuh arti.
" tentu tuan muda" aq sudah sangat mengerti maksud anda" jawabnya.
" baiklah kalau begitu aq masuk dulu" ucapnya sambil berlalu keluar dari mobil ,dan menuju apartemen Dara di lantai 8.
Ketika tiba di Apartemen,Adrian yang sudah mengetahui sandi apartemen Dara, langsung menuju lantai 2 kamar Dara,ia membuka pintu " ceklek" dan mendapati Dara sedang tertidur dengan sangat pulas.
" bagaimana aq bisa menghukummu " kalau tidurmu sangat pulas" ucapnya sambil berbaring di sebelah Dara.
Adrian menatap Dara yang sedang tertidur, begitu pulas , Adrian memeluk tubuh wanita cantik itu, dan membelai rambutnya.
" kau adalah wanita yang bodoh" banyak wanita diluar sana yang ingin menjadi milikku" bahkan mereka dengan rela menawarkan tubuh mereka padaku " tapi kenapa aq harus memilih mu " kita satu angkatan tapi aq sudah selesai kuliah ,bahkan sudah bekerja, tapi kau bersama kedua temanmu itu masih saja belum di wisuda" ucapnya tersenyum menatap Dara.
π Mentari di pagi hari menerobos kaca jendela kamar Dara , .kicauan burung yang merdu ,serta cahaya matahari yang sudah menampakan wajahnya , memaksa Dara terjaga dari mimpi indahnya.
Dara sedikit kaget mendapati Adrian tertidur disisinya, dengan sangat nyenyak.
" ternyata kamu sangat tampan " ucapnya tersenyum, mengagumi ketampanan seorang Adrian Mahesa
Adrian yang merasakan pergerakan Dara membuka matanya perlahan - lahan menatap wanita cantik itu, dan tersenyum
__ADS_1
" A, Adrian " ucapnya dengan sedikit ketakutan mengingat kejadian semalam.
" kemarilah "
Dara mendekat ,dan tidur di lengan Adrian sebagai sandaran kepalanya, Adrian memeluk erat tubuh Dara.
" Daraa"""" panggilnya lembut
" i,iya" jawabnya
" bersabarlah sebentar lagi semuanya akan segera berakhir" ucapnya
Adrian langsung membalikkan badannya, menindih gadis cantik itu , mencium bibir Dara dengan lembut, dan mengisap nya.
" sayang" panggilnya
" meeemm" jawab Adrian
" apa maksudmu berbicara seperti tadi aq tidak mengerti ?tanyanya
" kau akan mengerti"" jawabnya sambil memeluk erat tubuh wanita cantik itu.
Tampak di perumahan mewah keluarga besar Mahesa, dan keluarga Kana tengah berbincang - bincang membahas pernikahan anak - anak mereka yang akan di laksanakan sebentar lagi.
Stella terus menunjukkan senyuman dibibirnya, keingginan nya untuk menjadi seorang istri pewaris tunggal Mahesa grup segera terlaksana.
" maaf pa Bobi " di mana Adrian " tanya Ridwan yang sedari tadi mencari keberadaan calon menantunya.
" tuuh orangnya baru saja datang" jawab Bobi menunjuk Adrian ,dengan di ikuti sekretaris pribadinya.
" Adrian " ucap Stella langsung menggandeng manja lengan Adrian
Tapi seketika Adrian langsung menghempaskan tangan Stella,yang membuat orang - orang yang berada di dalam ruangan itu sangat terkejut.
" jangan menyentuh ku" ucapnya sinis,dan menatap tajam Stella
" Adrian kenapa kau bersikap seperti itu" teriak Bobi pada putranya
__ADS_1
" maaf semua yang berada disini " aq ingin menyampaikan sesuatu pada kalian " kalau aq tidak bisa menikahi Stella" ucapnya dingin
" Adrian apa yang kau katakan " teriak Anita
" Adrian kenapa kau berbicara seperti itu, aq sangat mencintaimu" ucap Stella menangis
Seketika Adrian langsung tertawa , dengan ucapan Stella.
" pintar sekali kamu berakting" kamu bisa membohongi semua orang "tapi kamu tidak bisa membohongi ku" Rendy masuklahh" panggilnya
Seketika Stella sangat terkejut dengan kemunculan Rendy ,dan merasa gugup.
Bobi, dan Anita merasa bingung dengan kemunculan pria itu.
" katakan siapa dirimu" ucap Adrian memerintah
Rendy menarik nafas panjang ,sempat menatap Stella, sebelum ia berbicara.
" kenalkan semuanya aq Rendy kekasihnya Stella" aq menjalin hubungan sudah sangat lama dengan Stella ,sebelum ia bertunangan dengan Adrian ,dan sampai saat ini kami masih menjalin hubungan" ucapnya mantap
" Tante " om " dia berbohong" aq mohon jangan percaya padanya" ucap Stella pada kedua orang tua Adrian.
" dia tidak berbohong paa" maa " justru wanita ini yang berbohong" ucap Adrian menunjuk Stella
" aq tidak berbohong,maaf Stella aq harus menunjukkan video kebersamaan kita" karena aq juga kecewa kau tidak mengakui ku " sebagai kekasih mu" ucapnya menatap Stella dengan pandangan Kecewa.
Ketika Rendi menunjukkan video keintiman Ia ,dan Stella,betapa sangat terkejutnya keluarga Mahesa, dan kedua orang tuanya.
Ridwan secara reflek langsung menampar pipi putrinya.
" plaakkk" seketika orang - orang yang diruangan itu sangat terkejut.
" paaa" apa yang kau lakukan" teriak Bella
" kamu keterlaluan Stella" teriak Ridwan
Bobi,dan istrinya nampak sangat kecewa.
" maaf tuan Ridwan ,dan nyonya Bella" kami tidak bisa melanjutkan perjodohan ini" ayo Adrian kita pulang" ucap Bobi dengan nada dingin dan berlalu keluar dari kediaman keluarga Kana.
__ADS_1