
Disebuah taman yang terletak ditengah kota, tampak seorang gadis cantik yang tak lain, adalah Dara.
Hari ini Dara datang, khusus untuk menemui Arman, dan mereka janjian, akan ketemuan ditaman.
Dari kejauhan tampak sosok Arman, yang baru saja datang. Senyuman membingakai diwajahnya, saat mendapati keberadaan Dara.
"Dara.." Sapanya.
"Arman?!" Jawabnya, tersenyum.
"Maaf yaa? aku terlambat, soalnya jalanan macet."
"ngak apa-apa, kok?'Jawabnya, tersenyum.
"Kamu cantik banget, Dara?!" Ucapnya, dengan menyentuh pipi gadis itu.
"Ngak kok?! biasa aja," Jawab Dara merendah, seraya tersenyum.
"Tapi kamu itu memang cantik banget Dara?! Jadi tidak heran, kalau aku suka sama kamu."
"Kamu itu, kebanyakan gombalnya Arman?!" Ucapnya, seraya mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Dara terus menatap Arman, dan dalam dirinya timbul kekaguman pada lelaki tampan itu.
"(Ternyata Arman adalah pria yang baik, bertemu dengannya membuatku melupakan masalah, dan kesedihan yang aku hadapi.)" Bathin Dara, dengan terus menatap Arman, yang tengah berbicara padanya.
Dara terlihat begitu bahagia, setidaknya bertemu dengan Arman hari ini, bisa membuatnya melupakan kesedihan, walaupun itu hanya sesaat. Larut dalam suasana bahagia, hingga mereka tidak menyadari ada sosok tampan yang tengah menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan, siapa lagi kalau bukan Adrian Mahesa.
"Dara kamu harus dikasih pelajaran?! berani sekali kamu menmu laki-laki lain, dibelakanhku." Terlihat jelas kemarahan yang teramat sangat diwajah, tampannya.
"Raa? Kamu disini dulu, aku mau keminimarket sebentar. Gak akan lama kok!"
"Kamu pergi saja, aku bakalan tunggu." Dengan senyuman kecil, menatap laki-laki tampan itu.
Berjalan dengan sedikit cepat, menghampiri Dara yang tengah duduk seorang diri. Menggenggam dengan kasar tangan Dara, yang membuat Dara begitu terkejut, karena sama sekali tidak menyadari kedatangan kekasih gelapnya itu
"Adrian..?"
"Adrian, aku mohon lepaskan tanganku, ini sakit?!" Pintanya, tapi tidak diperdulikan oleh lelaki tampan itu.
Terus menarik tangan Dara, tanpa memperdulikan rintiahan gadis itu. Dan saat tiba dimobil mewahnya yang terpakir dipinggir jalan, Adrian langsung mendorong tubuh Dara dengan sangat kasar. Menghidupkan mesin mobilnya, dan melajukan dengan kecepatan tinggi.
Raut wajahnya seketika berubah gugup, dan pucat. Dan tak bisa dibayangkan lagi, bagaimana perasaannya saat ini.
"Adrian, aku mohon? tolong pelankan sedikit, aku takut."
__ADS_1
Bukan memelankan lajuan mobilnya, Adrian justru membentak gadis itu. Yang membuat Dara, seketika diam. Melewati sebuah pantai, dan memutuskan untuk berhenti.
Menghembuskan napas kasar, dengan kemarahan yang masih terlihat jelas diwajah tampannya.
"Katakan padaku, ada hubungan apa kamu dengan Arman?!" Tatapan yang begitu menghunus, yang membuat nyalinya semakin menciut.
"Ka..kami gak, punya hubungan apa-apa Adrian, kami hanya berteman, tidak lebih dari itu. Dan kami bertemu, hanya untuk membahas urusan kampus.
Tawa keras seketika keluar dari bibirnya, saat mendapati jawaban dari kekasihnya itu.
"Dan kamu pikir aku bodoh, apa?! buktinya kamu berdandan sangat cantik, agar bisa bertemu dengan pria itu."
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan sayang, aku sedang belajar berdandan, dan aku belajar lewat channel youtube. Dan aku sengaja berdandan, hanya untuk untuk terlihat cantik, agar nanti pesta pertunanganmu dengan Non Stella, aku tidak perlu kesalon lagi, kan hanya buang-buang uang saja.' Jawabnya, meyakinkan Adrian.
Hanya menyunggingkan senyuman disudut bibirnya, saat mendapati jawaban kekasihnya itu. " Ohh.., jadi itu alasannya."
"Iya, sayang?" Jawabnya, gugup.
"Tapi sepertinya, kamu harus tetap dikasih hukuman, karena sudah menemui pria lain dibelakangku." Dengan langsung mencium dengan rakus bibir gadis itu, dan tangannya sudah menelusup masuk menyantuh area sensitif Dara, yang membuat Dara mendesah kenikmatan.
Menyunggingkan senyuman disudut bibibrnya, dan dia tahu gadis itu sudah mulai masuk dalam permainannya.
"Kenapa, kamu mau lagi?"
__ADS_1
Dengan napas yang terengah-engah, dia menjawab pertanyaan lelaki tampan itu.
"Gak mau lagi Adrian, gak mau." Dengan menggelengkan, kepalanya.