Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
EP.48. Kejenuhan Adrian


__ADS_3

Adrian masih sibuk dengan berkas - berkas, dan membahas masalah pekerjaan bersama pa Deni,hingga sama sekali tidak menyadari kedatangan Stella tunangannya.


" hallo sayang " sapa Stella yang baru saja memasuki ruang CEO.


Seperti biasa Adrian hanya bersikap dingin terhadap wanita itu, tanpa memperdulikan keberadaannya.


" ada keperluan apa kau kemari?? tanya Adrian berkesann cuek.


" memang salah kalau aq datang menemui tunanganku" jawabnya sambil duduk di kursi ruangan CEO tersebut.


" tuan muda"" maaf saya kembali ke ruangan dulu" pamit pa Deni, sambil berlalu keluar dari ruangan itu.


" maaf Stella aq sedang sibuk " aq masih banyak pekerjaan jadi tidak bisa di ganggu" ucap Adrian


" Adrian aq ingin bertanya padamu?


" soal apa" jawabnya dengan tetap melihat berkas - berkas tanpa sedikitpun menatap Stella


" aq ingin kita segera menikah" ucap Stella


" menikah " jawab Adrian yang tiba - tiba menghentikan pekerjaannya.


" ia menikah " kamu kan tau kita bertunangan sudah cukup lama" sekarang kamu sudah bekerja , terus apa lagi alasan yang akan kau berikan" tanya nya.

__ADS_1


" maaf Stella tapi aq tidak bisa menikahi mu" jawabnya santai


" Deeeggg""


Betapa sangat terkejutnya Stella, mendengar ucapan Adrian saat ini.


" apa alasannya Adriann" tanya nya dengan nada tinggi.


" alasannya sangat klise" karena aq tidak mencintaimu" lagi pula bukankah kamu punya kekasih ?? tanya Adrian


Deeeggg


Terkejutnya Stella dengan ucapan Adrian.


" aq memang pernah menjalin hubungan dengan lelaki lain bernama Rendi" tapi hubungan kami sudah berakhir sangat lama" karena dia menghianatiku" bohong Stella


" wanita ini memang pandai sekali bersilat lidah dia pikir ,aq bodoh apaa" secepatnya aq harus segera bertemu Rendi ,sebelum pernikahan kami" bathin Adrian


Terdengar suara telpon, di atas meja kerja Adrian.


📲 percakapan📱


Pa Deni :" hallo tuan muda

__ADS_1


Adrian:" ada apa pa Deni


Pa Deni:" sekarang sudah jam 11 siang" kita ada janjian makan siang dengan klien dari Jakarta di Restorant A , saya harap tuan muda tidak lupa


Adrian :" baiklah kalau begitu saya kesana sekarng , sambil menutup telponnya.


"maaf Stella" aq harus menemui klien sekarang" ucapnya


":tapi Adrian aq masih ingin bersama mu" jawabnya dengan manjanya.


" ya sudah terserah kamu ,kalau masih mau disini" sambil berlalu pergi begitu saja.


" Adriann" Adriannnn" panggil Stella dengan nada teriak


" dasar laki brengsek" selalu saja mengacuhkan aq" bathin Stella sambil menghentakkan kakinya ke lantai.


Ketika berada dalam mobil Adrian tampak menunjukka wajahnya yang tidak bersemangat, sambil menghela nafas panjang ,dan menatap keluar jendela kaca mobilnya


" Tuan muda sakit?? tanya pa Deni ,sambil menyetir mobil menuju restorant


" aq hanya sudah mulai muak dengan wanita itu" pintar sekali dia berakting" dia jelas - jelas masih menjalin hubungan dengan kekasih nya itu" tapi di saat aq bertanya dia masih saja menyangkal,dan aq sudah sering bilang tidak mencintainya, dan tidak bisa menikahinya tapi dia masih saja terus memaksa" ucapnya dengan sedikit ketus


" sepertinya tuan muda harus segera bertemu dengan Rendy" agar pernikahan ini tidak pernah terjadi" ucap Deni

__ADS_1


" secepatnya kau tolong atur pertemuanku dengan Rendy" aq akan membayar dia berapun" asalkan dia mau mengakui hubungannya dengan Stella" di depan kedua keluarga besar kami" karena aq sudah lelah ucap Adrian yang sudah mulai cape dengan tingkah Stella


__ADS_2