Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.20 Kedatangan keluarga Bobi Mahesa


__ADS_3

Adrian, dan Dara berciuman dengan sangat intim, hingga mengabaikan status mereka yang tidak memiliki hubungan apapun.


Seolah perasaan mereka, yang mereka pendam masing-masing disalurkan lewat ciuman itu.Terus berciuman, bahkan mereka begitu menikmatinya, hingga tidak ada jarak yang memisahkan mereka.


Seketika Dara langsung tersadar, dan melepaskan pagutan mereka. Dan dia begitu malu, karena telah ciuman panas dengan Adrian.


"Ma.., maaf, aku kekamar mandi dulu." Pamit Dara, yang berbohong dengan raut wajah yang begitu memerah, dan berlalu begitu saja.


Adrian mengusap kasar wajahnya, dan diapun tampak begitu menyesal dengan apa yang baru saja terjadi.


"Kenapa bisa terjadi seperti ini, kenapa juga aku tidak bisa mengontrrol diriku?!" Gumsmnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu frustasi.


********


Menutup pintu kamar mandi, dengan sedikit kasar.Menyandarkan pundaknya, pada dinding kamar mandi, sembari memegang jantungnya yang berpacu lebih cepat.


"Kenapa seperti ini?! kenapa pula aku berciuman dengannya, bahkan kami melupakan status kami yang tidak memiliki hubungan apapun." Gumamnya, dengan raut wajah yang begitu resah.


Menghembuskan nafas sejenak, berusaha untuk menenangkan diri, dari keresahan hatinya.


"Ayo.. Dara, kamu harus terlihat biasa saja. Jangan sampai Adrian tau kalau kamu mempunyai perasaan dengannya." Dengan menyemangati diri sendiri, dan memberanikan diri untuk kembali menemui Adrian.


"Adrian..." Panggil Dara, yang baru saja datang.


"Dara.."


"Ayo kita lanjutkan makannya!" Ajaknya, dengan berusaha mengabaikan apa yang baru saja terjadi, seolah itu bukan apa-apa untuknya.


"Iya Dara." Jawabnya, sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dibalik rasa malu yang ia rasakan.


Merekapun melanjutkan makan, dengan suasana yang berbeda dari sebelumnya, hanya terdengar suara piring, dan sendok saja.


**********

__ADS_1


Hari yang ditunggupun tiba. Dimana akan diadakan pertemuan keluarga, antara keluarga Mahesa, dan keluarga Kana, untuk membahas masalah perjodohan anak-anak mereka.



Adrian tampak gagah balutan kaos Dior, dan jas hitam yang dia kenakan.


"Ayo masuk" jangan sungkan-sungkan bukankah, sebentar lagi kita akan menjadi keluarga." Pinta Ridwan, sopan pada keluarga mahesa.


"Tentu." Jawab Bobi, dengan melangkahkan kaki masuk kedalam kediaman Kana, disusul oleh Ardrian, Anita, dan juga Deni sang sekretaris.


Kini mereka tengah berbincang-bincang diruang tengah.


"Dimana calon menantuku?!" Tanya Anita, yang mencari keberadaan Stella.


"Sebentar aku panggilin, Stella sedang berada dikamarnya." Jawab Bella, dengan berlalu kekamar anaknya.


******


Dikamar tampak Dara,dan Stella sedang berbincang- bincang tentang kegiatan mereka hari ini, dan masalah perjodohan.


"Cantik banget Non, pasti calon suami Non Stella, bakal langsung jatuh cinta, saat melihat Non penampilan Non, hari ini."



"Kamamu memang pintar memuji, Dara?"


"Tapi aku serius Non, Non Stella cantik banget hari ini."


Terdengar suara ketukan pintu, yang mengalihkan tatapan mereka kearah pintu


"Stella..." Panggil Bella, pada putrinya.


"Ia Maa, masuk..,gak dikunci."

__ADS_1


Membukan pintu, dan menyambangi anaknya.


"Stella, ayo kita turun. Keluarga calon suamimu, sudah datang."


"Iya Maa.." Jawab Stella, dengan bangun dari duduknya.


"Ayo Dara."


"Iya Non."


Ketiga wanita beda usia itu, segera turun kelantai bawa.Dan saat sudah berada dilantai bawa, Dara langsung memutuskan untuk kedapur.


"Nonya, Non Stella, aku kedapur dulu. Mau bantuin Bibi Ina, sama Bibi Ati nyiapin makan malam."


"Tapi ingat kamu jangan pulang dulu yaa, karena aku mau kenalin calon suamiku sama kamu."


"Iya Non, tenang saja. Aku belum pulang kok." Jawabnya, dengan berlalu kedapur.


* ketika di ruang keluarga*


"Waahh..., calon menantuku sudah datang. Kamu ternyata cantik sekali?" Puji Bobi, pada calon menantunya.


"Makasih Omm.." Jawab Stella tersenyum.


"Adrian! kenalan dong sama calon istri kamu." Pinta Anita, pada putranya.


Tanpa menjawab jawaban ibunya, Adrian langsung bangun dari duduknya.


"Kenalin aku Adrian." Seru Adrian, dengan berusaha untuk tersenyum sembari mengulurkan tangannya.


"Aku Stella." Jawabnya, dengan membalas uluran tangan Adrian


Stella begitu mengagumi ketampanan seorang Adrian Mahesa.

__ADS_1


Dan dia tampak begitu bahagia, karena akan menikah dengan pria itu.


..."Adrian ternyata tampan sekali, sudah begitu kaya lagi. Oh Tuhan.., aku beruntung banget, akan menjadi pendampingnya." Bathin Stella, yang tampak begitu bahagia....


__ADS_2