Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.22 .menghindari.


__ADS_3

"Adrian menatap nanar kepergian Dara, hatinya terasa begitu sakit ,dengan panggilan Dara yang tiba-tiba berubah padanya, apalagi hari ini ia mengetahui kalau Stella wanita yang akan menjadi istrinya, adalah sahabat baik Dara.


"Apakah aku masih bisa dekat dengannya, setelah dia mengetagui ini semua, kenapa aku begitu tertarik padanya?! apakah aku sudah jatuhcinta padanya?" Bathinya, dengan kegelisahan teramat sangat.


"Adrian kamu baik- baik saja?" Tanya Stella, saat saat mendapati laki-laki tampan itu tampak melamun.


"iya" aku baik-baik saja. Ayo kita kembali kedalam." Ajak Adrian, yang berlalu kedalam bersama Adrian.


Saat sedang berjalan kedalam rumah, tiba-tiba saja phonsel milik Stella, berdering.Saat menatap layar phonselnya, dia begitu terkejut saat mendapati nama Rendi disana. Dan diapun memutuskan untuk mematikannya.


Dan terdengar lagi, dan diapun memutuskan untuk mengabaikan.


"Angkat saja dulu, siapa tau penting." Pinta Adrian, pada gadis cantik itu.


"I..iya aku angkat dulu teleponenya.Adrian kamu duluan saja kedalam." Pinta Stella, dengan raut wajah yang terlihat gugup.


"Ya sudah, kalau begitu aku pamit kedalam." Jawab Adrian, dengan berlalu kedalam rumah.


Dan Stellapun memutuskan untuk menerimanya.

__ADS_1


Stella: Sayang, ada apa kamu menelpo ku?!


Rendi: Kenapa dari tadi kamu tidak mengangkat telponeku Stella..! dan pesanku juga gak di balas. Dengan nada yang terdengar kesal.


Stella: Sayang kamu harus ngerti dong? hari ini keluarga calon suamiku datang. Dengan nada manja.


Rendi : Aku tidak perduli? keluar sekarang..!! aku menunggumu didepan, jangan buat aku memberitahukan pada calon suamimu, dan keluarganya, bahwa kita sering melakukan hubungan suami istri.


Menghembuskan nafas kasar, dan diapun memutuskan untuk mendatangi kekasihnya.


Stella: Baiklah, aku keluar sekarang. Dengan mematikan teleponenya.


Dikamar kecil, terlihat Dara sedang duduk meringkuk disudut diruangan sembari menangis.


"Apa yang terjadi pada diriku? kenapa aku sesakit ini, saat melihat Adrian bersama Stella, hatiku begitu sakit, apakah karena kesan baik saat pertemuan kami yang pertama, dan kebaikannya selama ini membuat aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya.( Dengan terus mengeluarkan airmata) Dan setelah merasa suasana hatinya sudah begitu tenang, diapun memutuskan untuk pulanh.


Aku harus segera pulang, kalau terus berada disini, hatiku akan bertambah sakit." Gumamnya, dengan bangun dari duduknya, dan berlalu keluar setela menyambar sweater, dan totebag miliknya.


Meraih phonsel miliknya, dan mengirinkan pesan pada Bibinya, karena dia memutuskan untuk tidak pamit.

__ADS_1


chatting


💌 Bi, maaf Dara sudah pulang. Sampaikan salam buat Non Stella. Dara ada tugas kampus, yang harus di kerjakan. Jadi gak bisa nginap.


Dan ia kembali mengirim pesan pada Rian, sahabat baiknya. Karena Dara bingung, harus pulang dengan siapa.


💌 Rian tolong jemput aku sekarang juga, di alamat XXXX aku tunggu.


Dara berjalan melewati samping rumah keluarga Kana, saat sampai depan gerbang, gadis cantik itu sedikit terkejut, saat melihat Rendi,dan Stela yang berada dalam mobil.


"Lho" itukan Non Stella, sama Rendi kekasihnya." Gumamnya, dengan bersembunyi di balik sebuah bunga bonsai yang cukup rimbun.


"Sayang ngapain kamu kesini? kamu harus ngerti dong, keluarga calon suamiku sama calon suami ku sedang berada di dalam." Seru Stella, dengan nada yang terdengar kesal.


"Aku hanya ingin kita bercinta. Setelah itu, aku janji akan pergi, dan bagaimanapun kamu juga harus mikir dong perasaan aku." Dengan tatapan kesal, menatap kekasihnya.


"Tapi sayang.." Seruan yang terputus, saat Rendi membungkamnya dengan ciuman.


Dan tangannya tak tinggal diam, ia menaikkan dress milk Stella, dan memasukkan miliknya, kemilik wanita cantik itu dan Rendi mulai memaju-mundurkan pinggulnya.Stella yang tadi ingin melawan, dengan sendirinya mulai menikmati permainan kekasihnya." ahh... " Renn....," Desahnya, yang sudah mulai menikmati permainan yang diciptakan kekasihnya.

__ADS_1


Posisi Dara yang tidak jauh dari mobil Rendi, tentu saja bisa mendengar desahan-desahan kenikmatan yang keluar dari mulut Rendi, dan juga Stella.


__ADS_2