
Dara begitu terkejut, saat tiba-tiba adrian menciumnya, bibirnya mengatakan tidak, tapi bahasa tubuhnya tak dapat menolak. Dan dia tampak begitu menikmati ciuman, dari adrian. Setelah ciuman yang terjadi beberapa menit, Adrian melepaskan pagutannya dari bibir Dara, dan menatap gadis itu dengan tatapan tajam.
"Katakan, kau menyukaiku!" Titahnya, dengan nada tegas.
"Ti..tidak Adrian, aku tidak menyukaimu." Jawab Dara, dengan tetap menyangkal perasaannya pada adrian.
"Jadi kau tidak menyukaiku, Dara?!"Dengan tatapan intens, menatap gadis cantik itu.
"Yab aku tidak menyukaimu, dan tidak pernah menyukaimu." Jawabnya, tegas.
Adrian terlihat begitu kesal, saat mendengar jawaban yang keluar dari bibir gadis itu.Dan tampak meminta ijin, dia kembali mendaratkan bibirnya, kebibir gadis itu, dan tangannya sudah bermain diarea sensitif milik gadis itu.Dan Dara begitu terkejut, saat mendengar apa yang dilakukan Adrian, hingga membuatnya berusaha untuk melepaskan diri.
"Adrian..! lepaskan aku!" Titahnya. Tangan Adrian, semakin lancang dan dengan berani lelaki tampan itu, sudah berani membuka kancing baju gadis itu, hingga membuat dada gadis itu terlihat. Adrian semakin menggila dengan kelakuannya, dan lelaki tampan itu segera mendorong tubuh Dara, dan menindihnya.
"Katakan kau mencintaiku, maka aku akan mencintaimu." Titahnya, tegas.
"Tidak Adrian, aku tidak pernah menyukaimu, dan tidak pernah mencintaimu." Jawab Dara, dengan tetap mempertahankan kebohongannya.
Adrian tampak geram,karena Dara masih tetap ingin mempertahankan kebohongannya.
__ADS_1
Adrian tak.mampu lagi menahan amarahnya, dan dengan beraninya dia memberikan ciuman di sekitar Dada Dara, dan meninggalkan jejak kemerahan disana.
Desahan lolos begitu saja dari bibir Dara, saat bibir Adrian sudah bermain diarea sensitif miliknya.
Langsung menghentikannya, dan duduk ditepi ranjang.
"Kancing kembali baju mu,ingat tanda merah yang kuberikan padamu ,itu membuktikan kau hanya milikku. Dan kurasa kau juga menikmati bukan? apa yang kulakukan padamu.Mulutmu berkata tidak menyukaiku,tapi tubuhmu merespon apa yang kulakukan." Ucapnya, dengan senyum penuh kemenangan.
"kau brengsek Adrian?!" Teriaknya, dengan nada tinggi.
Adrian hanya menyunggingkan senyum disudut bibirnya, saat mendengar ucapan Dara, yang mengatai dia laki-laki brengsek.
"Tapi kau menyukai, dan mencintai laki-laki brengsek ini Dara?"
"Ingat Adrian, kamu akan bertunangan, dan akan menikah, setidaknya kamu memikirkan itu Adrian?"
"Aku terpaksa Dara, kamu tidak tau bagaimana perasaanku saat ini. Aku terlihat baik-baik saja, tapi aku sangat menyedihkan bukan?! harus hidup dengan wanita, yang sama sekali tidak aku cinta." Jawabnya, dengan wajah sendu.
Seketika Dara langsung terdiam ,dan tidak tau harus berkata apa. Dan dalam dirinya, timbul rasa bersalah pada lelaki tampan itu. Apalagi mendengar keluhan Adrian, yang mengatakan kalau dia menyetujui ini karena terpaksa, membuat timbul rasa iba dalam dirinya, pada Adrian.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku tidak tau kalau kamu melakukan ini terpaaksa." Dan menjeda, kalimatnya sejenak.
Adrian, kamu sudah makan?"
"belum,"
"Kamu,sendiri?"
"Aku juaga belum."
"Kalau gitu kita pesan makanan saja, bagaimana, mau gak?!"
Dara hanya menganggukkan kepalanya, untuk menjawab pertanyaan lelai tampan itu, sebagai jawaban iya. Adrian terus menatap Dara, dan tatapan mataanya begitu intes menatap leher Dara, yang tampak memerah.
"Kamu sengaja ya? belum mengancing baju kamu biar aku melakukannya lagi, jangan menilai aku laki-laki brengsek, karena aku baru melakiukan ini pertama lagi denganmu. Dan ingat kamu, hanya milikku!" Serunya, dengan nada penuh penekanan.
"Memang kamu suamiku apa? menikah saja belum, lagi pula kamu akan menjadi suami Stella. Dan sebentar lagi, kalian akan bertungan. Dan aku tidak perduli, sekalipun kamu sudah melihat tubuhku."
Raut wajah Adrian seketika memerah, saat mendengar jawaban Dara, yang semakin membuatnya kesal. Dan tanpa pamit, kepada gadis cantik itu, Adrian langsung berlalu keluar
__ADS_1
dari kamar itu.
dsa