
Tampak sesosok wanita cantik yang sedang bersenang - senang dengan teman - temanya yang berasal dari kalangan atas.
" teman - teman ayoo minum sepuasnya" malam, ini aq akan yang mentraktir kalian " ucap Stella dengan sedikit sombong pada teman - temannya yang kebanyakan berasal dari kalangan atas
" thankyou Stell" ucap teman - temannya.
sementara dar jauh nampak sosok gadis yang sedari tadi memperhatikan Stella ,dan kawan - kawannya.
Dia adalah Tanti , dia ,dan Stella dulu adalah sahabat baik, tapi karena kesalahpahaman hubungan persahabatan mereka jadi rusak.
" Hay Stell" sapanya dengan sedikit angkuh
Stella yang sedang bercanda dengan temannya seketika langsung berhenti.
" Hay juga Tanti " jawabnya dengan angkuh sambil meminum wine
" kamu sendiri Stella" bukankah kamu sudah bertunangan " tapi aq selalu liat kamu sendiri kalau kemana - mana " ucapnya sambil tersenyum mengejek.
Seketika Stella langsung mengepalkan tangannya begitu mendengar ucapan Tanti.
"'yaa aq memang sudah bertunangan ,dan sebentar lagi akan menikah" tunangan ku adalah seorang CEO, dan sekaligus Presdir tentu dia sangat sibuk " jadi tidak mungkin kan dia selalu menemaniku" ucapnya berusaha menahan amarah
" Aku tidak yakin kalau tunanganmu mencintaimu Stella,karena kalian bertunangan sudah sangat lama, tapi sampai sekarang kalian belum juga menikah" ucap Tanti.
" apa maksud kamu berbicara seperti itu" ucap Stella yang bangun dari duduknya ,dan langsung menjambak rambut Tanti.
Seketika perkelahian pun tak dapat di hindari ,Stella yang tidak terima terus menarik rambut Tanti, begitu pun juga dengan Tanti.
__ADS_1
" Dasar kamu murahan Stella " aq tau kamu sudah tidak perawan lagi" teriak Tanti dengan terus menarik rambut Stella.
"itu bukan urusan muu" yang jelas sebentar lagi aq akan menjadi istri pengusaha sukses " teriak Stella dengan terus menarik rambut , Tanti
" Dasar kamu murahan Stella" teriak Tanti" di sela aksi saling menjambak rambut.
" Apa tadi kamu bilang " teriak Stella
"Aku bilang kamu murahann" mu---raa---haan," teriaknya
Seketika Stella langsung menampar pipi Tanti
" plaakkk" bunyi yang sangat cukup keras sehingga wajah Tanti langsung menoleh ke samping.
Tanti yang tidak puas langsung menampar balik pipi Stelaa."" plaakkk" bunyi tamparan membuat pipi gadis cantik itu langsung memerah
":ayooo" huuuuu" teriak para pengunjung klup malam, yang menonton pertunjukan antara Stella ,dan Tanti.
Ridwan yang mendapat telpon dari salah satu sahabat dari Stella langsung mendatangi putrinya di klup malam itu.
" Stella apa - apaan kamuu" teriak Ridwan sambil menarik tangan putrinya.
" lepasin - lepasin aq paa" teriak Stella berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan papanya yang melerai perkelahiannya dengan Tanti
" ingat Stella kamu adalah tunangan Adrian Mahesa" bagaimana kalau sampai calon mertuamu tau kelakuan mu begini" ucap Ridwan setengah berbisik di telingah Stella
Seketika Stella langsung tenang ,ketika mendengar ucapan papanya.
" ingat yaa " Tanti urusan kita belum beres" ucapnya dengan sedikit mengancam.
__ADS_1
" ayoo paa kita pulang" ucap Stella ,sambil berlalu keluar dari klub malam itu,dan disusul oleh Ridwan papanya.
" tentu aq akan menunggu " karena kau sudah merebut Rendi dariku" bathin Tanti.
🌟 APARTEMEN🌟
Dara memandang keindahan malam dari lantai 8 apartemennya.
Wanita cantik itu menghela nafas panjang, seperti ada yang tengah menjadi beban di hatinya.
"kenapa yaa " aq makin banyak berhutang budi sama Adrian" dia sudah membiayai kuliahku" membuat rumah untuk bi Ati" bahkan memberi modal untuk bi Ati membuka usaha" dengan begini bagaimana aq bisa terlepas darinya" sebenarnya cinta g yaa, aq sama dia" di saat aq ingin benar - benar mencintainya " aq sadar kalau dia masih berstatus tunangannya Stella" gumam Dara yang bingung dengan perasaannya terhadap Adrian
Dara sibuk dengan pikirannya hingga tidak menyadari ada sosok tampan yang sedang duduk, dan menatapnya, dengan tatapan tajam.
" apa yang kau pikirkan" tanya Adrian sambil menatap tajam Dara.
" A,Adrian " ehh maksudku sayang sejak kapan kamu kemari" tanyanya dengan sedikit gugup
" ini sudah bertahun - tahun kita bersama kenapa kamu masih terlihat takut dengan ku" ayo kemarilah" ucap Adrian memanggil Dara.
Dara langsung berjalan kearah kekasihnya,dan duduk di sebelah pria tampan itu.
" Bagaimana dengan kuliah mu" apakah ada tugas kuliah yang perlu ku bantu untuk mengerjakannya" ucapnya dengan sedikit tajam menatap Dara
" ga ada" sayang jawabnya
" Baguslah" ucapnya sambil mencium kening Dara dengan mesrah.
__ADS_1