
🏚️ Kediaman Mahesa🏚️
Sinar matahari pagi,telah menampakkan wajahnya di ufuk timur. Dara membuka matanya perlahan - lahan saat cahayanya menembus kaca jendela kamar, mengenai wajah cantiknya.
Tangannya, menggapai sisi sebelah ingin memeluk Suaminya.Dan ia sangat terkejut, saat menatap kesamping tidak mendapati keberadaan Adrian.
" Dimana dia.., apakah aku yang bangunnya kesiangan.." Gumam Dara.
Dara bergegas kekamar mandi, untuk melakukan ritual mandinya.
Setelah selesai dengan ritual mandinya selama 35 menit, Dara langsung turun kelantai bawa.
Ia sedikit terkejut, saat memandang para pelayan rumah,dan juga ada beberapa orang yang tengah merangkai sebuah pelaminan yang sangat indah.
Dara menyambangi Suaminya,yang tengah berbincang dengan salah satu staf dari W.O.
" Pagi Sayang ...! Sapa Dara sambil menghampiri Suaminya.
" Pagi Sayang kau sudah bangun..?
" Meemm, sayang apakah kau akan mengadakan pesta ulang tahunmu dengan sangat meriah..? karena aku liat semua orang tampak sangat sibuk."
Adrian tersenyum menatap istrinya.
" Sudah saatnya aku memperkenalkan kau, sebagai nyonya Adrian Mahesa.Maaf selama ini aku selalu menutupi hubungan kita, dan selalu membuat mu menunggu"
" Terimah kasih Suamiku, jadi maksudmu sekalian kau mau mengadakan resepsi pernikahan kita Sayang.."
" Iyaa.., maaf selama ini aku tidak memberitahumu, dan tidak meminta ijin padamu dulu."
Dara hanya tersenyum, menatap Suaminya.
__ADS_1
" Tidak apa -apa sayang, terimah kasih untuk kejutan resepsi ini"
" Sama - sama sayang.."
🏞️ Garden party🏞️
Malam hari telah tiba, semua tamu - tamu undangan telah berdatangan.yang kebanyakan adalah rekan -rekan bisnisnya Adrian.
Saat menyalamati pasangan tersebut, mereka sedikit terkejut, karena mereka tidak menyangkah seorang pengusaha ternama Adrian Mahesa telah menikah.
Adrian naik keatas podium, dengan menggandeng istrinya Dara yang sangat cantik malam ini.
Maaf ya kalau fotonya ga sesuai, soalnya nyari make gaun pengantinnya ga ada.
" Sayang aku gugup..." Seru Dara berbisik ditelinga Suaminya.Kerena banyak pasang mata yang tengah menatap mereka.
" Tenanglah sayaangg..."
Adrian meraih mickrofon, dan memulai pidatonya.
" Selamat malam Tuan- tuan, dan Nyonya - nyonya, terimah kasih karena sudah hadir di pesta ulang tahunku, dan sekaligus resepsi pernikahanku dan Dara istriku.
Dan kalian pasti terkejut karena mengetahui aku sudah menikah.
Aku sudah menikah dengan wanita di sebelah ku ini yaitu Dara Afriza , dia adalah wanita yang aku sayang, dan aku cinta .
Dan minta maaf karena selama ini aku tidak jujur, terhadap kalian kalau aku sudah berumah tangga. Aku memilih untuk merahasiakan pernikahan kami, karena suatu alasan tertentu, dan aku minta kalian bisa memahaminya.
__ADS_1
Dan maaf aku baru bisa membagikan kebahagian kami berdua, baru hari ini lewat resepsi pernikahan kami.
Setelah menyampaikan pidato, terdengar suara tepuk tangan para tamu undangan, dan sorak - Sorai.
Apalagi saat Adrian mencium bibir istrinya, didepan para tamu.
Membuat para wartawan yang kebetulan juga di undang Adrian langsung mengabadikan moment ciuman mesrah pasangan Suami istri itu.
Para tamu yang hadir langsung menyelamati kedua insan tersebut, mengucapkan selamat dan mendoakan rumah tangga mereka semoga langgeng sampai Kakek , Nenek.
" Selamat Tuan Adrian,aku tidak tau ternyata anda sudah menikah.Aku turut bahagia dengan pernikahan anda, semoga anda bahagia selalu" Serunya tersenyum.
" Terimah kasih Tuan Richard"
" Selamat yaa untuk kalian berdua..!! Sapa Arman sambil menghampiri pasangan Suami istri itu.
" Kauuu..." Seru Adrian dengan nada tidak suka.
" Sayang tenanglah aku yang mengundang Arman kesini, mau sampai kapan kalian akan bermusuhan.." Seru Dara membujuk Suaminya.
" Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak mungkin merebut Dara darimu.Melihat pidatomu tadi,sekarang aku yakin kalau kau sangat mencintai Dara, dan aku akan mundur"
" Tentu kau harus mundur,karena Dara sudah menikah" Seru Adrian dengan nada sinis.
" Tentu karena aku tidak mau di sebut pebinor, ya sudah kalian berdua silahkan menyapa para tamu undangan aku mau kesana dulu" Seru Arman dan langsung meninggalkan pasangan Suami istri itu begitu saja.
" Apakah kau masih mencintainya...? Tanya Adrian dengan wajah yang terlihat kesal.
" Tentu tidak sayang, aku hanya mencintaimu.Dan apakah kau cemburu sayanggg...?
" Buat apa aku cemburu dengan CEO kampungan itu"
__ADS_1