
ποΈ Kediaman MahesaποΈ
Setela kepergian suaminya kekantor, Dara pun bergegas ke kampus.
Setelah tiba di lantai bawa, ia berpapasan dengan Ani yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam.
Dara pun berlalu ,dan seolah - olah tidak melihatnya.
" heeii... Dara..!!, serunya dan langsung menghampiri Dara dengan tatapan tajam.
Seketika langkah kaki Dara langsung terhenti.Dan menatap balik Ani.
" ada apaa?? serunya berusaha untuk tetap tenang
" aku mau nanya sama kamu, ngapain kamu masih di sini.Kamu liat ga , kalau kaka aku itu masih cinta sama ka Ayu, seharusnya kamu itu tauuu.., kalau ka Adrian itu menikahi kamu itu hanya karena ingin melupakan ka Ayu
saja, dalam artian kamu itu, hanya pelarian, karena sebenarnya wanita yang di cintai kakaku itu adalah ka Ayu ,bukan kamuuu"" seru Ani dengan nada tinggi sambil menunjuk Dara ketika mengucapkan kata kamu"
Seketika Dara langsung tersenyum sinis.
" bisa tidak kamu lebih sopaan, dan aku minta turunkan jari kamu ini, serunya sambil menurunkan tangan Ani.
" buaatt apaa...!!!, aku harus sopan sama wanita miskin kaya kamuuu...!!!, kamu pikir aku ga tau apaa!!!, kamu itu duluu bukan siapa - siapa , ketika kamu menikah sama Kaka aku baru derajat kamu naik iya kaann..? baru yang aku dengar bibi kamu itu adalah seorang pembantu, seru Ani dengan mengucapkan kata pembantu dengan lantang.
" maafff, aku tidak punya urusan sama kamuu, lagi pula kamu itu cuman adik sepupunya Adrian bukan adik kandung , okeee??? sambil berlalu pergi begitu saja
" heii Dara, sini kamu" panggil Ani yang terlihat menahan amarah karena Dara sama sekali tidak takut dengannya.
__ADS_1
Dara sama sekali tidak mengindahkannya, dan terus berlalu pergi meninggalkan Ani , yang tengah menahan kekesalannya.
Dara menghela nafas kasar, ketika berada di dalam taksi, pandangannya terus menerawang ,dan seperti ada sesuatu yang menjadi beban di hatinya.
" aku lelah, aku juga tidak mau seperti ini.Tapi aku juga tidak berdaya. Aku tidak mungkin pergi meninggalkannya, sebab sampai kapanpun Adrian tidak akan pernah melepaskanku"
" Bathin Dara yang sibuk dengan lamunannya.
" kita mau kemana nona? tanya sopir taksi
" ke kampus XXX paa?? jawabnya sambil menghela nafas panjang.
Ketika tiba di halaman kampus, Dara langsung turun dan berjalan kearah gerbang.
" Dara seru Bella yang merupakan mama kandung dari Stella.
" saya ingin bicara sama kamu bisa tidak" ucapnya dengan nada tegas.
" aku sudah tau cepat atau lambat pasti mereka akan tau" gumamnya.
" baiknya nyonya Bella, bisa"
" ya sudah ayo ikut saya , kita bicara di restorant saja"
Dara ikut masuk kedalam mobil Bella, dan mereka pun melaju ke restorant.
π± Restorant XXXπ±
__ADS_1
" silahkan di nikmati pesanannya" seru pelayanan restorant sambil meletakkan pesanan Dara ,dan Bella di atas meja.
" ada apa nyonya ingin berbicara dengan saya" ucapnya berusaha untuk tenang
" kamu jangan pura - pura tidak tau Dara..!!pasti kamu sudah tau maksud saya ingin bertemu dengan kamu" ucapnya tersenyum sinis.
Seketika Dara langsung menelan ludahnya, yang terasa berat di tenggorokan.
" maaf nyonya ,saya cuman bisa bilang maaaff..." serunya sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
" maaaffff...!!, gampang sekali kamu minta maafff, kamu ini ternyata tampang aja yang polosss, sok suci, ternyata kamu tidak lebih dari wanita murahan, serunya dengan nada tinggi.
Dara hanya meneteskan air matanya, ketika Bella mengatakan dia seorang wanita murahan, melihat tatapan orang - orang padanya ketika mendengar ucapan Bella, membuat Dara sangat malu.
" saya tidak seperti yang anda pikirkan , nyonya, dan perlu anda tau saya sama sekali tidak pernah merebut Adrian dari Stella" ucap Dara dengan nada tegas ,dan berani menatap Bella
Seketika Bella langsung tertawa.πππππ.
" tidak pernah merebut Adriaan...!! terus maksud kamu ,kamu di paksa begitu sama Adrian untuk menikah dengan kamuu...!!!, dasar wanita miskin,ga tau diri, murahaaannn" seru
Bella dengan nada tinggi ,dan ingin menampar Dara ,seketika tangannya terhenti, dan ia sangat terkejut ketika yang menahan tangannya adalah Adrian.
" jangan pernah coba - coba menyentuh istriku" serunya dengan nada dingin sambil menatap tajam Bella.
" Adrian, kamuuu!!! seru Bella yang terkejut dengan adanya Adrian, di dampingi sekretarisnya.
" sayaanggg" seru Dara yang sangat terkejut dengan kemunculan suaminya.
__ADS_1