Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.54 Melamar


__ADS_3

Dara berjalan menghampiri Adrian, dan pandangan matanya begitu mengagumi ruangan itu yang di tata sedemikian indahnya, terdapat lampu hias yang di tata mengelilingi


ruangan, yang letaknya, tidak jauh dari sebuah taman, juga terdapat setangkai bunga mawar merah yang diletakkan di atas meja makan bundar , dan Dara sedikit terkejut karena makanan yang di hidangakan semua di atas meja, adalah makanan favoritnya.


Mulai dari ikan bakar, sate, dan beberapa jenis


masakan Indonesia lainnya.


" kenapa kamu bengong ?


" ga"a, aq g" ucapnya terputus


" ya sudah ayo duduk" sambil menarik sebuah kursi untuk diduduki Dara.


Dara menjatuhkan bokongnya di kursi yang di tarik Adrian, merekapun duduk berhadapan , dan pandangan matanya terus menatap wanita yang sudah beberapa tahun ini menemaninya.


"kenapa dia menatap ku seperti itu" padahal hampir setiap hari kami bertemu" bathin Dara.


" maaf karena aq tidak memberitahukan mu sebelumnya, untuk makan malam ini" ucapnya sambil terus menatap Dara


" maaf" maaf, sejak kapan dia tau kata maaf,apa aq g salah dengar !! " bathinnya lagi.


" ohh" ga apa - apa, malahan aq senang dengan kejutan ini" jawab Dara


" lebih baik sekarang kita langsung saja menikmati makanannya"


" iyaa" jawab Dara singkat


Adrian ,dan Darapun mulai menyantap makanan yang di hidang di atas meja tersebut, tak ada yang berbicara di antara salah satu dari mereka, Dara terus menyantap makanan tanpa sedikit pun menatap Adrian, karena ia sangat malu ,sebab sejak ia masuk kedalam ruangan itu ,Adrian tak pernah mengalihkan pandangannya dari wajah Dara.

__ADS_1


" kenapa sih, dia liatin aq terus g bosan apa, kalau diliatin terus , mana bisa selesai aq makannya" bathin Dara.


" kamu mau coba minuman ini g" minuman ini khusus aq pesan untuk makan malam kita" ucapnya sambil menuangkan minuman pada sebuah gelas , dan memberikan pada Dara


" a, apakah minuman ini beralkohol ? tanyanya dengan nada sedikit gugup


" tentu tidak" jadi minumlah" jawabnya.


" bagaimana rasanya?


Tanya Adrian, ketika Dara meminum minuman yang di berikannya.


" enak aq suka" jawabnya singkat


Tak lama ,nampak seorang pelayan restorant yang menghampiri mereka, dengan mendorong sebuah troli, yang di atasnya terdapat sebuah kue ulang tahun.


Dara sangat terkejut, dengan kedatangan pelayan yang membawa kue ulang tahun buat dirinya.


" Adrian aq" ucapnya terhenti,sambil menitikkan air mata karena terlalu bahagia dengan kejutan yang di berikan Adrian


" happy brhitday Dara" ucap nya


" terimah kasih Adrian" sambil menitikkan airmatanya.


Lalu Adrian menyalakan lilin di kue ulang tahun itu, dan mulai bernyanyi sambil bertepuk tangan.


" happy brhitday Dara" happy brhitday , happy brithyday , haaappy brhtiy daay Daraa" nyanyi Adrian


Dara pun langsung meniupkan lilin di atas kue ulang tahun, dan menitikkan air mata bahagianya

__ADS_1


" makasih yaa" Adrian kamu sudah menyiapkan ini semua" ucapnya tersenyum


Adrian hanya tersenyum ,dan tidak menjawab ucapan Dara.


Pria tampan itu mengeluarkan sebuah kotak, dan berjalan menuju Dara.


Dara sangat terkejut melihat Adrian berlutut di depannya, dan memegang satu tangannya.


" Dara aq bukan pria yang romantis,dan aq pun tak pandai merangkai kata - kata indah buat mu" tapi jujur dari dalam hati ku" aq serius mengucapkan kalimat ini " mau kah kau menikah dengan ku Dara, dan menjadi ibu dari anak - anakku" ucapnya sambil menunjukkan sebuah cincin permata yang indah pada Dara.


Dara seketika menjadi bingung dengan Adrian yang melamarnya secara mendadak.


" kamu melamarku Adrian?


Seketika wajah Adrian langsung berubah kesal karena Dara yang tampak tak mengerti dengan apa yang di lakukanya.


" kamu ini manusia dari planet mana sih Dara? masa kamu g ngerti tadi aq baru saja lamar kamu" kamu g mikir apaa!! ,dari tadi lutut ku kesakitan!! ucapnya dengan nada tinggi


" maaaf" jawabnya menunduk karena takut dengan kemarahan Adrian


" maaf " maaf " kamu jadi cewe bodoh sekali, mana tangan mu ! ucapnya dengan nada memerintah.


" ini" jawabnya sambil memberikan tangannya


Tanpa berkata karena masih kesal ,Adrian meraih tangan Dara, dan menyematkan cincin pertama indah itu di jari manisnya.



" ingat yaa Dara" sekarang kamu sudah resmi jadi calon istri ku" ingat tidak ada penolakan" karena aq tidak menyukainya" ingat itu" ucapnya dengan nada sedikit tinggi

__ADS_1


" iyaaa" jawab Dara sambil menatap cincin yang yang terletak di jari manisnya.


__ADS_2