Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.95.Pengen makan salad.


__ADS_3

Tibalah mereka di Apotik.


" Mat sore Mba, saya mau beli alat untuk tes kehamilan.Ada ga mba..? Tanya Dara tersenyum malu


" Ada mba " Seru karyawati tersebut.


" Mau model bagaimana mba..?? Tanyanya lagi sambil menunjukkan alat tes kehamilan dengan berbagai model


" Tapi kegunaannya tetap samakan mba..? Tanya Dina.


" Iya mba " Ucap karyawati tersebut.


" Yang mana Raa.., kamu mau belinya..?


" Aku beli yang model begini aja Mba..., yang harganya lebih mahal ini aja..!!, Ucap Dara.


Setelah melakukan pembayaran, dan mendengarkan cara penggunaannya mereka bertiga pun bergegas pulang.


" Raa..., aku doain anak kamu cewe Ya..." Seru Dina bersemangat.


" Kalau aku sih.., pengennya anak kamu itu cowo Raa.." Seru Rian penuh harap.


Dara hanya tersenyum, mendengarkan ucapan kedua sahabatnya itu.


" Mau laki, atau perempuan bagiku sama saja.Intinya dia sehat"


🏚️ Kediaman Mahesa🏚️


Malam hari Dara tampak gelisah, dia duduk di atas ranjang, sambil menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.


Dara duduk, sambil memperhatikan alat tes kehamilan yang di belinya di apotik tersebut.

__ADS_1


" Doa , doa hasilnya positif" Gumam Dara berharap.


" Apa yang kamu pikirkan..? Tanya Adrian yang baru saja datang.


Secepat kilat Dara langsung menyembunyikan alat tes kehamilan itu di bawah ranjang, dan segera menghampiri Suaminya agar Adrian tidak curiga.


" Sa,sayang kamu sudah pulang..? Tanya Dara sambil menggandeng lengan suaminya, dan berusaha menyembunyikan kegugupan karena ia masih ingin merahasiakan ini dari Adrian.


" Seperti yang kamu liat aku sudah pulang..!! Serunya tersenyum.


" Ya sudah kalau gitu aku siapin air mandinya dulu, mungkin kamu mau mandi sayangg...!! Tanya Dara.


" Bolehh.." Jawabnya singkat.


Dara masuk kekamar mandi, dan mengisi bathube dengan air hangat, setelah itu ia memberikan sedikit aromatheraphi dalam air mandi yang sudah di siapakan buat Adrian.


Dara merasakan gejolak yang teramat sangat, setelah wangi aromaterapi yang dituangkan kedalam air mandi, tercium olehnya.


" Kenapa menyiksa sekali, kalau aku hamilpun sampai bulan ke berapa aku akan mengalami hal seperti ini" Serunya sambil menatap wajahnya di depan cermin.


Terdengar suara ketukan pintu kamar mandi.


Tok


Tok


Tok


" Dara...,Daraa..,Daraa..." Panggil Adrian, dari luar kamar mandi.


" Iya sayangg...." Jawabnya sambil membukakan pintu kamar mandi.

__ADS_1


Adrian menatap heran istrinya, dengan pandangan yang cukup intens.


" Kamu sakit ya Raa..., muka kamu kelihatan pucat banget... ? Tanya Adrian sambil terus menatap istrinya.


" Ga sayang aku ga sakit, aku baik - baik saja " Serunya tersenyum kikuk.


" Aku pikir kamu lagi sakit, kalau kamu lagi sakit aku akan menelpon Dokter keluarga kita."


" Ga sayang aku baik - baik saja koo..,kamu ga usah khawatir..? Serunya tersenyum.


" Ya sudah kalau gitu aku mandi dulu"


" Ia sayang mandilah, aku sudah menyiapkan airnya.


Setelah mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, Dara langsung berlaku keluar dari kamar menuju lantai bawah, wanita cantik itu memutuskan untuk pergi ke dapur di tengah suasana rumah yang sudah terlihat sepi.


Ia membuka kulkas, dan mencari sesuatu disana.


" Selamat malam Nona, lagi nyari apaa..?, mungkin ada yang bisa Bibi bantu.?


" Aku mau nyari bahan - bahan untuk membuat salad Bii.., Seru Dara sambil mengobrak - abrik isi kulkas, tanpa menoleh Bi Lastri sang ART.


BI Lastri hanya tersenyum, mendengar ucapan Nona mudanya.


" Lagi isi yaa..Non..?


Dara hanya tersenyum, mendengar pertanyaan ART nya itu.


" Ga tau Bii.., soalnya aku juga belum tes.." Seru Dara tersenyum.


" Buruan tes Non.., supaya bisa tau hasilnya.Dan Bibi yakin Non.. Dara pasti lagi hamil." Serunya tersenyum

__ADS_1


" Doain yaa Bii.., semoga hasilnya positif"


__ADS_2