Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep,9 Memikirkan Adrian.


__ADS_3

🏚️ kos - kosan Dara🏚️


Dara membuka pintu kamarnya, dengan wajah sendu.


Gadis cantik itu ,langsung membaringkan tubuhnya di kasur kecilnya, saat sudah berada didalam kamarnya. Matanya menatap ke arah langit- langit kamarnya, dengan pandangan menerawang.


"*K*enapa aku mesti jatuh cinta padanya, menghadapi kenyataan kalau ia berasal dari keluarga kaya, membuatku sakit. Aku baru merasakan jatuh cinta pertama kali, dan kenapa justru belum memulai aku sudah merasakan sakit terlebih dahulu, aku harus bagaimana ya Tuhan, kenapa sesakit ini, bagaimana aku bisa melewati hariku sementara kami satu jurusan." Bathinnya, dengan raut wajah penuh kesedihan.


Lalu Dara pun mengambil amplop, yang berisi sepucuk surat yang sudah ia tuliskan, sebab Dara ingin menyampaikan perasaannya, pada Adrian lewat surat, sebab dia tidak berani menyatakan perasaan nya secara langsung. Tapi karena sekarang Dara sudah mengetahui siapa itu Adrian , rasa minder, dan tidak percaya diri menyelimuti dirinya, dan membuatnya untuk mengurungkan niatnya.


Tersenyum menatap surat cinta itu, hingga tak terasa air matanya menetes.


Dan saat sedang melamun, tiba-tiba saja phonsel miliknya berbunyi.


Meraihnya, dan tertera nama Bibinya, yang tak lain adalah Bibi Ati.Dan memutuskan, untuk menerimanya.


📲 panggilan telpon📱


Dara: Hallo Bibi.


BI Ati: Hallo Dara, bagaimana kabarmu Nak?!

__ADS_1


Dara: Dara baik-baik saja Bi.


BI Ati: Kapan-kapan ada waktu kamu kesini, bibi sudah gajian, dan bibi juga sudah sisipkan sedikit uang saku buatkamu. Terus Non Stella nanyain kamu terus Ra?!


Dara: Iya Bibi kalau ada waktu aku pasti kesana, sampaikan salam ku buat Stella, bilang terima kasih, bajunya bagus Dara suka.


BI Ati: Kamu sudah terima bajunya, Dara?


Dara: Sudah Bibi.


Bi Ati: Ya sudah, kalau gitu Bibi tutup teleponenya. Ingat ya, nanti datang kesini Bibi tunggu


BI Ati: Bye Dara.


Setelah mengakhiri panggilan teleponenya, Dara kembali membaringkan tubuhnya. Terdengar suara di perutnya, yang minta segera di isi


"Meem.." karena stres memikirkan Adrian, aku sampai welewatkan makan siangku."


Dara beranjak dari ranjang kecilnya, dan memutuskan untuk mengisi perutnya.


Setelah mengisi perutnya, dia memutuskan untuk mengambil surat cinta itu.

__ADS_1


Meraihnya, sembari menghembuskan nafas kasar.


Membingkai senyuman kecil diwajah cantiknya, dan senyum penuh kesedihan.


"Aku, dan dia bagaikan bumi, dan langit.Saat mengetahui dia berasal dari kelurga kaya, membuat aku menyadari posisiku.Tidak mungkin aku bisa bersanding, dengan laki-laki kaya sepertinya.


Mencium bau tubuhnya sendiri, yang beraroma bau tak sedap.


Ternyata aku bau banget, hanya karena memikirkan dia, membuat aku tidak bersemangat melakukan apapun."


Dara memutuskan untuk mandi, diwaktu yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Setelah selesai dengan ritual mandinya, selama duapuluh menit. Gadis cantik itu, memutuskan untuk mengerjakan tugas kuliahnya.


Tatapan matanya menatap intens tugas kuliah itu, dia menghembuskan nafas kasar.Karena merasa tugas kuliahnya, begitu sulir.


"Seandainya saja aku pacaran sama si ganteng Adrian, pasti tugas kuliahku ini dikerjakan sama dia." Gumamnya, dengan raut yang terlihat sendu.


Duduk melamun seorang diri, dan dia tengah memirkan hal-hal yang begitu mengusik.


Memikirkan kisah cintanya, yang belum juga dimulai, tapi sudah patahati yang dia rasakan.Dan tugas kuliah, yang begitu sulit.


"Kenapa nasipku kaya gini yaa?! Adrian, tugas kuliah..! kalian berdua membuatku kesal." Gumamnya, kesal.

__ADS_1


__ADS_2