
" so tau bagaimana, mama ini mama kamu Adrian""" pasti mama bisa merasakannya. Ucapnya tersenyum pada anaknya
" ahh sudahlah terserah mama aja dehh, mama kan peramal jadi selalu tau tentang Adrian" ucapnya yang terdengar sedikit kesal.
" ihh kamu ngomong jadi jutek gitu sihh sama mama" ucapnya menatap putranya.
Sementara Dara hanya tersenyum menyaksikan perdebatan antara ibu, dan anak itu, yang tidak ada habisnya.
" maa, mau sampai kapan kamu sama Adrian berdebat, papa sudah lapar nii, ucap Bobi Mahesa
" ya sudah ayo Dara, kita makan malam, mama sudah masakin makanan yang enak - enak lho buat kamu" ucap Anita merangkul Dara sambil berjalan bersama menuju ruang makan tanpa memperdulikan suami, dan anaknya.
Adrian, dan Bobi hanya, saling bertatapan, dan menghela nafas berat.
"aku baru sekali bawa Dara sekini, tapi aku sudah tidak di perdulikan, apalagi Dara tinggal disini, dan menjadi menantunya bisa - bisa aku di anak tirikan sama mama" bathin Adrian begitu melihat keakraban ibunya ,dan Dara.
🍱 ketika makan malam🍱
" Adrian " panggil Anita ketika mereka tengah menyantap makan malam
" iya ada apa maa!! jawabnya sambil meneguk minuman
" kapan kalian menikah?
" 2 hari lagi maa"
" apaaa!!! ucap Anita terkejut , sambil menghentikan acara makannya.
__ADS_1
" kenapa secepat itu, kamu ko ga bilang sih sama mama, mama kan belum siap - siap Adrian, belum ke salon, belum mempersiapkan
kebaya yang harus mama pake untuk acara pernikahan kalian" ucapnya dengan nada kesal
" maa, sebenarnya yang mau menikah itu mama, atau Adrian sihh, lagi pula pernikahan aku sama Dara ga ada resepsi, mama lupa apa kalau aku baru saja berpisah dari Stella, memangnya mama mau kalau Dara di tuding sebagai pelakor"""
Dara yang sedang mengunyah makanan langsung terbatuk - batuk begitu mendengar calon suaminya menyebut kata pelakor
" pelakor, enak aja sejak kapan aku jadi pelakor ,bukannya kamu sayaang yang memaksa aku untuk tetap bersama kamu sampai make acara ngancam segala"ucap Dara santai
" apaa" mengancam tanya Anita sedikit terkejut dengan ucapan calon menantunya
" mengancam bagaimana Dara" tanya Bobi yang terlihat penasaran.
Adrian sedari tadi sudah menahan kekesalannya terhadap calon istrinya, karena memang benar adanya kalau selama ini Adrian selalu melakukan berbagai cara agar Dara terus bersamanya.
" ancaman bagaimana Dara" tanya Anita sekali lagi.
" itu, tante " itu, maaf tante tadi aku salah ngomong maksudnya""" selama ini aku yang terus mengancam Adrian, sendainya kalau dia ninggalin aku , aku tidak segan - segan bunuh diri' ucapnya sambil tersenyum kikuk
" ohh, gitu tenang aja Dara, sampai kapanpun Adrian ga akan pernah ninggalin kamu, kalau sampai dia nyakitin kamu, mama ga akan nganggap dia anak mama lagi" ucapnya tersenyum menatap Dara
" apa maa, ko sampe segitunya sampai ga di anggap anak lagi, jahat banget maa, sama anak sendiri!!
" ia mama akan lakuin itu, kalau kamu sampai nyakitin perasaannya Dara"ucap Anita dengan nada penuh ancaman terhadap putranya
__ADS_1
" makasih ya tante" ucap Dara tersenyum sambil memeluk manja calon ibu mertuanya
" ia sayang , tenang aja mulai sekarang mama akan selalu ada di pihak kamu, eits dan satu lagi mulai sekarang jangan panggil tante, sama om lagi, tapi mulai sekarang panggil mama, sama papa bukankah sebentar lagi kamu akan menjadi menantu kami""" ucapnya tersenyum menatap Dara
" iya ma,mama" papa" ucap Dara yang masih terdengar kaku
" naa, gitu dong sekarang kitakan, jadi lebih akrab iyakan?
" iyaa, maa" jawab Dara sambil cengengesan.
Adrian hanya terdiam menatap keakrapan ibunya, dan Dara.Ada rasa senang, juga ada rasa kesal dihatinya.
Sebab dari tadi ibunya sama sekali tidak memperdulikannya.
" Adrian " panggil Bobi
" iya paa!!
" sehabis nikah kalian tinggal dimana? tanya Bobi
"apar"
Adrian belum selesai menjawab Anita yang sudah menjawab pertanyaan suaminya.
" mereka akan tinggal disini paa" jawab Anita
" apa maa, mana bisa mama yang nentuin Adrian ,sama Dara tinggal dimana! jawabnya yang terdengar kesal.
__ADS_1