
Hari berganti Hari , bulan berganti bulan. Tidak terasa kandungan Dara, sudah memasuki usia sembilan bulan.
Selama menjalani kehamilan, Dara memutuskan untuk cuti pada kuliahnya,dan lebih fokus pada kehamilannya.
Dara duduk termenung, di taman belakang sambil memegang perutnya , yang sudah membuncit.
" Raa...!! Sapa seseorang pelan.
Dara mendengar suara yang tidak asing, dan saat ia menoleh betapa sangat terkejutnya ia mendapati, seseorang yang selama ini sudah merawatnya, dan keluarga dia satunya - satunya.
" Bibi.., Seru Dara sambil berjalan menyambangi Bi Ati, dan langsung merangkulnya karena kerinduannya yang begitu besar.
" Bibi, Dara kangeenn..." Serunya sambil merangkul erat Bi Ati.
" Bibi juga kangen Naa, bagaimana kabarmu, dan juga cucu Bibi."
" Dara sehat, kandungan Dara juga sehat" Serunya tersenyum.
" Ohh, iya Bibi kesini kok ga kasih kabar dulu,!
" Bibi juga sebenarnya mau kesini, tapi pas kamu udah brojol.Tapi Suami kamu udah jemput Bibi dahulu, makanya Bibi ga ngasih kabar.
" Jadi Adrian yang suruh Bibi Kesini..?
" Iya sayang...!!, aku sengaja buat kejutan buat kamu" Serunya tersenyum.
" Sayang...., terimah kasih."
" Sama - sama istriku"
Bibi Ati hanya tersenyum, melihat kemesraan Dara, dan Adrian.Ada rasa haru dalam dirinya, melihat keponakan satu - satunya begitu bahagia dengan rumah tangganya.
Malam hari di kamar, Dara tersenyum menatap kereta bayi, dan juga tempat tidur bayi yang ia letakkan di sebelah ranjang king sizenya.
Suaminya Adrian, orang yang paling begitu antusias menyambut kelahiran putra mereka.
Ya Adrian,dan Dara sudah melakukan USG, dan ternyata anak mereka berjenis kelamin laki - laki.
Pagi itu Dara merasakan kontraksi yang hebat pada perutnya. Sementara Suaminya Adrian sudah berangkat kerja, sebenarnya Adrian sudah ingin menemani istrinya di rumah saja, tapi Dara yang menyuruhnya untuk tetap bekerja.Karena menurutnya, ia satu minggu lagi baru melahirkan, sesuai dengan perkiraan Dokter.
" Maa.., Bii Atii, Papaaa...." Seru Dara sambil berjalan pelan sambil meringis kesakitan.
" Daraaa....." Seru Anita sambil menyambangi menantunya.
" Maa.., perut aku sakit Maa.." Seru Dara dengan keringat telah bercucuran membasahi dahinya.
Anita memperhatikan menantunya, dan ia sangat terkejut, karena melihat cairan keluar dari kedua paha Dara...
" Paaa,....Papaaa...." Teriak Anita
" Ada apa Maa..."
" Cepat siapkan mobil, Dara mau melahirkan"
" Apa..., mau melahirkan.,
" Iyaa Paaa, makanya cepetan siapin mobilnyaa..."
" Ada apa Bu Nita.? Seru Bibi Ati yang baru saja datang..
__ADS_1
" Dara mau melahirkan Bi, tolong ambilkan pakaian bayi,dan Dara yang sudah di siapkan di tas kita kerumah sakit sekarang.
" Baik Buu..." Jawab Bi Ati, dan bergegas cepat kekamar Dara.
🏥 Rumah sakit Kasih Bunda🏥
Disini lah Dara, tengah berjuang melahirkan putranya dengan cara normal.
" Maa.. bagaimana keadaan Dara Maa...? Tanya Adrian yang baru saja datang, di temani sekretarisnya Deni.
" Masih di dalam Naa..." Seru Anita.
Sementara di dalam ruang persalinan.
Dara seorang diri, ditemani perawat, dan Dokter kandungan.
" Sedikit lagi Buu, ini kepalanya udah kelihatan" Seru Dokter.
Dara terlihat lemas, dan keringat telah membasahi wajahnya.Dara berusaha mengumpulkan kekuatannya.
" Ahhhhh...." teriak Dara dengan sekuat tenaga, mengeluarkan putranya.
" Oeekkkk....,Oeeekkkk..." Suara tangisan bayinya, yang telah lahir kedunia.
Rasa sakit yang di rasakan Dara, kini bercampur kebahagian.Ia meneteskan air matanya saat Dokter mengangkat anaknya, yang baru saja keluar dari rahimnya.
" Anakku.." Gumamnya pelan, yang tak terasa air matanya menetes.
Sementara di luar ruangan, semua tampak bersorak - Sorai begitu mendengar suara tangisan bayi.
" Maa..., Paaa..., putraku sudah lahir" Seru Adrian sambil mengusap air matanya yang lolos begitu saja.
' Selamat ya Tuan muda, sekarang anda sudah resmi menjadi seorang ayah" Seru Pa Deni.
Kini Dara telah di pindahkan keruang V.I.P, ditemani oleh orang- orang yang menyayanginya.
" Sayang..., anak kita belum di bawah kesini yaa...?Tanya Dara pada suaminya.
" Sedikit lagi Sayangg...!
Terdengar suara orang membuka pintu, Dara langsung menyunggingkan senyuman di bibirnya.Saat melihat Dokter kandungan yang di ketahui bernama Rani, di temani seorang suster membawa bayinya.
Semua di dalam ruang itu, tampak begitu antusias.
" Sayang anak kita"
" Selamat siang Bu Dara, ini Babynya " Seru Dokter Rani sambil menyerahkan bayi mereka, pada Dara.
Dara merentangkan tangannya, meraih putranya. Ia tersenyum saat melihat bayinya, berusaha untuk membuka matanya perlahan - lahan.
" Sayaangg..., anaknya Papa" Seru Adrian sambil mengelus lembut pipi putranya.
" Siapa nama anak kalian Adrian..? Tanya Stella
" Namanya, Reno Adriano Putra Mahesa"
" Nama panggilannya kaaa..? Tanya Ani.
" Nama panggilannya Reno, bagaimana kerenkan..? Tanya Reno meminta pendapat mereka.
__ADS_1
" Bagus Kaa..!! Seru Ani
" Bagus namanya, jadi nama panggilan cucuku Reno. Seru Anita tersenyum.
🏘️ Kediaman Mahesa🏘️
Lima tahun telah berlalu, kini Reno telah memasuki usia lima tahun.
" Sayangg..., Renoo... ini minumnya..!! Panggil Dara pada Suami, dan putranya yang tengah asyik bermain bola.
" Iyaaa.. Maa.." Seru Reno sambil menyambangi Ibunya.
" Maa.., enak banget minumannya" Ucap Reno, sambil meminum, minuman dingin yang di siapkan Ibunya
" Punyaku mana Sayangg.." Tanya Adrian yang baru saja datang.
" Ini.." Ucap Dara sambil menyerahkan segelas minuman buat Suaminya.
" Maa.., kapan adiknya Reno lahir..? Tanya Reno sambil menaruh kepalanya di perut sang Mama.
" Sebentar lagi, kan kandungan Mama sudah 8 bulan.Jadi sebentar lagi adik kamu bakalan lahir" Seru Adrian
" Beneran itu Maa..? Tanya Reno yang terlihat begitu antusias
" Iyaa.." Jawab Dara sambil mengangguk.
" Pagi semuanya..! Sapa Stella, yang baru saja datang bersama putrinya, dan Rendi yang baru berusia 3 tahun, bernama Rania.
" Ehh...Stella datang kok ga bilang - bilang"
" Iya ini Rania nangis, katanya pengen main kesini.."
" Haallo putri Tante yang cantik ,bagaimana kabar nya..? Seru Dara tersenyum, sambil mencubit pipi Rania.
" Cakit Tante..., Tante adik bayi bagamana kabalnya..? Seru Rania dengan suara cadelnya.
' Baik sayang..."
" Reno ajak Rania bermain " Seru Adrian pada putranya.
" Ayo Rania kita bermain"
Tanpa menjawab, Rania langsung mengikuti langkah kaki Reno, bermain ayunan yang sengaja di buat Adrian di taman belakang rumahnya.
Ya Adrian menciptakan taman bermain di taman belakang rumah mereka, Adrian memutuskan membeli rumah sendiri, dan ia sengaja membeli tidak jauh dari wilayah pantai Kute, karena ia tahu Dara sangat menyukai pantai.
Selesai ya guys kisah Adrian ,dan Dara.
Dara tidak pernah menyangka akan menjadi istrinya Adrian Mahesa, sempat punya rasa minder dalam dirinya.
Saat mengetahui Adrian berasal dari keluarga kaya, dan ia mengira orang tua Adrian tidak menerimah kehadirannya.
Tapi ternyata pemikirannya itu salah, orang tua Adrian menerimanya dengan tangan terbuka.
Kini Dara berbahagia bersama Suaminya,dan putra mereka Reno.Dan sekarang ia tengah mengandung buah cintanya , dan Adrian yang kedua.
__ADS_1
Semoga selalu bahagia ,Dara dan Adrian