Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.87.Saran Deni.


__ADS_3

Adrian yang sementara membolak - balikkan berkas, seketika langsung menghentikan kegiatannya begitu mendengar Arman menanyakan istrinya.


Dan tatapannya, langsung menatap tajam Arman, yang sedang tersenyum padanya.


Deni yang sudah mengerti, kalau Arman hanya sengaja memancing emosi Tuanmudanya, langsung mendekat ke Tuanmudanya, dan berbisik di telinga Adrian karena ia tau Adrian sudah diliputi amarah


" Tuan muda, aku harap anda tidak terpancing dengan pertanyaannya" bisik Deni pelan berusaha menenangkan emosi Adrian.


Adrian menghela nafas panjang berusaha untuk meredamkan emosinya, dan berusaha tersenyum.


" Maaf pertemuan kita ini membahas soal pekerjaan, bukan membahas masalah pribadi, tapi kalau kau ingin mengetahui kabar istriku, istriku kabarnya sangat baik" serunya tersenyum dengan sorot mata membunuh.


" Benarkaahh...?, aku turut senang kalau ia dalam keadaan baik - baik saja, karena kabar yang aku dengar mantan kekasih anda sekarang tinggal dirumah anda Tuan Adrian, apakah itu benar?, bukan kah dia adalah wanita yang anda cintai..? tanya Arman dengan senyum devilnya.


Adrian yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, seketika langsung menarik kra baju Arman.


" Jadi kau mau apaa...??, jadi kau ingin merebut istriku" serunya dengan wajah penuh amarah.


" Tuan aku harap, control emosi anda" seru Deni memperingatkan.


Arman hanya tersenyum, dan tangannya langsung melepas tangan Adrian yang memegang kra bajunya.

__ADS_1


" kenapa kamu takut kalau Dara akan jatuh kepelukanku, aku tidak sepicik dirimu yang memakai berbagai cara untuk membuat Dara terus bersamamu, aku hanya prihatin dengan keadaan Dara, karena wanita sebaiknya, harus bersanding dengan laki - laki kejam seperti dirimu Tuan Adrian"


Adrian hanya tertawa, mendengar ucapan Arman.


" Aku Adrian Mahesa, selalu mendapat apa saja yang aku mau, dan ingat Dara hanya milikku, dan selamanya dia hanya milik seorang Adrian Mahesa" serunya dengan tatapan tajam.


" Tentu dia hanya milikmu, tapi jika kau menyakitinya aku tidak segan - segan merebut dia" seru Arman, dan langsung berlalu keluar dari ruang privat itu.


Adrian langsung terduduk lemas di kursi,dan menggebrak meja.


"Braaakkk"


" Tuan aku harap anda tenang, jaga emosi anda" seru Deni berusaha menenangkan Tuanmudanya.


" Tuan apakah aku boleh menanyakan sesuatu pada anda..? tanya Deni hati - hati


" Tanyakan saja ada apaa?


" Meemmm, apakah selama ini Tuan sudah menyatakan perasaan Tuan , pada Nona muda? tanya Deni hati - hati, takut menyinggung perasaan Tuanmudanya.


" Belum memangnya kenapa, lagi pula dia sudah menjadi istriku, buat apa aku harus repot - repot menyatakan perasaanku padanya" ucapnya menatap heran sekretaris Deni.

__ADS_1


Deni menghela nafas panjang, sebelum ia melanjutkan kata - katanya.


" Kenapa anda sangat bodoh Tuan muda, tentu saja itu sangat penting bagi seorang wanita" gerutu Deni dalam hati.


" Aku harap anda menyatakan perasaan anda pada Nona, supaya ia tahu kalau anda sangat mencintainya, bukankah Nona Dara menikah dengan anda karena anda memaksanya Tuaan..? " serunya Deni sambil menundukkan kepalanya karena takut dengan tatapan Tuanmudanya.


" Jadi menurutmu, Dara menikah denganku karena terpaksa...??" tanya Adrian dengan nada tinggi.


" Ia Tuann..,bukankah anda sering mengancam Nona Dara, kalau ia tidak mau mengikuti kemauan anda, jadi menurut saya lebih baik anda cepat menyatakan perasaan anda pada Nona Muda, sebelum Tuan Arman bertindak lebih cepat" serunya tersenyum.



Adrian menatap sekretarisnya, dan mempertimbangkan omongan Deni.


" Baiklah akan aku pikirkan, tapi menurutmu apakah aku sudah jatuh cinta padanya? tanya Adrian yang masih bingung tentang perasaannya terhadap Dara.


Deni menghela nafas berat, sebelum ia berkata.


" Kenapa anda tanyakan pada saya, kenapa anda tidak menanyakan pada diri anda Tuan, bukankah anda yang menjalaninya" serunya berusaha tersenyum, karena merasa kesal dengan kebodohan Adrian.


" Baiklah kalau begitu kita pulang dulu, nanti baru aku pikirkan ucapanmu itu " seru Adrian beranjak dari duduknya, dan.berlalu keluar dari ruangan itu, disusul Deni sang sekretaris.

__ADS_1


Baca juga novel terbaruku.



__ADS_2