
🏢 MG🏢
Di gedung berlantai 30, Mahesa Grup.
Tampak sosok cantik memasuki perusahaan berlantai 30 itu, ia berjalan dengan percaya dirinya.
Terdengar kasak - kusuk para karyawan yang menanyai kedatangan mantan tunangan predir mereka, sekaligus CEO mereka Adrian Mahesa.
" ga tau malu banget yaa, udah ga ada hubungan apa - apa tapi tetap masih kesini" ucap salah satu karyawan bernama Ani
" iya, ga tau malu ,ngapain dia kesini padahal pa Adrian bukan tunangannya dia lagi" ucap Riri yang juga karyawan MG
" iya ,betul ga tau malu" ucap yang lainnya.
Stella terlihat cuek walaupun banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya, wanita bertubuh ramping itu langsung menuju resepsionis guna menanyakan keberadaan Adrian.
" maaf pa Adrian ada ga diruangannya?
Cici sedikit terkejut dengan kemunculan Stella, karena resepsionis itu tau kalau hubungan bosnya dengan Stella telah berakhir.
" ada nona tapi!! ucapnya terputus
" ya sudah, kalau gitu saya keruangannya sekarang" ucapnya
" tapi nona" ucap Cici mencoba menghentikan langkah Stella
" ingat yaa,kamu hanya karyawan disini, saya ada perlu penting sama bos kamu" ucapnya cuek sambil berjalan menuju lift.
__ADS_1
Setelah tiba di lantai 30, Stella langsung menuju ruang kerja Adrian.
Deni sang sekretaris sangat terkejut begitu melihat kemunculan mantan tunangan bosnya.
" maaf nona anda tidak boleh masuk" ucapnya sambil mencekal tangan Stella
" memang kamu siapa ,kamu hanya seorang sekretaris, ucapnya sedikit teriak.
" tapi nona ,anda bukan siapa - siapa tuan Adrian lagi!!
" lepaskan aq brengsek" lepaskan" teriak Stella.
Mendengar keributan didepan pintu ruang kerjanya, Adrian langsung menghentikan aktifitasnya, untuk menuju ke asal suara.
" ada apa kamu mencariku ! ucapnya dengan tatapan sedikit tajam
" aq ingin bicara dengan mu Adrian"
" bicara soal apa bukankah kita tidak memiliki hubungan apa -apa lagi?
" aq tidak perduli Adrian yang jelas aq tetap ingin bicara dengan mu" ucapnya.
Adrian menghela nafas berat , sebelum ia berkata.
" kalau begitu masuklah keruanganku" ucapnya dingin
__ADS_1
" tapi tuan" ucap Deni
Seketika Adrian menatap sekretarisnya, Deni yang sudah mengerti maksud dari atasannya seketika hanya diam.
Ketika dalam ruang kerja Adrian.
" duduklah"
" terimah kasih" ucap Stella sambil menaruh bokong di kursi yang berhadapan dengan Adrian.
" ada apa kau mencari ku?
" aq ingin bertanya apakah kau punya kekasih ?
Seketika Adrian langsung mengerutkan alis sebelahnya.
" aq punya kekasih ,atau tidak itu bukan urusan mu" bukan kah kita tidak memiliki hubungan apa - apa lagi, ucapnya santai
" tapi Adrian berarti kita seri, bukankah sama saja, berarti selama ini kau juga menghianati aq Adrian " ucapnya dengan nada sedikit tinggi
" jangan berteriak pada ku Stella, karena kau hanya mantan tunangan ku, lagi pula selama kita bertunangan aq tidak pernah melakukan hal yang tidak -tidak padamu, justru kau melakukan itu dengan Rendi " ucapnya sinis
" tapi Adrian aq sangat mencintaimu, terserah kau mau jadikan aq selingkuhan mu aq rella Adrian" ucap Stella memohon
" maaf Stella ,kamu hanya buang - buang waktu, pergilah karena aq masih ada meting.
" terserah apa katamu , yang jelas aq akan berusaha kembali mendapatkan mu, ucapnya beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan Adrian.
__ADS_1
" wanita ini benar - benar tidak tau malu, semua wanita berusaha mendapatkanku, tapi hanya satu wanita yang menolakku, hanya kau Dara, bathin Adrian sambil menatap foto Dara di phonshelnya.