Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.29 Kedatangan Stella di kediaman Bobi


__ADS_3

🌟 pagi hari dikos- kosan Dara🌟


Terbaring disebuah ranjang kecil, padahal waktu tengah menunjukkan pukul delapan pagi. Matanya mengerjap saat cahaya sang surya, mengeenai wajah cantiknya. Dan dengan kesadaran yang sebelumnya pulih, Dara berusaha untuk membuka matanya, dari rasa kantuk yang masih sangat mendera. Tangannnya meraba-raba berusaha untuk menjangkau tubuh disebelahnya, disaat tidak mendapatkan dengan apa yang akan dijangkaunya, membuat Dara membuka matanya sempurna, saat tidak mendapati Adrian.


"Meemm, dia sudah pulang, dan gak kasih tau aku sama sekali. Kira-kira jam berapa yaa? dia pulang kerumahnya."


Tangannya menjangkau sebuah tas kecil, yang terletak disamping ranjang. Mengambil sebuah cermin kecil, dan memperhatikan lehernya, yang banyak dipenuhi tanda merah. Hanya menyunggingkan senyuman disudut bibirnya, yang menunjukan kegundahan hatinya saat ini.


"Tanpa kusadari, aku sudah seperti wanita simpanan. Dan kami hampir saja bercinta, padahal dia adalah calion suami sahabatku."


Terdengar suara telepone diphonselnya, meraih dan sedikit terkejut, saat mendapati pada layar phonsel tersebut tertera nama Stella.


"Stella," Gumamnya, denagan menggeser icon, hijau.


📲 percakapan lewat telpon📱


Dara: Hallo Non Stella, ada apa menelponeku? "Bertanya dengan nada yang sedikit berat, karena sesungguhnya dia enggan berhubungan lagi dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


Stella: Dara besok temani aku, sama calon suamiku untuk pergi keboutique, untuk mencoba kebayaku, yang akan aku pakai untuk hari pertunanganku nanti.


Sedikit kaget, saat mendengar apa yang diinginkan sahabat baiknya itu.


Dara: Tapi Non? aku gak bisa, soalnya aku sedikit sibuk.


Stella : Kamu gitu sih Dara? kamu kan sahabat baik aku, pokoknya aku gak mau tau, besok kamu harus temani aku, sama calon suamiku pergi keboutique, titik gak pake koma." Dengan mematikan telepone, secara sepihak.


Dara: hallo Non? hallo Non Stella..?! Dengan sedikit berteriak.


"kenapa nasipku begitu buruk? baru semalam aku menghabiskan waktu dengannya, bahkan dia sudah melihat sebagaian tubuhku, tapi hari ini aku harus menemaninya bersama calon istrinya, yang merupakan sahabat baikku. Kenapa nasipku begitu buruk?!" Ucapnya, dengan terus menagis.


kEDIAMAN BOBI MAHESA.


Menapaki kakinya memasuki kediaman mewah tersebut, dan sedikit terkejut saat mendapati keberadaan Stella dirumahnya, yang tengah berbincang-bincang dengan Ibunya, Anita.


"Stella kamu disini? sejak kapan kamu datang?"

__ADS_1


Hanya tersenyum, saat mendapati apa yang ditanyakan oleh lelaki tampan itu.


"Adrian, Adrian, wajarlah kalau dia datang. Apakah kamu lupa, kalau dia calon istri kamu, dan sebentar lagi kalian akan bertunangan." Ucap Anita, dengan mimik cemcerut.


Beranjak dari dudknya, seraya menghampiri Adrian dan mengggandeng manja lengannya.


"Sayang kitakan mau bertunangan, jadi besok kita harus keboutique untuk mengecek jas, sama kebaya yang akan kita pakai dihari pertunangan kita. Dan aku akan mengajak juga sahabat baikku, Dara.


"Tentu saja, boleh Sayang?!"


"Ya sudah kamu ganti bajunya, aku ingin mengajak kamu jalan- jalan. Soalnya aku lagi jenuh saja."


"Jalan-jalan? kemana?" Bertanya, dengan nada penasaran.


"Aku ingin mengunjungi temanku, Araa. Soalnya sejak pertemuan kedua keluarga besar kita, aku belum pernah mengunjunginya sampai sekarang. Jadi aku ingin mengajakmu, kekosnya. Kamu maukan Sayang?!"


"Tentu saja aku mau, kamu tunggu disini, aku ganti baju dulu. Dan gak akan lama. Ucap Adrian, dengan berlalu begitu saja menuju kamarnya yang berada dilantai dua.

__ADS_1


__ADS_2