Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.35 Mengingat kembali masalalu


__ADS_3

🌟kos- kosan Dara🌟


Duduk seoarang diri didepan kamar kos keasihanya, seraya menatap keindahan malam dari lantai dua. TIba-tiba dia teringat akan mantan kekasihnya itu.


Membuka apklisi instagram, dan mencari tau kabar dari wanita yahg sudah membuat hari-harinya terpuruk, dan akhirnya dia memilih untuk pindah keBali.


Menyunggingkan senyuman disudut bibirnya, saat melihat photo Ayudia.


"Bagaimana kabarmu, sekarang Ayudia?" Gumamnya, seraya tersenyum kecil.


Ayudia adalah anak dari seorang pengusaha kaya, Adrian berkenala dengannya saat lelaki tampan itu mengkuti acara ulang tahun Willi, yang merupakan Kakak kandung dari mantan kekasihnyan itu.


Terus larut dalam lamunannya, dan dia teringat kembali bagamana dia memuutuskan hubungannya, dengan gadis cantik itu.


Mendapati Ayudia berselingkuh dengan pria lain, dan dalam keadaan polos. Dan seketika itu juga, dia memutuskan utnuk mengakhiri hubungan dengan gadis itu, dan pindah kuliah keBali. Padahal cintanya sudah begitu dalam, pada gadis itu.


Melangkkahkan kaki ditengah keheningan malam, melewati barisan tangga menuju lantai dua kamarnya. Dan sedikit terkejut, saat mendapati keberadaan kekasihnya Adrian, dan laki-laki itu tampak melamun, dan tengah menyeka airmatanya. Mengerucutkan bibirnya, menatap kesal laki-laki tampan itu.


"(Ngapain dia menangis, bukannya dia harus senang karena bisa membuat aku tetap bersamanya. Dan sebentar lagi dia akan bertungan dengan Non Stella, kalau dia bosan sama Non Stella, dia tinggal datang melampiaskan napsu birahinya sama aku. Yang sebenarnya menangis itu aku, bukan dia.)" Bathinnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal

__ADS_1


"Adrian..?" Panggilnya, pelan.


Berbalik keasal suara, dan kedua alisnya menyurut seketika seraya menatap Gadis itu dengan tatapan kesal, Karena Dara pulang sedikit larut malam.


"Dari mana saja kamu? Kenapa baru datang jam begini?" Bertanya, dengan tatapan tajam menatap gadis itu.


Mengerucutkan bibirnya, menatap dengan kesal Adrian.


"Sebenarnya aku yang tanya sama kamu, nagapain kamu kesini? bukannya kamu mempersiapkan pertungan kamu, malahan datang meneemuiku."


Menghembuskan napas kasar, berusaha meredam emosinya yang hampir membuncah.


"Maafkan aku,maaf. Bukannya tadi aku sudah minta ijin sama kamu, lagi pula tadi aku jalannya sama Dina, dan gak macam-macam."


"Baiklah, ayo kita masuk." Ucapnya dengan mengambil kunci dari tangan Dara, dan membukanya.


"Adrian?" Panggil Dara, saat mereka sudah berada didalam kamar.


"Ada apa?" Jawabnya, dengan terus memainkan phoselnya.

__ADS_1


"Tadi aku ketemu, sama Non Stella."


Beranjak dari atas ranjang, seraya menatap Dara dengan tatapan penasaran.


"Terus, dia ngomong apa sama kamu?"


"Dia mengatakan padaku, kalau kamu gak mau pertungannya dilakukan dihotel, kalau kamu mau pertungannya dilakukan dirumah saja."


"Karena aku gak cinta, sama dia." Jawabnya, santai.


"(Dasar laki-laki brengsek, terus desahan-desahan yang aku dengar waktu itu apa?! aku juga heran, kenapa aku bisa jatuh bisah jatuh cinta pada laki-laki brengsek.)" Bathinya, yang terlihat begitu kesal,


"Kamu gak boleh gitu dong?! Karena bagaimanapun, Non Stella itu adalah tunangan kamu."


"Memangnya yang mau menikah itu, aku atau kamu?! mendingan kamu belajar sekarang, supaya otak kamu sedikit pintar, gak bodoh terus?!"


Dara terlihat begitu kesal, saat mendengar dengan apa yang dikatatan oleh lelaki tampan itu, dan dengan segera dia berlalu kekamar mandi.


Hanya tersenyum, saat melihat raut wajah yang terlihat begitu kesal.

__ADS_1


"Kenapa aku bisa, tergila-gila dengan gadis bodoh seperti dia."


__ADS_2