Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
EP.33. Ingin kembali pada mantan kekasih.


__ADS_3

Detik terus berjalan, hingga kegelapanpun semakin menyambut. Bangun dari tidurnya, seraya menatap kedepan, dengan pandangan menerawang, dan sepertinya ada yang tengah dipikirkan oleh lelaki tampan itu.


"Apakah aku sudah betul-betul jatuhcinta padanya, atau haanya sekedar terobsesi padanya saja, sampai aku nekat melakukan hal gila ini, ini bukan seperti diriku. Tidak pernah ada wanita yang berani menolakku, saat mereka mengetahui siapa aku. Tapi Dara, sungguh berbeda dengan wanita diluar sana."


Tatapan matanya teralihkan pada Dara, yang sudah terlelap dengan tidurnya, tersenyum kecil seraya berjalan kearah balkon, guna menatap keindahan malam, dari balkon kamar Dara dengan pandangan jauh kedepan, memikirkan hal yang sudah terjadi hingga membuat ia harus pindah keBali.


"Aku tidak tau apa yang aku rasakan padamu Dara, tapi semoga saja dengan kehadiranmu, mampu membuatku melupakan masalaluku yang begitu pahit."


Larut dalam lamunannya, hingga suara telepone, mengejutkan dia dari lamunan, meraih phosel dari saku jacketnya, dan melihat nama sekretaris ayahnya, Deni. Dan memutukan untuk menerimanya.


📲 percakapan lewat telpon📱


Adrian: Hallo Pa Deni


Deni: Hallo Tuan, maaf kalau aku menggangu.


Adrian : Malam. Bagaimana, apakah sudah ada perkembangan?


Deni: Iya Tuan, ternyata kecurigaan Tuan tidaklah salah, Nona Stella ternyata mempunyai kekasih bernama Rendi, dan mereka masih menjalin hubungan sampai saat ini.


Adrian: Bagus. Dan aku ingin, kau mengambil photo-photo kebersaam mereka.


Deni: Kalau anda mau, besok kita bisa bertemu karena aku ada mengambil photo kebersamaan mereka Tuan?!.


Adrian : Baiklah, besok kita bertemu direstorant XXX< jam 10 pagi. Tapi aku minta, rahasiakan ini dari Papa, dan Mama.

__ADS_1


Deni: Baik, Tuan?" Dengan menutup, teleponenya.


JAKARTA.


Terihat disebuah perumahan mewah. tampak dua orang gadis cantik, tengah bersenda gurau dibawah sebuah pondok kecil, yang terletak didepan rumah.


"Ka Ayu, makin cantik aja deh?!"


Gadis cantik itu hanya tersenyum, saat mendapat pujian gadis yang umurnya terpaut beberapa tahun dibawahnya.


"Kamu, pintar banget mujinya? nanti aku, jadi besar kepala." Jawabnya, dengan mimik cemberut.


Tiba-tiba saja dia teringat akan mantan kekasihnya, dan memutuskan untuk bertanya pada sepupunya.


"Aku dengar katanya Adrian, sudah pindah keBali. Kamu sering gak kontak sama dia, ngomong-ngomong bagaimana kabarnya?" Bertanya, dengan senyuman kecil diwajahnya.


Raut wajahanya seketika begitu diliputi rasa bersalah, karena penghianatan yang dia lakukan, membuat pria itu untuk pindah kuliah.


"Maafkan aku, ini semua gara-gara aku. Karena sudah menghianatinya." Jawabnya, dengan senyuman yang nyaris tak terlihat.


"Kak, bolehgak kau nanyain sesuatu yang lebih pribadi sama Kakak."


"Tanya soal apa, Ani?" Bertanya balik, dengan raut wajah yang terlihat begitu penasaran.


"Sebenarnya apa yang Kak Ayu, lakukan sama kekasih Kakak? hingga membuat Adrian begitu marah besar."

__ADS_1


Terdiam sesaat, dengan senyuman yang nyaris tak terlihat berusaha menghilangkan rasa gugup.


"(Tidak mungkin aku jujur, kalau Adrian mergokin aku sama Andi lagi berduaan dikamar, dan kita gak berbusana sama sekali.)"


"Adrian hanya salah paham, dia mengirah aku, dan Andi melakukan hal itu, padahal tidak sama sekali." Jawabnya tersenyum, agar Ani percaya dengan kebohongannya.


"Padahal hanya salah paham, aku janji akan menyatuhkan kembali Kak Ayu, sama sepupuku Adrian." Jawabnya, tersenyum.


Raut wajahnya tampak sumringah, saat mendengar apa yang dikatakan Ani.


"Kamu serius? akan menyatuhkan, kembali aku, dan Adrian?"


"Tentu kak, karena aku orang yang sangat mendukung hubungan kalian." Jawabnya, mantap.


"Terima kasih Ani, kamu memang calon adik ipar terbaik." Jawabnya, dengan memeluk tubuh gadis belia itu.


"Sama-sama, Kak?!" Jawabnya, dengan membalas rangkulan Ayu.


*******


BAli


Kedua bolamata yang tadi mengatup sempurna, mulai terbuka perlahan saat cahaya sang surya sedikit memberikan cahaynya, mengenai wajah cantik itu. Bangun dari tidurnya, dan mendapati tubuhya sudah berpakaian kembali dan dia yakin Adrian yang sudah mengenakan pakaian pda tubuhnya.


Seketika airmata menetes dari kedua sudut matanya, saat mengingat kejadian semalam, dimana Adrian memakai cara licik agar dia tetap bersama pria itu. Dan itu membuat dia tidak berdaya.

__ADS_1


"Ternyata aku sudah salah menilainya selama ini, awal pertemuan kami dia begitu manis, tapi ternyata dia seperti seorang phisychopat.'" Gumamnya, dengan seraya tersenyum kecil, seolah merasa takdir begitu kejam padanya.


__ADS_2