
* 7 menit kemudian*
Wanita paruhbaya itu, datang dengan membawa makanan yang berisi lauk, yaitu ayam goreng,serta sayur kesukaan Dara.
"Wah Bii.., enak banget ni..?!" Ucap Dara, saat mendapati makanan yang begitu enak, yang dubawakan Bibi kesayangannya itu.
"Makanlah, nanti pulang baru bibi bungkusin buat buat kamu lagi." Pinta Bibi Ati, sembari tersenyum dengan meletakkan makanan tersebuat, diatas meja.
"Iya Bibi." Jawab Dara, dengan memasukkan makanan tersebut, kedalam mulutnya.
Setelah selesai santap siang, Dara meletakkan piring tersebut diatas meja.
Bibi, Non Stellanya, ada gak?!" Tanya Dara, setelah meneguk airputih.
"Kamu mau ketemu sama dia?"
"Iya Bibi, semalam dia menghubungiku, katanya mau curhat, terus kangen Bibi sama aku, soalnya sudah lama Dara gak kesini."
Menghembuskan nafas panjang, sebelum menjawab pertanyaan keponakannya.
"Sebentar baru kamu ketemuan sama dia, Non Stella lagi sama kekasihnya dikamar. Kamu kan tau, kalau tuan sama Nyonya gak ada, pasti Non Stella selalu membawa pacarnya, Rendi kesini."
"Mee..., begitu ya Bi.., padahal katanya sebentar lagi dia akan bertunangan, dengan laki-laki pilihan orangtuanya, tapi kok dia masih ketemuan sama Rendi."
"Iya, Bibi juga kasian sama laki-laki itu, dia gak tau kelakuan Non Stella seperti apa. Sudah mau bertungan dengan pria pilihan orangtuanya, tapi kelakuannya masih kaya gini."
"Ngomong-ngomong laki-laki itu dari mana sih Bibi?!" Tanya Dara, yang begitu penasaran.
__ADS_1
"Yang Bibi dengar sih!, dia anak tunggal. Anak seorang pengusaha kaya, katanya dia baru pindah kuliah ke Bali."
"Begitu ya Bibi." Jawab Dara, sambil manggut-manggut.
*******************
# kediaman mahesa#
Adrian menatap langit - langit kamarnya, dengan pandangan menerawang, dan sepertinya ada yang dipikirkan oleh lelaki tampan itu.
"Aku rasa, aku jatuhcinta pada gadis iti." Gumamnya, dengan pandangan kosong.
Adrian bangun dari ranjangnya,dan berjalan kearah balkon kamar, pandangannya jauh menerawang kedepan
Pria tampan itu lalu mengambil phonsel pada saku celananya, dan menghubungi seseorang.
* panggilan telpon*
Dara: Aku lagi di tempat Bibiku Adrian, ada apa?!
Adrian: Gak, aku ingin main ke kos-kosannya kamu ,tapi kalau kamu gak ada di tempat, yasudah gak apa- apa.
Dara: Bagaimana kalau sebentar malam saja, soalnya sore baru aku balik kekos- kossanku, Adrian.
Adrian: Ya sudah, nanti kalau kamu sudah di kos-kosan, kabari aku yaa?!
Dara: Oke, nanti kalau aku sudah di kos, aku telepone kamu.
__ADS_1
Adrian: Ya sudah, bye Dara..!
Dara: Bye Adrian. Dengan menutup teleponenya.
"Setidaknya ijinkan aku untuk dekat denganmu, walaupun hanya sebentar Dara, sebelum aku menjadi milik orang lain." Gumamnya, dengan wajah sendu.
*****************
* kediaman keluarga Kana*
Dara menghembuskan nafasnya, saat menutup telepone, dari teman kampusnya itu.
"Kalau kamu begini terus, mana bisa aku cepat melupakan kamu, Adrian?!" Gumamnya, dengan wajah sendu.
"Tadi siapa yang menelpon?!" Tanya Bibi Ati, saat mendapati keponakannya menelpone.
"Teman kampusku.:
"Teman.., apa temen.." Goda Bibi Ati, pada keponakannya itu.
Dara hanya tersenyum hambar, karena sesungguh nya dia sudah jatuh cinta pada teman satu kampusnya itu, namun karena perbedaan status sosial, membuat ia mengurungkan niatnya, untuk menyatakan perasaannya.
"Dara.., Dara.." Panggil Bibi Ati, dengan menggoyangkan lengan Dara, saat melihat gadis cantik itu tampak melamun.
"Eh..eh.., ke kenapa Bi..?!" Tanya Dara, yang terjaga lamunannya.
"Justru Bibi yang tanya sama kamu, kenapa kamu melamun?!"
__ADS_1
"Gak ko Bibi, gak kenapa-kenapa." Jawab Dara berbohong, dengan berusaha menutupi kepedihan hatinya.
jangan lupa dukung author yaa,like,vote,komnt.🙏🙏🙏🙏