
Bobi Mahesa kembali keruangannya, dengan wajah yang tidak secerah sebelumnya.
Deni yang melihat wajah atasannya, yang sepertinya ada masalah memutuskan untuk bertanya.
"Anda baik-baik saja Tuan?!" Tanya Deni, yang sedikit khawatir.
"Aku baik baik saja." Jawab Bobi, dengan berlalu kembali ke ruangannya.
Laki-laki paruhbaya itu duduk dikursi kebesarannya, dengan raut wajah yang terlihat sendu.
"Kenapa ayahku, harus mempunyai hutang budi dengan keluarga Kana, kasian anakku Adrian harus menanggung semuanya.
Adrian maafkan Papa Nak, karena suka atau tidak suka kamu harus menerima perjodohan ini."
🏚️ Rumah keluarga Ridwan🏚️
Di ruangan keluarga tampak Ridwan, tengah berbincang-bincang dengan istrinya Bella.
"Malam Paa, Maa," Sapa Stella, yang baru saja datang.
"Darimana saja kamu Stella..?! habis menemui kekasih kamu yang gak jelas itu?!" Tanya Ridwan, dengan sedikit berteriak.
__ADS_1
"Pa..! jangan teriak- teriak begitu kenapa?" Tegur Bella, pada Suaminya.
Mengerucutkan bibirnya, menatap kesal Ayahnya.
"Ihh..papa, akukan cuman pacaran saja, lagi pula aku juga cuman main-main saja pacaran sama Rendi?!"
"Ingat ya Stella, sebentar lagi kamu akan menjadi anggota keluarga Mahesa, jadi papa harap kamu jaga kelakuan kamu!" Titah Bobi, pada putrinya.
"Iya Pa, Stella ngerti." Jawabnya' dengan nada memelas.
"Oh iya Pa, tadi Papa datang ke perusahaan Bobi Mahesa kan? bagaimana mereka mau tidak, kita undang makan malam untuk bahas tentang perjodohan Stella ,dan Adrian." Tanya Bella, penasaran.
"Tenang saja Maa, Tuan Bobi Mahesa memenuhi undangan makan malam kita. Papa senang banget sebentar lagi nama keluarga kita akan terangkat, dengan pernikahan Stella, dan Adrian." Jawabnya, dengan rona bahagia terlihat jelas diwajah paruhbayanya.
Stella yang dari tadi melihat orangtuanya tertawa bahagia, dia juga ikut senang. Karena tanpa harus berusaha untuk mendapatkan cinta seorang Adrian Mahesa, dia akan menjadi istri dari lelaki tampan itu.
Sebab berita yang ia dengar, Adrian sangat terkenal dikampusnya, berkat ketampanan, kepintaran, serta kekayaan keluarganya.
Karena itulah yang membuat Stella menerima perjodohan ini, karena sejak ia tahu, dia akan di jodohkan dengan Adrian Mahesa.
"Aku senang banget sebentar lagi, aku akan menjadi calon istrinya Adrian. Dan aku akan mengatakan pada teman-temaku." Gumannya, sambil senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Pa.., Ma.., Stella kekamar dulu."Pamitnya, pada kedua orangtuanya, dan berlalu menuju kamarnya.
Saat akan menuju kelantai atas, Stella mendapati Bibi Ati, yang sedang membersikan meja makan. Dan diapun memutuskan untuk menghampiri wanita parubaya itu.
"Bibi.." Panggilnya.
"Non Stella." Dengan menghentikan kegiatannya, sejenak
"Dara sudah terima bajunya?"
"Sudah Non Stella. Dara senang, katanya bajunya bagus, dia suka." Jawab Bibi Ati, sembari tersenyum.
"Nanti katakan pada Dara, suruh dia kesini dulu, saya kangen sama dia!"
"Iya Non" nanti Bibi sampaikan, dan makasih yaa! sudah baik sama keponakan Bibi."
"Sama-sama Bi.., kalau begitu aku kemar dulu."
"Iya Non"
Saat sudah berada didalam kamarnya, gadis berbadan ramping itu langsung berbaring, dan dia terlihat begitu bahagia.
__ADS_1
"Seperti mimpi, sebentar lagi aku akan menjadi calon istrinya Adrian, setelah jadi calon, terus istri, setelah itu aku akan menyandang status Nyonya Stella Mahesa. Dan aku akan menjadi salahsatu sosialita dinegeri ini." Gumamnya, sembari tersenyum.