
🏚️ Kediaman Mahesa🏚️
" Bu,bukan sayang maksud akuu..."
" Maksud kamu apaa...??" ucap Adrian dengan nada sinis
"Aku harus mencari cara, agar dia tidak memarahi ku lagi, ahh.. lebih baik aku pake cara ini saja" Bathin Dara yang tiba - tiba mendapat ide untuk mengatasi amarah suaminya.
" Sayaaangggg...." seru Dara dengan nada menggoda, sambil mengelus- ngelus dada sang suami, dan membuka kancing bajunya.
" Kenapa " Seru Adrian yang sudah termakan rayuan sang istri, sambil tangannya memeluk pinggang Dara, hingga tidak ada jarak memisahkan mereka.
" Kita bikin anak yuu..." Serunya berbisik yang terdengar menggoda, sambil menggigit kecil telinga Addrian.
" Kamu sekarang sudah mulai nakal yaa..Dara" ucapnya, dengan pandangan sudah di Liputi gairah yang membara, akibat sensasi yang di ciptakan istrinya.
Dara dengan nakal mendorong tubuh Adrian keatas ranjang, dan menindih suaminya.
Adrian hanya tersenyum bahagia, di balik sensasi gairah yang di ciptakan istrinya.
Dara terus menggerayangi tubuhnya,dan meninggalkan jejak kemerahan di sana.
"Woowww, aku sangat suka kau seperti ini istriku, malam ini kau terlihat sangat seksi" Seru Adrian, dan mulai menggesek - gesekkan miliknya yang sudah menegang.
" Tentu sayang malam ini, aku akan memimpin permainannya" Ucap Dara yang langsung mencium bibir suaminya.
Akhinya keinginan Dara agar suaminya, bisa melupakan perkataannya tadi terkabul, malam ini mereka melewatinya dengan aktifitas panas di atas ranjang.
__ADS_1
" Kenapa kau tiduurr, tadi kau bilang ingin membuatku tak berdaya, tapi sekarang kau duluan yang menyerah" Seru Adrian dengan nada kesal, sambil menatap istrinya yang sudah tertidur karena kelelahan akibat aktifitas mereka.
" Maafff sayaangg.., aku sudah lelah, esok baru kita lanjut yaaa..." Seru Dara dengan nada yang sudah terdengar berat , akibat kelelahan,dan menahan kantuknya.
" Ya sudah.., tidurlah. Tapi ingat esok kita harus lanjutkan lagi..!!"
" Iaaa..., sayaaanggg, esok yaaa..., " Ucap Dara sambil memejamkan matanya.
🍱Restorant🍱
" Maaf buat mu menunggu" Seru Stella yang baru saja datang, dengan menampilkan wajah juteknya.
" Tidak apa - apa , aku juga baru saja datang" jawab Dara tersenyum ramah.
" Katakan ada apa kau ingin menemuiku, masih punya muka juga kau, setelah diam - diam kau dan Adrian menjalin hubungan di belakang ku" Serunya dengan nada tajam
" Maafff, gampang sekali kau minta maaf, padahal selama ini aku sudah baik padamu, bahkan aku menganggap kau sudah seperti saudara ku sendiri, tapi apaa yang kau lakukan padaku" Seru Stella dengan nada berapi - api.
" Aku mohoonn, tenanglah Stella, bagaimanapun aku tidak akan melupakan kebaikanmu, tapi mau sampai kapan kita akan bermusuhan , hanya karena Adrian, lagi pula Adrian tidak pernah mencintaimu Stella, dia bertunangan dengan mu, hanya karena terpaksa, memang kamu mau hidup bersama laki -laki yang tidak mencintaimuu...!!"
Stella hanya tersenyum sinis, mendengar ucapan Dara.
" Jangan berbelit - belit, dan sok menasehati ku, katakan untuk apa kau ingin bertemu denganku"
" Kemarin aku bertemu dengan Rendi, dia mengatakan kalau dia masih sangat mencintaimu, dan dia ingin kalian kembali bersama"
Seketika Stella langsung tertawa, mendengar ucapan Dara.
__ADS_1
" Bukan kah dia sudah mencampakkan aku, bahkan mungkin sekarang dia dan Tanti sedang bersenang - senang" serunya tersenyum sinis.
" Kau salah Stella, dia tidak bersama Tanti, Tanti sudah menikah, dan sekarang dia sudah tinggal di Australia, sebenarnya dari dulu dia sama sekali tidak mencintai Tanti, dia kembali pada Tanti, karena dia sakit hati padamu, saat kau menyangkal hubungan kalian, dan kau lebih memilih Adrian dari padanya.
Kembalilah padanya, Rendi sangat mencintaimu" Seru Dara mencoba memberi pengertian pada sahabatnya.
" Memang aku menyangkal hubungan kami di depan orangtuaku, dan orang tua Adrian, tapi dia juga menyakitiku, dan aku yakin pasti kau sudah bersekongkol dengannya kaann...!!, maaf Dara aku bukan wanita bodohh" seru Stella yang langsung bangun dari duduknya, dan berlalu keluar dari restorant itu.
Dara langsung mengejar sahabatnya itu.
" Stella dengar kan aku dulu Stella, dengarkan aku dulu" Seru Dara sambil memegang tangan Stella agar mendengarkan omongannya.
" sudah lepaskan tanganku Daraa..., lepaksann.." ucapnya sambil berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Dara.
Perdebatanpun tak dapat di hindari, bersamaan dengan itu, muncul sebuah kendaraan, Dara yang sudah melihatnya langsung mendorong kuat tubuh Stella.
" Stella awaassss...." serunya mendorong tubuh sahabatnya, hingga Dara yang tertabrak oleh kendaraan.
" Daraaaa...." seru Stela menyambangi sahabatnya, yang telah bersimbah Darah ,dan tak sadarkan diri.
" Daraa aku mohon bangunlah,bangunlah Daraaa..." Seru Stella menangis sambil memangku kepala sahabatnya.
" Ayooo, kita segera bawahh kerumah sakit Nona" seru orang - orang yang berada disitu.
" I, iya Paaa..." Seru Stella sambil terus menangis memikirkan Dara.
Akhirnya Dara pun segera di larikan kerumah sakit terdekat, ditemani Stella sahabatnya.
__ADS_1