
" kamu ternyata seorang physicophat Adrian..!dibalik wajah mu yang tenang ternyata kamu sangat licik!! ucap Arman dengan nada sedikit tinggi.
" kamu tau seberapa besar keluarga ku berkuasa, aku bisa melakukan apapun yang aku mau,bahkan membuat wanita yang ku inginkan untuk tidak pergi dariku" jawabnya sambil tersenyum sinis.
" Apa yang sudah kau lakukan pada Dara Adriann..!! teriaknya
Itu urusan ku ,dan Dara. Dan kau tidak perlu ikut campur, tapi sekali lagi kuperingatkan Dara adalah milikku, dan ia adalah dan selamanya akan begitu" Ucapnya dengan nada penuh penekanan.
" kau sangat licik Adriann...!! Teriaknya
"'Aku tidak peduli apa kata - kata mu" tapi aku tekankan lagi ,Dara hanyalah milik seorang Adrian Mahesa. Ucapnya ,dan membalikkan badan.
Ketika ia akan melangkahkan kaki, dari ruangan kosong itu,seketika ia berhenti ,dan kembali berbicara pada Arman
" Ingat nasip keluarga mu " ada di tangan mu" jangan sampai perasaan mu pada Dara membuat keluarga mu jatuh miskin" ucapnya tersenyum ,dan berlalu pergi.
Adrian tersenyum menang ketika ia telah berada dalam mobil,dan akan meninggalkan gudang tua itu.
Terdengar suara telpon di phonshel milik Adrian.
Adrian langsung menekan tombol hijau begitu ,melihat yang menghubunginya adalah Stella.
๐ฒ percakapan๐ฑ
__ADS_1
Adrian :" hallo ada apa " ucapnya dengan nada sedikit malas
Stella :" sayang bisa kah esok kita bertemu untuk membahas pertunangan kita?
Adrian:" baiklah esok aku yang akan menelpon mu ,dimana kita akan bertemu
Stella :" oke sayang aq tunggu
sambil menutup telponnya.
Sekarang tinggal wanita ini saja yang aku bereskan" Gumam Adrian sambil melajukan mobilnya,ditengah keheningan malam.
๐ esok hari,kos Dara๐
Dengan mata masih setengah terpejam, Dara meraba ranjang sebelahnya,untuk mencari seseorang" ketika di rasakan yang ingin di sentuhnya tidak ada.
Dara langsung terjaga dari tidurnya,dan bangun duduk bersila di atas ranjang kecilnya.
" Ternyata dia benar - benar tidak pulang " gumamnya.
" Kenapa aku jadi seperti ini yaa,padahal aku hanya seperti budak napsunya dia" kapan semua ini akan berakhir, karena aku sudah lelah , ternyata Adrian tidak sebaik yang kukira, kepolosannya serta perhatiannya saat pertemuan kami pertama dulu itu semua palsu perasaan cintaku seperti nya sudah mulai memudar ,semenjak aku mengetahui pribadi Adrian yang pemaksa, dan menggunakan kekuasaannya ,untuk membuatku terus bersamanya, aku saat ini hanya terpaksa mencintai nya " sebab keadaan membuat ku tak berdaya. Gumamnya dalam hati.
Setelah tersadar dari lamunannya, Dara langsung menyambar handuk nya,untuk melakukan ritual mandinya.
__ADS_1
Setelah selesai dengan ritual mandinya selama 40 menit , Dara langsung memakai pakaian seragam ,dan memakai sedikit lipblam ,dan bedak
Wanita berparas cantik itu, sempat memperhatikan leher, hingga ke payudaranya ketika ia berdiri di depan kaca.
" Syukurlah dia hanya meninggalkan jejak kepemilikannya di sekitar payudara ku saja" kalau ga hari ini ,bisa - bisa aku g masuk sekolah. Gumamnya sambil mengancing kembali kancing seragamnya.
Kemudian Dara pun menyambar ranselnya ,dan berlalu pergi ke sekolah.
๐Sekolah ๐
" Daraa..!! Panggil Dina
Dara langsung membalikkan badannya, ketika ia akan masuk kedalam kelas.
" Ada apa Din? tanya Dara, sambil kembali melangkahkan kakinya ke dalam kelas ,bersama Dina.
" kemarin aku bertemu dengan Stella , sahabat kamu itu.U cap Dina
" Oh ya..!!" Ucap Dara yang sedikit tertarik dengan pembicaraan Dina
" Kamu tau apa yang dia bilang padaku kalau dia akan bertunangan, dan pasti kamu akan kaget deh kalau aku bilang siapa pria yang akan bertunangan dengan Stella.
" Memang siapa pria yang akan bertunangan dengan Stella..? Yanya Dara yang berpura - pura tidak tau
__ADS_1
minta komnt,like,vote yaa,buat mendukung author makasih.๐๐๐๐๐