
🏚️ Kediaman Bobi Mahesa🏚️
" maa" seru Dara pada Anita ketika mereka tengah berbincang - bincang.
" ada apa?
" siapa Ayudia maa?
Seketika Anita sedikit kaget , dan menyerngitkan dahinya ketika Dara , menanyakan siapa Ayudia.
" dari mana kamu mendengar tentang Ayudia ,Dara? tanya Anita yang tiba - tiba berubah serius.
" aku, akuu.., ucap Dara sedikit gugup ,dan menundukkan kepalanya.
" kemarilah " seru Anita mengajak Dara duduk di sebelahnya.
Dara menyambangi ibu mertuanya yang tengah duduk di atas ranjang.
" Ayudia ,adalah mantan kekasih Adrian, mereka menjalin hubungan cukup lama, dia adalah Kaka dari teman kelasnya Adrian waktu ia bersekolah di Jakarta, memang Adriann sangat mencintainya, tapi sayang Ayudia mengkhianatinya dengan teman kampusnya karena ia menganggap Adrian hanya seorang anak kecil" ucap Anita panjang lebar.
" maa, apakah Adrian masih mencintai wanita itu? tanya Dara yang terlihat penasaran.
" mama yakin Adrian sudah tidak mencintainya lagi, percayalah sama mama" ucap Anita meyakinkan Dara.
" bagaimana aku bisa percaya kalau dia tidak mencintai wanita itu, sementara aku pernah melihat dia masih menyimpan fotonya Ayudia, tapi kalau dia masih mencintai wanita itu, mau gimana lagi, tohh selama ini aku juga belum yakin dengan perasaanku, apakah aku sudah mencintainya atau belum bathin Dara yang terlihat melamun.
" Dara, Dara panggil Anita sambil menggoyangkan lengan menantunya.
" i, iya maa" ucapnya dengan sedikit terkejut.
" apa yang kamu pikirkan?
__ADS_1
" tidak maa, aku tidak memikirkan apa - apa " bohong Dara.
" uhuk " uhuk, batuk pura - pura Adrian, yang baru saja pulang.
"Adrian" seru Anita yang sedikit terkejut dengan kemunculan putranya, yang masuk ke kamar, karena pintu kamar tidak di kunci.
" sayang kamu sudah pulang" seru Dara menghampiri Adrian, dan mengambil tas kerja suaminya.
" lagi ngomongin apa, sepertinya serius sekali " ucap Adrian dengan nada dingin.
Seketika Dara langsung menelan ludahnya yang terasa berat, dan ia melirik ibu mertuanya untuk menjawab pertanyaan Adrian.
Anita yang sudah mengerti maksud menantunya, langsung menjawab pertanyaan putranya yang terlihat penasaran.
" itu biasa lagi gosibpin masalah perempuan, mama juga mau ajarin istri kamu masak, karena Dara ingin jadi istri yang baik, ia kan Ra? bohong Anita.
dara kenapa kamu bodoh banget sih, mama sudah berusaha menutupi, tapi malahan kamu membongkarnya , moga - mogahan Adrian ga curiga, kalau aku ,sama Dara lagi ngomongin Ayudia.Gerutu Anita dalam hati.
Seketika Adrian langsung menyerngitkan dahinya, menatap ibunya, dan istrinya.
" aduh, kenapa aku jadi bodoh begini" bathin Dara menggurutu kebodohannya sendiri, karena tidak menyadari ucapannya.
" ya, sudah Adrian kamu lanjut sama istrimu, Mama mau kedapur dulu" ucap Anita yang lebih memilih untuk menghindar.
Adrian melepaskan Jaznya dan membuangnya kesembarang arah, dan melepaskan dasinya,dan membuangnya di atas kursi panjang.
" dia pikir ,aku pembantunya apa memang ga bisa yaa, di simpan yang benar, selalu saja seenaknya, dasar pria sombong, arogant, apasih bagusnya dia" gerutu Dara dalam hati.
" tadi kamu sama mama lagi ngomongin apa? tanya Adrian yang terlihat penasaran.
__ADS_1
" ga sayang , aku sama mama ga lagi ngomong apa - apa ko, lagi ngomongin masalah perempuan aja sayang?
" ingat ya Dara, jangan berusaha untuk kabur, atau bercerai" karena sampai kapanpun itu tidak akan pernah terjadi.
Seketika Dara langsung menelan ludahnya yang terasa berat di tenggorokan, begitu mendengar ucapan suaminya itu.
" bagaimana aku bisa kabur, atau bercerai dari nya, sementara dia akan melakukan apa saja untuk membuat aku tetap bersamanya, apa dia ga nyadar ya sama ucapannya" bathin Dara yang terlihat kesal.
" apa yang kamu pikirkan, ucap Adrian menatap tajam istrinya"
" ga sayang, aku ga memikirkan apa - apa!
" kemarilah"
Dara menghela nafas panjang ,dan menyambangi suaminya yang sedang berbaring di atas ranjang.
" ingat yaa, jangan bilang kamu ingin berpisah dariku, karena ingin menjalin hubungan dengan si Arman itu" ucapnya tersenyum sinis, sambil memainkan anak rambut Dara.
Dara sedikit kaget begitu mendengar ucapan suaminya, tapi ia berusaha tetap tenang.
" si,siapa yang bilang sayang" ucap Dara sedikit gugup.
"kenapa kamu kaget, karena aku mengetahui kamu pernah bertemu dengan si pria
sialan itu?
" i,iya kami memang bertemu sayang, tapi hanya sekedar bertegur sapa, kamu kan tau kalau kita dulukan satu angkatan, jadi sebatas teman sayang, itu juga ketemuan cuman sekali, dan ga sengaja juga sayang" ucap Dara sambil menggandeng manja lengan suaminya.
" ya semoga saja benar" ucap Adrian sambil menggit kecil telingga sang istri , yang membuat bulu kuduk Dara merinding.
foto Arman sang Presdir, dan sekaligus CEO.Pria tampan ini walaupun pernah di ancam, Adrian tapi tidak bisa menghilangkan perasaanya.
__ADS_1