
🏚️ Kediaman Mahesa🏘️
Dara membuka matanya perlahan- lahan saat cahaya matahari, mengenai wajah cantiknya.
Ia merasakan badannya begitu remuk, akibat pergulatan ia ,dan Adrian semalam.Dara senyum - senyum sendiri, membayangkan bagaimana ganasnya Adrian semalam,membuat ia berkali - kali mencapai puncak kenikmatan.
Tapi disitulah timbul rasa penasaran dalam dirinya, karena semalam ia tau suaminya dalam pengaruh obat perangsang saat mereka melakukannya.
" apakah Ayu yang memberikan obat ituu...!!!" seru Dara merasa tak percaya dengan apa yang diucapkannya.
" Ya Tuhaann.., apakah Ayu serendah itu..!" seru Dara dengan rasa yang semakin terlihat penasaran.
Darapun bergegas kekamar mandi, karena ia harus pergi ke kampus.
Setelah melihat penampilannya sudah terlihat cantik, Dara langsung turun ke lantai bawa.
Saat menuruni tangga langkahnya seketika terhenti, melihat Ayu membawa koper besarnya keluar dari kamar, dengan langkah sedikit kesusahan akibat isi barangnya yang begitu banyak.
Dara langsung mempercepat langkah kakinya menuruni anak tangga menghampiri wanita cantik itu.
" Ka Ayu, ka Ayu mau ke mana ? panggil Dara ramah.
Ayudia tersenyum sinis,menatap Dara.
__ADS_1
" Kamu ga usah deh sok peduli sama saya, kamu senangkaann...!!, Adrian mengusir saya dari rumah ini" serunya dengan nada tajam.
" Mengusir" seru Dara sambil menyerngitkan dahinya, karena ia sedikit terkejut, mendengar ucapan Ayudia bahwa Adrian telah mengusirnya.
" Ia mengusir saya, dan ini semua gara - gara kamuu.." ucapnya dengan nada tajam
Dara hanya tersenyum, mendengar ucapan Ayu, yang memojokkan dirinya.
" Aku sangat mengenal suamiku, pasti ka Ayu melakukan kesalahan, sehingga membuat Adrian mengusir Kaka dari rumah ini" serunya tersenyum
" Sok tau kamu" ucapnya dengan nada kesal.
" Maaff..., apakah semalam ka Ayu, yang memberikan obat perangsang kepada suamiku" tanya Dara hati -hati.
" Iya kenapaa..!" jawab Ayu dengan tidak tau malunya.
" Ka Ayu, aku tau kalau dulu Ka Ayu, sama Adrian sangat saling mencintai,dan maafkan aku karena mungkin kehadiranku sudah menjadi penghalang buat kalian,sebenarnya saat ka Ayu menginjakkan kaki di rumah ini,aku sudah pasrah, dan rela jika Adrian kembali pada Kaka, jadi maaf aku sama sekali bukan penghalang, sekarang semuanya terserah Adrian, kalau memang Adrian mau kembali sama Kaka, aku akan merelakannya. Seru Dara tersenyum.
" Sok bijak kamu, minggir sanaa...!!!, aku mau pergi, bagaimanapun aku akan tetap merebut Adrian dari kamuu..! sambil melangkahkan kakinya menuju pintu utama.
" Aku sudah merelahkan Adrian kaa..,sekarang semuanya dari usaha Kaka saja, bagaimana bisa mengambil kembali hatinya" seru Dara tersenyum.
Ayudia berbalik, dan tersenyum sinis menatap Dara.
" Aku lebih cantik,karirku bagus, dan aku juga lebih kaya darimu, kamu liat saja cepat atau lambat Adrian pasti akan mencampakanmu" serunya, dan berlalu pergi.
__ADS_1
Dara hanya menghela nafas panjang, menatap kepergian Ayudia.
"Wanita siluman itu sudah pergi? tanya Anita yang baru saja menghampiri menantunya.
" I, iya Maa...," seru Dara sambil tersenyum karena merasa lucu dengan ucapan Anita yang mengatai Ayudia wanita siluman.
" hemmm..., baguslah Mama lega,
ohh... iya kamu tau ga alasan apa hingga Adrian mengusirnya" tanya Anita penasaran.
" Dara ga tau Maa.., oh iya Maa Dara kekampus dulu yaa..? ucap Dara sambil mencium pungung tangan Anita,dan berlalu dengan tergesa - gesa meninggalkan mertuanya.
🍱 Restorant🍱
" Maaf aku datang terlambat Tuan Adrian" seru Arman sambil menyunggingkan senyumannya, pada pria yang sebenarnya adalah musuh, sekaligus saingannya.
" Tidak masalah, Tuan Arman. Karena aku sangat senang bertemu denganmu, bukan kah pertemuan terakhir kita waktu di gudang kosong itu" ucap Adrian dengan senyuman devilnya.
" Tentu, sampai kapanpun aku tidak akan melupakan kejadian itu, makanya aku sangat tertarik untuk kerjasama dengan anda" ucapnya tegas, sambil tersenyum
Adrian hanya tertawa, karena melihat Arman begitu berani berhadapan dengannya.
" Tentu, aku juga sangat senang bekerja sama dengan anda Tuan Arman"
Adrian menjentikan jarinya pada Deni sang sekretaris.
__ADS_1
Deni yang sudah mengerti maksud Tuan mudanya, langsung memberikan berkas - berkas penting, dan dokumen tentang proyek mereka, yang akan melakukan kerja sama.
" Bagaimana kabar istri andaa..? tanya Arman yang berusaha memancing emosi Adrian.