Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.92.Bahagianya Dina


__ADS_3

🏥 Rumah sakit🏥


Dirumah rumah sakit.Ruang V.I.P.


Tampak Dara tengah memainkan phonshelnya.Ini adalah hari ke tiga ia berada di rumah sakit, tapi kedua sahabatnya tampak belum juga menunjukkan batang hidungnya, sejak awal ia di bawah kerumah sakit.


Sementara Stella setiap hari selalu menempatkan waktu untuk berkunjung, di temani Rendi kekasinya.


" Kamu kenapa Sayang.., wajahnya kelihatan ga semangat gitu..!!, ada yang masih sakit..,?Tanya Adrian pada istrinya.


" Rian, sama Dina ko ga pernah datang jenguk aku yaa..? Seru Dara dengan wajah sendu.


" Memang kamu ga ngabarin mereka sayang..!, kalau kamu masuk rumah sakit..? Tanya Adrian


"Aku udah ngabarin koo...!!


' Oh Iya Dara.., bagaimana kabarnya teman kamu Dina? Tanya Roi yang kebetulan sedang menjenguk istri sahabatnya itu.


" Ada apa tumben kamu nanyain Dina..? Tanya Adrian dengan nada penuh selidik.


' Memang ga boleh aku nanya dia, dia bukan istrinya orangkan..,??


" Kenapa sih kamu ga ngaku aja kalau kamu suka sama sahabatku Adrian" Seru Dara menggoda sahabat baik dari suaminya.


Roi hanya tersenyum, dan tidak menjawab pertanyaan dari istri sahabatnya itu.


Tak lama pun muncul Dina, dan Rian yang baru saja datang.


" Hallo Ra.., haloo Adrian, hallo Ro., Roi..! Sapa Dina yang datang secara tiba - tiba bersama Rian tampa mengetuk pintu, dan ia sedikit terkejut melihat pria yang sudah lama di sukainya lagi di ruangan itu.


" Halloo.., Semuanya ..!! Sapa Rian


" Kalian berdua masuk ko ga ketuk pintu, bikin kita kaget saja" Seru Adrian yang terlihat kesal.


" Maaf Tuan Adrian, soalnya kami berdua sudah rindu banget sama sahabat kami ini, Ra.. maaf ya kami baru bisa datang, soalnya dosen botak itu kasih tugas kuliahnya ga habis - habis" Seru Dina merasa bersalah.


" Iya maaf ya Raa.., kami baru bisa datang" Ucap Rian pula.


" Ga apa - apa ko, aku pikir kalian ga ingat sama aku lagi" Seru Dara dengan wajah pura - pura terlihat kesal.


" Ga lah Raa.., masa kami lupa sama kamu iya kan Rian..?


"Iyaa.." Jawab Rian singkat, sambil mengangguk cepat.


Uhuk..

__ADS_1


Uhuk..


Uhuk..


Batuk pura - pura Roi.


Seketika ketiga sahabat yang tengah asyik mengobrol itu, langsung mengalihkan perhatiannya pada Roi.


" Kalian bertiga dari tadi bicara, sampai ga ingat ada aku sama Adrian disini" Seru Roi tersenyum, tapi arah matanya menatap kearah Dina.


Mereka bertiga pun hanya tersenyum, mendengar ucapan Roi.


"Ahh .., bilang aja kamu ada maksud karena dari tadi, Dina cuekin kamu iya kaan? Seru Adrian.


Dina yang mendengar ucapan Adrian hanya tersenyum malu, karena sebenarnya dari dulu dia sudah menyukai Roi.


" Sepertinya aku mencium aroma orang - orang lagi jatuh cinta nii...!!" Seru Rian menggoda Dina, dan Roi.


" Apa,an sih kamuu.." Ucap Dina sambil mencubit pinggang sahabatnya karena malu.


Dina, dan Roi hanya tersenyum malu.Dengan ucapan Rian.



Adrian yang duduk disisi istrinya hanya tertawa.


" Kamu ngomongin aku, kaya kamu gitu aja sama Dara, kamu aja pake acara pemaksaan"


" Sialan luu..." Seru Adrian dengan langsung melemparkan bantal kearah sahabatnya itu.


Yang membuat Rian, Dina, Dara menertawai kedua sahabat yang tampak konyol itu.


Dara tidak menyangkah dibalik sikap dingin suaminya, ternyata dia bisa bersikap kekanak - Kanakan juga.


" Rooii..!!"Panggil Dara tiba - tiba.


" Kenapa"


" Aku mau bicara serius nihhh...!!


" Bicara serius apa Raa.." Tanya Roi dengan ekpresi penasaran.


"Gini lhoo.., kamu kalau suka sama teman aku, kenapa ga nembak sekarang aja, mumpung sahabatku ini masih jombloh lhoo..?


" Kamu apa,an sihh Raa..!! Seru Dina malu - malu

__ADS_1


" Kamu ga usah munafik dehh Dina.., bukannya dari dulu kamu juga udah ngefans sama Roi, bahkan dari jaman kita SMA.


" Riaaannn....." Seru Dina dengan ekpresi kesal dengan langsung memukul buku pelajarannya di kepala Rian.


" Buugghhh...""


" Auuhhh...Sakit Dina " Seru Rian sambil memegang kepalanya.


" Habis kamu itu mulutnya, kaya ember lhoo..."


" Iya Sorrii" Serunya tersenyum.


Roi hanya tersenyum, dia tidak menyangkah Dina mempunyai perasaan yang sama dengannya.


Dengan memberanikan diri, dia berjalan kearah Dina, semua yang di dalam ruangan itu hanya tersenyum melihat tindakan Roi


" Dina di hadapan sahabat - sahabat kamu, dan juga di hadapan sahabatku Adrian, aku mau ngomong serius sama kamu"


" Uhuk..


Uhukk..


Batuk pura - pura Rian.


Sementara Dina tampak gugup, wajahnya merona karena malu.


" Mau ngomong apa Roi..? Tanyanya malu - malu.


" Aku suka sama kamu Din..,kamu mau ga jadi pacar aku..! Ucap Roi dengan wajah terlihat serius, sambil menatap tajam Dina.


" Terimah


" Terimah


" Terimah..


Seru Adrian, Dara, dan Rian dalam ruangan itu.


" Aku mau jadi pacar kamu Roi, aku juga sebenarnya dari dulu juga sudah suka sama kamu" jawab Dina malu - malu.


Seketika mereka yang dituangkan itu, langsung bertepuk tangan.


Prookk


Prookk

__ADS_1


Prookk


__ADS_2