
Tanpa banyak curiga Adrian langsung meminum minuman itu, karena ia memang merasa kehausan, seharian berada di dalam ruang kerja.
Ayudia tersenyum bahagia, rencananya untuk mendapatkan Adrian tak lama lagi akan berhasil walaupun harus memakai cara kotor.
Adrian merasa gelisah, ia merasa keanehan dalam tubuhnya, dan merasa tubuhnya seketika panas, dan miliknya sangat menegang, setelah meminum minuman itu.
" apa yang kau masukkan dalam minuman ku Ayu" Seru Adrian dengan wajah yang terlihat memerah akibat dosis yang begitu tinggi.
" aku hanya ingin mengambil apa yang harus menjadi milikku Adrian, seru Ayudia sambil berjalan mendekati Adrian ,dan mulai membuka kancing bajunya satu - persatu.
" Dasar kau wanita murahaannn..." seru Adrian dengan berusaha bangun, dan keluar dari ruangan itu, karena ia sudah tau kalau ia masih tetap berada disini, sesuatu yang tidak di inginkan pasti akan terjadi.
" minggir Sanaaa kamuu..., ucapnya dengan berusaha berjalan dan mendorong kuat tubuh Ayudia, ketika wanita itu ingin menciumnya, hingga tubuh ayu terjatuh.
Dengan sisa tenaganya, Adrian memaksakan diri berjalan kearah pintu ,dan membukanya.
" Adriaannn..., jangan pergi " seru Ayudia sambil menahan tangisnya, karena sekalipun di bawah pengaruh obat Adrian tetap menolaknya.
" Adriaann..., hiks,hiks,hiks, jangan pergi Adrian ,jangan pergiii...." serunya sambil terus menangis.
Dengan sisah tenaganya Adrian menaiki lantai dua kamarnya, karena bagaimanapun ia harus mendapat pelepasan ,dan itu hanya dengan Dara istrinya.
Adrian membuka pintu kamar.
Ceklek"
Dara yang baru saja keluar dari kamar mandi sedikit terkejut melihat langkah suaminya sedikit gontai.
" Sayaangg kamu kenapa...?, seru Dara sambil berjalan menghampiri suaminya dengan perasaan kuatir.
__ADS_1
Melihat rambut Dara yang masih basah, dan wanita cantik itu memakai pakaian yang sedikit terbuka, hingga membuat ia terlihat seksi, yang makin membangkitkan gairah Adrian, dengan pandangan yang sudah diliputi gairah.
" Daraaa.., aku butuh kamu" serunya dengan suara parau.
" ada yang memberikan kamu obat itu sayaangg" tanya Dara yang begitu melihat keadaan suaminya, ia sudah sangat tau.
Adrian hanya mengangguk,dan langsung mencium bibir istrinya, dan menggiring Dara keatas ranjang.
Dara hanya pasrah, ketika suaminya mulai membuka pakaiannya, dan mereka pun terlibat aktifitas panas, Adrian sangat liar malam itu, membuat Dara mencampai puncaknya berkali - kali, karena mungkin akibat obat perangsang , yang membuat ia terlihat sangat ganas, dan mereka melakukan hingga pagi menjelang, dengan gairah yang membarah.
Sinar matahari pagi telah menunjukkan wajahnya di ufuk timur, Adrian terlihat sangat tampan dengan stelan jaznya.
Sementara Dara, masih tertidur
Adrian hanya tersenyum menatap istrinya yang masih tertidu dengan sangat pulas, hingga tidak menyadari kalau waktu telah menunjukkan pukul 8.00 pagi.
" maafkan aku, karena membuatmu kelelahan, tapi aku hanya ingin melakukan denganmu, dan tidak dengan wanita lain" gumamnya sambil mencium pundak Dara, dan berlalu keluar dari kamar.
Adrian menuruni tangga, menuju lantai bawah.
Terlihat di ruang makan orangtuanya, Ani dan Ayu tengah menikmati sarapan pagi, sambil berbincang - bincang.
Ayudia langsung menundukkan kepalanya, begitu melihat tatapan Adrian yang menatapnya dengan tatapan tajam.
" Pagi Tuan muda" sapa Deni, sambil meraih tas kerja Adrian.
" Adrian di mana Dara, kenapa jam segini belum bangun" tanya Anita heran
__ADS_1
"Dia masih tidur Maa.., akibat kelelahan, karena melayaniku semalaman" seru Adrian dengan tatapan menatap Ayu.
Seketika Ani langsung terbatuk - batuk.
Uhuk
Uhuk
Uhuk
" Ka Adrian ngomongnya kok fulgar banget sihh??? serunya dengan nada kesal.
" Wahh..., sebentar lagi Mama bakalan cepat punya cucu dong" seru Anita sumringah
Deni, dan Bobi hanya tersenyum mendengar ucapan Adrian, dan Ayudia hanya menunduk, dan merasa sesak dalam dadanya,mendengar ucapan Adrian, karena semalam harusnya Adrian melewati malam dengannya.
" Adrian kamu ga sarapan lagi? tanya Bobi pada putranya.
" Tidak aku harus berangkat kerja, dan kau Ayu..!, aku minta segera angkat kaki dari rumah ini, disaat aku pulang aku tidak ingin melihat mu lagi, dan kau pasti sudah tau alasan apa Aku mengusirmu" seru Adrian dengan nada tegas.
" Ayo Pa Deni.., kita pergi sekarang "
" baik Tuan muda" jawab Pa Deni mengikuti langkah kaki Tuan.mudanya.
" Ka Ayu ada apa? , kenapa ka Adrian mengusirmu? tanya Ani penasaran
" Ada apa Antara kau ,dan putraku " tanya Anita penuh selidik.
" maaff.., aku harus segera pergi, aku akan tinggal di apartemen yang baru saja aku beli." seru Ayudia ,dan berlalu menuju kamar, meniggalkan mereka yang menatapnya dengan rasa penasaran.
__ADS_1