Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ekstra part. Terpaksa mencintai


__ADS_3

🏚️ Kediaman Adrian Mahesa🏚️


Lima tahun telah berlalu, terasa seperti mimpi bagi seorang Dara Afriza. Menjadi istri dari seorang pengusaha kaya raya Adrian Mahesa, terasa mimpi buatnya.


Dulu bersanding dengan Adrian, menurutnya itu sangat musthahil. Mengingat Adrian berasal dari keluarga kaya.


Apalagi menyadari dirinya dari keluarga sederhana, dan seorang anak yatim piatu.


Dara duduk di balkon kamarnya, menatap keindahan pantai, dan menghirup udara di sore hari.


Ia tersenyum, menatap putranya yang tengah bermain, di temani Bi Ati.


Ya sejak Dara ,dan Adrian memutuskan untuk tinggal sendiri, ia menyuruh Bibinya , Bi Ati untuk tinggal bersamanya.


Ia tersenyum, melihat melihat putranya yang terlihat sangat aktif,berlarian kesana - kemari hingga membuat Bibinya kerepotan.


" Reno..., jangan lari - lari nanti jatuh..!! Teriak Bi Ati, karena melihat Reno berlari kesana - kemari.


Dara sedikit terkejut, ketika seseorang memeluknya dari belakang yaitu Adrian.


" Sayang kamu apa,an sih buat aku kaget..!! Serunya dengan nada sedikit kesal.


" Memang aku tidak boleh memelukmu sayang..!!


Dara membalikkan badan, dan kini ia berhadapan dengan Suaminya.


" Kau sudah pulang Sayangg..?


" Seperti yang kau liat,aku sudah berada didepan mu." Jawabnya tersenyum.


" Oh iya bagaimana kabarnya kesehatan putriku didalam sini." Sambil membelai perut istrinya.


Seketika Dara langsung tertawa mendengar ucapan Suaminya.


" Sayanggg... Sayang, setiap hari kau terus bersamaku, dan kau tau aku baik - baik saja.Tentu putrimu juga dalam keadaan baik - baik saja. Kalau Mamanya happy, pasti putrimu juga happy Sayang.


Adrian hanya tersenyum, mendengar ucapan istrinya.


" Oh iya, tadi Roi datang kekantor,ngantarin ini .Seru Adrian sambil menyerahkan sebuah kartu undangan.

__ADS_1


Dara menerimah, dan menatap heran, disana ada nama Roi, dan Dina sahabat baiknya.


" Mereka mau menikah sayang..?


" Ia esok di hotel Alfazira."


🏨 Hotel🏨


Malam hari di hotel Alfazira, banyak tamu undangan yang sudah hadir.


Dina mengundang alumni SMA.N.1 XXX, semua mata tertuju kedua insan yang baru saja datang yaitu:, Adrian dan Dara, juga Deni sang sekretaris.


" Hei bukannya itu Adrian, sama Dara...? Ucap salah satu tamu undangan yang merupakan satu alumni dengan Adrian, dan Dara


" Iya itu mereka, mereka pasangan suami istri.Padahal waktu kita SMA, mereka ga pacaran kok sekarang sudah bersama, dan katanya mereka sudah punya anak, dan yang ini, Dara mengandung anak mereka yang kedua."


" Meemm, begitu.Mereka pasangan yang cocok yang satunya ganteng, dan yang satunya cantik."


" Iya mereka sangat cocok, tapi aneh ajah mereka bersama. Karena saat kita SMA, Adrian sudah punya tunangan.Dan katanya, tunangannya dia adalah sahabat baik Dara lho..!!


" Massa...!! seru yang lain sedikit terkejut.


Uhukk


Uhukk


Batuk pura- pura Arman, yang secara tidak sengaja mendengar ucapan teman - teman seangkatannya semasa di SMA.N.1.XXX.


" Kalian sebenarnya datang kesini, mau ngikut resepsi pernikahan Roi, sama Dina atau mau gosipin orang." Seru Arman dengan nada sinis.



Seketika mereka semua terdiam, dengan tatapan tajam dari Arman sang CEO tampan tersebut.


" Maaf Arman, maaf ." Seru Yuni yang merupakan teman kelas Arman, waktu duduk di bangku SMA.


" Maaf, maaf aku peringatkan kalian mendingan berhenti bergosip tentang Dara, dan Adrian kalau sampai Adrian tau.., kalian menggosipkan dia dan istrinya aku yakin dia akan melakukan hal yang dapat menyusahkan hidup kalian.


" Maaf Arman, maaf. Kami janji ga akan membicarakan mereka lagi." Seru yang lain.

__ADS_1


" Bagus, kalau begitu aku pergi dulu." Serunya dengan nada tegas, sambil berlalu begitu saja.


Malam ini Dina nampak cantik, dengan gaun pengantinnya yang berwarna gading, semua mata tertuju pada pasangan Roi, dan Dina saat mereka berjalan menuju pelaminan.



" Aku ga nyangkah sayang, mereka akan menikah." Seru Dara pada Suaminya.


" Sama seperti kita berduakan, aku juga ga menyangkah akan mempunyai pasangan hidup teman kelas aku sendiri."


Dara hanya tersenyum, mendengar ucapan suaminya. Dia pun tidak menyangkah akan menikah dengan Adrian, yang notabenenya adalah pria kaya, dan sangat tampan disekolahnya dulu.


Terdengar suara riuh saat Rian, naik keatas podium untuk membuka acaranya.



" Selamat malam Tuan- Tuan, dan Nyonya - nyonya.Terimah kasih sudah hadir, di resepsi pernikahan sahabat terbaikku Dina, dan Suaminya Roi.


Dan terimah kasih khusus kuucapakan, pada kalian alumni SMA.N.1.XXX, yang sudah menyempatkan diri, untuk hadir di resepsi pernikahan sahabatku.


" Silahkan di nikmati acaranya, dan sekali lagi terimah kasih karena sudah hadir."


Terdengar tepuk tangan para tamu undangan, yang sebagian besar adalah alumni SMA.N.1.XXX.


" Ahhh..., Rian kamu memang sahabat terbaikku."


Acara pun berlangsung meriah, karena Roi mengundang artis ibukota untuk memeriahkan resepsi pernikahan ia, dan Dina.


" Dara...!!Seru Dina berjalan menghampiri Dara, dan merangkulnya.


" Dina.." Ucap Dara sambil membalas rangkulan sahabat baiknya.


" Aku kangen Ra.., maaf selama ini jarang mengunjungi mu.Aku juga ga nyangkah padahal sebentar lagi Reno, bakalan punya adik." Seru Dina sambil mengelus perut buncit Dara.


" Kalian berdua sudah melupakan aku...!! Seru Rian yang berpura - pura marah.


" Ga lah ayo kemari...!


Ketiga sahabat baik itu, terlibat obrolan dan sesekali tertawa. Sebab mereka sudah lama tidak bertemu, karena sekarang Rian sudah berdomisilih di Jakarta, dan sebentar lagi akan menikah dengan Ani sepupunya Adrian Mahesa.

__ADS_1


__ADS_2