Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.79.Kekecewaan Ayudia.


__ADS_3

🏨 Hotel Alfazira🏨


Sinar matahari pagi telah menampilkan wajahnya, terlihat di sebuah ranjang king size, tampak tubuh polos berbalut selimut tebal yang menutupi tubuh indahnya.


Dara membuka matanya perlahan - lahan disaat cahaya yang menembus fentilasi udara kamar hotel mengenai wajah cantiknya, ia meregangkan tangannya,merasakan badannya begitu remuk, akibat kelelahan melewati malam pertama mereka, yang berakhir pukul 3.00 dini hari.


" kau sudah bangun !!!, terdengar suara yang sudah khas yang selalu ia dengar.


Dara menatap suaminya, dan ia begitu mengagumi ketampanan suaminya di pagi ini.


" dia begitu tampan, kadang aku merasa ini seperti mimpi.Aku tidak percaya lelaki yang sangat sempurna, yang berdiri di depanku ini adalah suamiku, semuanya masih terasa mimpi buat ku, semoga saja kehadiran Ayudia tidak akan mampu menggoyahkan rumah tangga kami" bathin Dara sambil menatap suaminya.


" apa yang kamu pikirkan, bangunlah.Aku sudah menyiapkan air mandi untuk mu, terus kita sarapan,dan balik kerumah" seru Adrian yang sudah rapi dengan Stelan jaz nya.



" apa..!!, apa aku ga salah dengar, dia menyiapkan air mandi untukku , sejak kapan dia yang berbalik melayani ku" bathin Dara yang merasa tidak percaya dengan ucapan suaminya.


" kau mau tinggal disini, dan sampai kapan kau mau berada di atas tempat tidur, aku harus kekantor hari ini, aku ada pertemuan bisnis" seru Adrian dengan nada memerintah sambil menatap istrinya.


" maaf kan aku sayang, maaf aku hanya lelah, jadi bangun kesiangan, dan maaf tidak mempersiapkan semua keperluan mu pagi ini" seru Dara merasa bersalah.


" tidak masalah, bangunlah"


" ia sayang" jawab tersenyum.


Dara berusaha bangun, dari tidurnya walaupun merasa sakit pada area intinya, dengan langkah tertatih - tatih Dara berjalan menuju kamar mandi.


Seketika senyuman terukir di wajah Adrian, saat ia melihat ada noda darah pada seprei itu.Senyuman yang sulit untuk di jabarkan, hanya dia, author, dan Tuhan yang tau arti dari senyuman itu.

__ADS_1


20 menit kemudian.


Setelah selesai dengan kegiatan mereka, Adrian dan Dara segera melakukan chekaut.


Pa Deni hanya tersenyum, melihat Dara yang jalannya agak sedikit kesusahan, sambil menggandeng lengan suaminya.


" kita mau kemana tuan muda, tanya pa Deni. ketika mereka telah berada dalam mobil


" kita ke rumah saja" jawab Adrian.


" sayang kau tidak pergi bekerja? tanya Dara sambil menatap suiaminya, yang tengah menyandarkan kepalanya pada kursi penumpang.


" ntahlah, aku bingung, kita liat saja nanti.


🏘️ Kediaman Mahesa🏘️


Terlihat di meja makan pasangan suami istri Bobi, dan Anita, serta Ani, dan Ayu.


Ani yang menyadari kedatangan sepupunya langsung menghentikan acara makannya, dan berjalan menghampiri Adrian.


" ka Adrian kamu sudah pulang, ayo kita sarapan, ka Ayu ada masak,masakan favorite mu" seru Ani sambil menggandeng lengan Adrian, tanpa memperdulikan keberadaan Dara, dan pa Deni.


" nona tenanglah, semuanya akan baik -baik saja" seru pa Deni pelan ketika melihat wajah Dara telah berubah murung.


" ia pa Deni, ucapnya berusaha untuk tersenyum.


" maaf aku sudah sarapan, bi Lastri antarkan nona muda ke kamar" seru Adrian pada ARTnya.


" baik tuan muda"

__ADS_1


" pergilah kekamar nanti aku akan menyusul" seru Adrian sambil membelai kepala istrinya.


" ia sayang" ucap Dara sambil berjalan menaiki, tangga menuju lantai 2 di temani bi Lastri.


" aku ingin bicara dengan mu berdua di ruang kerja" seru Adrian dan langsung berjalan menuju ruang kerja, di susul oleh Ayudia.


" Adrian" seru Anita yang tidak terimah melihat putranya mengajak Ayudia bicara berdua.


" maaa..., tenanglah, percayalah Adrian tidak mungkin menghianati istrinya" seru Bobi berusaha menenangkan Anita yang tampak emosi.


" aku tau ka Adrian pasti akan memilih ka Ayu, mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi" seru Ani sambil tersenyum mengejek menatap Dara.


Dara hanya tersenyum, walaupun ada rasa kecewa di hatinya.Melihat suaminya pergi keruang kerja, berbicara secara pribadi dengan mantan kekasihnya sambil menutup pintu.


💔Dalam ruang kerja💔


" katakan kenapa kau kemari ? tanya Adrian sambil menatap taman belakang lewat kaca jendela transparan ruang kerjanya.


" aku hanya ingin kembali pada mu Adrian, aku masih mencintaimu"


" maaf, aku sudah menikah dan aku sudah tidak memiliki perasaan apa - apa padamu lagi" ucapnya dengan nada tegas.


" Adrian aku mohoonn..., kembali lah padaku , aku tau kau tidak mencintai wanita itu, kau menjalin hubungan dengannya hanya karena kau berusaha untuk melupakan aku, sekarang aku sudah kembali, kita bisa memulainya dari awal lagi Adrian" serunya sambil menggandeng manja lengan Adrian, dengan tatapan memohon.


" maaf, aku tidak bisa" ucapnya sambil melepaskan tangan Ayudia.


" maaf aku harus segera ke kantor" ucap Adrian sambil berjalan meninggalkan Ayudia begitu saja di ruang kerjanya.


" Adriann.., maafkan aku" seru Ayudia tanpa sadar air matanya menetes, melihat sikap dingin Adrian padanya.

__ADS_1


__ADS_2