Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.64 Kebebasan Stella


__ADS_3

🏢 Mahesa Grup🏢


" tuan muda! , anda jadi ke kantor polisi hari ini?


" Iaa, tolong batalin metingku hari ini, dan ayo sekarang kita ke kantor polisi" ucap Adrian sambil mengenakan jaz yang terletak di atas kursi.


👮 Kantor polisi👮‍♀️


Didalam sel tahanan tampak Stella tengah duduk bersilah di lantai beberapa hari mendekam di sel tahanan polisi membuat penampilan wanita bertubuh ramping itu terlihat kacau.


" paa, keluarin saya paa" ucapnya dengan memohon


" ya gaa bisa gitu nona, masa pelaku kriminal di keluarin begitu aja" ucap polisi itu


" tapi paa, mau sampe kapan saya di sini"


" mana saya tau nona, jangan nanya sama saya dong " jawab polisi itu yang terdengar kesal


Stella hanya menitikkan air matanya, mendengar jawaban ketidakpastian dari pak polisi itu.


Tampak dari luar sosok tampan Adrian Mahesa yang baru saja tiba, di ikuti oleh sekretarisnya, dan seorang pengacara handal


__ADS_1


Calon suami dari Dara Afriza itu memutuskan untuk memakai pakaian serba hitam, dan memakai kacamata.


Semua anggota polisi yang sementara bertugas sedikit terkejut dengan kedatangan pengusaha yang sangat berpengaruh di negeri mereka itu.


" maaf tuan ada yang bisa saya bantu? tanya salah satu petugas polisi yang sementara bertugas.


" saya ingin bertemu dengan pa Daud" ucap Adrian yang ingin bertemu dengan salah satu petinggi polisi.


" ayo tuan saya antar keriangannya" ucapnya sambil mengantar Adrian keruangan pa Daud


Setelah diskusi mereka selama kurang lebih satu jam, Stella resmi di bebaskan.


Seorang polisi berjalan menuju ruanga tahanan Stella,dan membuka pintu


" apaa paa, saya sudah bebas? tanyanya seolah tak percaya


" ia nona"..


" siapa yang membebaskan saya paa, apakah papa saya?


" bukan nona, dia seorang pria yang sangat tampan, dan pengusaha sukses tapi maaf nona saya sudah lupa namanya , ayo kita kedepan sekarang, beliau sudah menunggu anda.


" baiklah ,ayo" ucap Stella yang terlihat begitu penasaran

__ADS_1


Sampai didepan betapa terkejutnya Stella melihat sosok Adrian Mahesa, bersama sekretaris, dan seorang pengacara.


" Adriann" ucapnya senang sambil berlari kearah Adrian ,dan memeluk laki - laki tampan itu.


Sementara Adrian hanya diam tidak berbicara, ataupun membalas pelukan mantan tunangan nya itu, pria tampan itu merasa tidak nyaman dengan pelukan Stella


Melihat ketidaknyamanan yang di tunjukan tuanmuda nya ,Deni sang sekretaris, sekaligus bodyguard Adrian langsung bertindak melindungi tuannya.


" maaf nona Stella, saya minta anda lepaskan pelukan anda, karena anda sudah buat tuan muda tidak nyaman, ucap Deni tegas


Melihat tatapan Deni yang sedikit tajam, nyali Stella sedikit menciut, dan wanita cantik itu segera melepaskan pelukannya.


" aku datang kesini atas permintaan ayahmu , jadi kuminta jangan berpikir yang macam- macam" ucap Adrian dingin ,dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya sisi kiri ,dan kanan tanpa sedikit pun menatap Stella


Seketika ada gurat kekecewaan di wajah Stella, tapi gadis cantik itu berusaha untuk menutupinya, dan hanya tersenyum memaksa mendengar ucapan Adrian.


" aku sangat berterimah kasih karena kau sudah membebaskan ku, sekali lagi terimah kasih " ucap Stella


" kalau begitu pulanglah, jangan membuat masalah lagi, dan mulailh kehidupan yang baru.


" tentu Adrian" sambil tersenyum


" baiklah kalau begitu aku pulang dulu, karena aku masih harus melanjutkan kerjaanku di kantor" ucapnya sambil meninggalkan kantor polisi.

__ADS_1


" Adrian aku akan berusaha untuk mendapatkan mu kembali" bathin Stella menatap kepergian Adrian.


__ADS_2