Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.15 Keterpaksaan Adrian


__ADS_3

* Kediaman Mahesa*


Tampak di ruang keluarga Bobi, dan istrinya, Anita tengah duduk, sambil berbincang bincang.


"Ma.., mana Adrian?" Tanya Bobi, yang mencari keberadaan putranya.


"Adrian ada dikamar Pa.."


"Suruh Bi Lastri panggilin Adrian Ma, Papa mau bicara."


"Biar Mama yang panggilin aja Paa.., Bi Lastrinya lagi sibuk." Jawab Anita, dengan berlalu pergi kekamar Adrian.


Beberapa menit kemudian, tampak Anita yang datang bersama putranya Adrian.


Adrian langsung mengambil tempat duduk, tepat berhadapan dengan Ayahnya, dan dia terlihat penasaran.


Dan dia memutuskan untuk langsung bertanya.


"Ada apa Paa?! apakah ada yang penting? hingga Papa ingin bicara denganku." Bertanya, dibalik rasa penasarannya.


"Ada apa sih Paa?! Mama jadi penasaran, apa yang mau Papa mau bicarakan dengan Adrian" Timpal Anita pula, yang begitu penasarannya.


"Begini Adrian, kamu kan tau kakek kamu pernah mendapatkan donor ginjal dari kakenya Stella, kan?" Tanya Bobi, dengan menatap intens anak lelakinya.


"Iya Paa, Adrian masih ingat hal itu. Dan Adrian tidak melupakan sama sekali.'


"Begini Nak, saat itu, kakekmu, dan kakeknya Stella, pernah membuat sebuah kesepakatan."

__ADS_1


"Kesepakatan apa Paa?!" Tanya Adrian, yang begitu penasaran, tentang kesepakatan yang dilakukan Kakeknya, dan Kakeknya Stella.


"Ksepakatan untuk nanti, kalau kamu, dan Stella sudah dewasa, kalian harus menikah."


Adrian begitu terkejut saat mendengar ucapan Ayahnya, bagaimana bisa perjodohan ini dilakukan tanpa sepengathuannya.


"Papa..., Papa.., jangan bercanda deh.!! yang benar saja kesepakatan dengan menikahkan Adrian,dan Stella."


"Adrian" Mama mohon, sebenarnya Mama, sama Papa juga tidak setuju, dengan perjodohan ini. Tapi mau bagaimana lagi, keluarga kita punya hutang budi sama mereka." Pinta Anita, dengan tatapan penuh harap menatap putranya.


"Tapi Maa.., ini bukan jaman Siti Nurbaya Paa, Maa, harus di jodoh-jodohan segala." Jawab Adrian, yang tetap ingin menolak perjodohan ini.


"Adrian coba kamu ketemu sama Stella dulu, siapa tau kamu bisa suka sama dia. Dia anaknya cantik, dan juga baik." Bujuk Bobi, pada putranya.


"Iya Adrian" hari Kamis malam ini ,mereka mengundang kita, untuk makan malam dirumah mereka, mama minta kamu ikut bersama kami."


" Aku harus bagaimana, aku sudah menyukai gadis yang kusuka.Tapi melihat wajah memohon kedua orangtuaku, membuat aku tidak tegah." Bathinnya, dengan kegelisahan yang teramat sangat.


"Baiklah Adrian mau, Adrian akan ikut kerumah Stella, untuk makan malam."


"Terima kasih Nak, kamu memang anak yang baik. Papa bangga punya anak sepertimu." Seru Bobi, dengan rona bahagia yang terlihat jelas diwajahnya.


Anita menatap sendu wajah putranya, sebab dia tahu, Adrian melakukan ini karena terpaksa hanya rasa sayangnya, kepada mereka berdua.


"Maafkan aku anakku, karena tak sanggup untuk menolongmu.Maaf." Bathin Anita, yang begitu iba dengan keadaan anaknya.


"Ma..Pa.., kalau sudah selesai, Adrian kekamar dulu."

__ADS_1


"Iya Nak.." Jawab Bobi, sembari tersenyum.


*****************************


Kediaman keluarga Kana.


Dikediaman keluarga Kana, tepatnya dilantai tiga, tampak sepasang kekasih tengah memadu kasih diatas ranjang, dengan tubuh mereka yang sudah polos.


Siapa lagi kalau bukan Stella, dan Rendi. Pasangan kekasih itu, memanfaatkan keadaan, karena orang tua Stella, yaitu Ridwan ,dan Bella sedang tidak berada dirumah.


" Rendi" panggil Stella


"Ada apa sayang?!"


"Aku mau ngomong penting, sama kamu."


"Ngomong penting apa sayang?!" Tanya Rendi, yang begitu penasaran.


"Aku di jodohkan sama Papa? mamaku."Jawabnya, dengan suara yang begitu berat.


"Apaa...?!" Seru Rendi, yang begitu terkejut.


Tapi sedetik kemudian dia tertawa, karena mengirah kekasihnya, sedang bercanda.


Bercanda kamu gak lucu, Stella?!"


"Aku serius Rendi?! ini perjanjian antara kakekku, dan kakek pria itu, jadi mau tidak mau aku harus menerima perjodohan ini." ucap Stella

__ADS_1


"Tapi Stella,kamu mikir dong perasaanku, kita menjalin hubungan sudah sangat lama..!" Seru Rendi, yang sudah mulai tersulut emosi


__ADS_2