
"Kok perasaanku tidak enak ya, seperti ada yang mengikuti gitu," batin Tristan. Ia bergidik ngeri takut yang mengikuti dirinya adalah begal. Dia langsung tancap gas dan mengemudikan motornya dengan kecepatan penuh.
Sampai di depan studio Tristan dia bernafas lega. Setelah memarkirkan motornya ia langsung bergegas masuk ke dalam ruangan.
"Kok lama sih Tris?" tanya Jessica, rekan presenter Tristan malam ini.
"Biasalah harus drama dulu dengan Chila."
Jessica mengangguk, "Yuk Tris cepat acara bentar lagi akan dimulai."
"Oke." Tristan melangkah mengikuti Jessica.
Di luar orang-orang suruhan Felix mencari tahu identitas Tristan. Dari karyawan di sana mereka bisa mengetahui semua tentang Tristan terkecuali bahwa dia punya saudara kembar.
"Oke terima kasih."
Setelah mengucapkan ucapan terima kasih anak buah Max keluar dari halaman studio.
"Bagaimana, sudah dapat infonya?" tanya Wanzi yang merupakan bos dari mereka berempat. Setelah menutup telepon dari Felix dia langsung tancap gas mengejar anak buahnya.
"Sudah," jawab yang lainnya dan langsung membeberkan pada Wanzi tentang siapa dan bagaimana kehidupan Tristan.
Wanzi pun langsung menghubungi Felix.
📱"Bagaimana sudah dapat identitas pria itu?"
📱"Dapat Tuan. Ternyata pria itu adalah cucu dari pemilik perusahaan Dirgantara."
📱"Oke bagus, terus?"
📱"Dia juga masih kuliah tetapi sudah bekerja di stasiun televisi sebagai presenter juga sebagai penyanyi."
📱"Berarti bisa dibilang dia artis ya?"
📱"Ya begitulah tuan, selain itu dia juga menjadi seorang selebgram."
📱"Kirimkan aku fotonya!" salah satu anak buahnya langsung mengirimkan foto Nathan saat mengangkat tangan pada Chexil tadi kepada Felix.
__ADS_1
Felix memandang foto Nathan yang kini menghiasi layar ponselnya. Mulutnya tampak tersenyum lebar. Sepertinya pria itu menyukai Nathan.
"Dari raut wajahnya yang tegas sepertinya pria ini bisa diandalkan. Aku berharap dia bisa melindungi Chexil dari apapun saat aku dijemput maut nantinya," batin Felix.
📱"Menarik sepertinya pria ini bisa diandalkan. Terus menurut kalian Putri saya suka tidak sama pria ini?" Yang ditanya bingung untuk menjawab. Mana mungkin mereka tahu dengan perasaan anak majikannya sedangkan mereka tidak pernah bertanya. Namun, mereka tahu bahwa Felix paling tidak suka dengan jawaban 'tidak tahu'. Jadi tahu tidak tahu mereka harus menjawab.
📱"Kalau dilihat dari pandangan matanya nona Chexil menyukai orang itu," sahut salah satu anak buah Felix.
📱"Bagus kalau begitu."
📱"Tapi sayang Tuan, sepertinya pemuda itu tidak menyukai non Chexil."
📱"Darimana kalian tahu tentang itu?
📱"Maaf Tuan tapi dari sikapnya yang cuek kami menyimpulkan seperti itu. Pria tadi seolah tidak mengindahkan ucapan nona Chexil tadi saat mengucapkan terima kasih. Bahkan perlakuan pemuda ini sempat membuat Nona Chexil masuk rumah dengan kesal. Dia tampak ngedumel sendiri." Ucapan anak buahnya ini sama sekali tidak membuat Felix goyah akan keyakinannya. Dia yakin kalau Nathan cocok untuk menjadi pendamping hidup putrinya. Apalagi pemuda itu telah berhasil membebaskan Chexil dari tangan Maximus yang berarti pria itu telah menunjukkan bahwa kekuatannya memang hebat.
📱"Kalian harus bisa menyatukan mereka!" perintah Felix.
Anak buah yang ditelepon menelan ludah.
📱"Mengerti Wanzi?"
📱"Buat pria itu jatuh cinta pada putriku!"
Ingin rasanya si Wanzi itu mengutuk Felix jadi batu atau bahkan berteriak sekencang-kencangnya mendengar perintah majikannya. Bagaimana mungkin mereka bisa mencampuri urusan perasaan seseorang. Bagi mereka lebih baik tuannya itu memerintahkan dirinya untuk membunuh sepuluh orang sekaligus daripada memerintahkan membuat orang lain jatuh cinta.
📱"Bagaimana Wanzi, sanggup?" tanya Felix karena tidak mendapatkan jawaban dari anak buahnya itu.
📱"Tidak sanggup ya?" tanya Felix lagi.
📱"Bukan begitu Tuan tapi ...."
📱"Kalau tidak sanggup kalian harus bisa menjebak dia supaya menikahi Chexil!"
📱"Apa ?" Wanzi langsung kaget.
"Ada apa?" tanya yang lainnya melihatnya wajah Wanzi tampak kaget. Wanzi tidak menjawab dia memberi kode supaya mereka diam dulu.
__ADS_1
📱"Bagaimana kalau kita beri waktu agar mereka ...."
Tut tut tut.
Wanzi menghentikan ucapannya tatkala mendengar sambungan teleponnya terputus.
"Ada apa?" tanya yang lainnya lagi.
"Kita diperintahkan oleh tuan Felix supaya menjebak si Tristan ini agar terpaksa menikahi Putrinya," jawab Wanzi.
Keempat anak buahnya hanya tertawa renyah.
"Kenapa kalian tertawa!" bentak Wanzi.
"Saya lagi pusing kalian malah bahagia," protes Wanzi.
"Kenapa harus pusing bos bukankah jebak-menjebak itu sudah makanan kita?"
"Masalahnya bos Wanzi kan juga menyukai nona Chexil." Mereka saling berbisik. Namun masih terdengar di telinga Wanzi.
"Diam!" teriak Wanzi dengan murka. Mereka berempat pun langsung bungkam.
"Besok kita harus atur bagaimana si Tristan ini bisa masak perangkap dan akhirnya mau menikahi nona Chexil."
"Kamu yakin bos?" tanya mereka memastikan.
"Tentu saja yakin. Ini sudah perintah dari Tuan Felix. Tahu kan apa resikonya kalau kita lalai?"
"Iya Bos."
"Kalau begitu pikirkan matang-matang agar mereka tidak sadar kalau semuanya kita yang rencanakan!"
"Siap Bos."
"Lebih baik kita pulang sekarang agar bisa memikirkan rencana dengan konsentrasi." Mereka semua mengangguk dan masuk ke dalam satu mobik kecuali Wanzi yang membawa mobil sendiri.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏