Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia
Part 74. Dua Rasa


__ADS_3

Saat Davin mencari bibi untuk menunjukkan dimana kamarnya berada Nathan langsung menyusul Chexil ke kamarnya.


"Nih orang kebiasaan, selalu lupa mengunci pintu saat tidur," batin Nathan sambil menutup pintu dan mengunci dari dalam.


Dengan perlahan Nathan menghampiri Chexil yang sudah terbaring di kamar. Ternyata gadis itu sudah terlelap mungkin ia lelah batin.


Bagai tak pernah menggubris perkataan Chexil ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang secara perlahan agar tidak membangunkan wanita itu.


Mungkin bagi orang lain Nathan terlalu bodoh, tetapi kenyataannya apapun yang dilakukan Chexil terhadapnya sekarang ia tidak perduli asal ia bisa terus hidup bersama wanita itu.


Nathan meraih tubuh Chexil dari belakang dan memeluknya. Merasai aroma tubuh yang sudah lama ia rindukan. Ia kemudian menciumi bagian belakang leher Chexil membuat Chexil yang merasa geli langsung terbangun.


"Nathan, apaan sih kamu," protes Chexil.


"Biarkan sebentar saja Xil, aku masih kangen."


"Lepaskan aku Nath!"


"Ingat Xil aku masih suami kamu. Kalau laki-laki itu saja kau izinkan memeluk tubuhmu aku lebih berhak."


"Maksud kamu apa?"


"Kau lupa ya bahwa laki-laki itu yang telah membuatku khilaf sampai melakukan ... terhadapmu."


"Hentikan ocehanmu aku tidak ingin mengingat itu lagi."


"Sorry."


"Jangan pernah menyalahkan orang lain. Davin tidak bersalah, tapi kamu yang menuduh kami macam-macam."


"Dan sekarang pun aku tidak akan pernah membiarkan dia macam-macam."


"Oh jadi kamu tidak pulang hanya karena ingin mengawasi dia? Kau salah Nath dia bukan laki-laki seperti yang kamu pikirkan. Dia tidak sepertimu yang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan."


"Terserah kamu mau ngomong apa aku tidak perduli, tapi satu yang pasti aku tidak akan pernah menceraikanmu."


"Kenapa? Bukankah semua wanita akan tergila-gila sama kamu? Kau cari saja Nath yang kamu inginkan kau bebas memilih mereka."


"Oh kamu tersinggung dengan ucapan Mama ternyata."


"Sudahlah aku tidak ingin berdebat, aku mengantuk." Chexil bangkit dari ranjang.


"Mau kemana?" Nathan mencegah tangan Chexil yang hendak memutar handle pintu.

__ADS_1


"Aku tidur di kamar Mommy, takut dia bunuh diri."


Akhirnya Nathan mengangguk. Dia mengikuti arah langkah Chexil menuju.


Setelah dia melihat Chexil masuk ke kamar Mommy Karla barulah Nathan kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya kembali. Dia berpikir bagaimana caranya agar Chexil bisa menjauh dari Davin. Kalau tidak ini akan semakin memperparah hubungannya dengan Chexil.


Esok hari Tristan bersama Fani datang ke kediaman Chexil untuk berbelasungkawa sekaligus untuk menghibur sahabatnya itu. Bersamaan dengan itu Davin sedang pamit untuk pergi tugas ke rumah sakit.


"Kamu kok nggak ngasih tahu aku ya Xil kalau om Felix sudah tiada. Masuk rumah sakit aja aku nggak ada yang ngasih tahu."


"Semuanya serba mendadak Fan dan aku tidak menyangka akan jadi seperti ini."


"Kamu yang sabar ya Xil. Bagaimana keadaan Mommy Karla?"


"Dia masih syok semalaman dia menangis tidak pernah tidur semenit pun."


"Maaf saya permisi dulu." Davin dengan pakaian dokternya menyalami semua yang mengobrol di ruang tamu kemudian berlalu ke rumah sakit dengan mobilnya.


"Waw keren, siapa dia sih Xil?"


"Hajar," ucap Tristan terkekeh.


"Cuma teman, tetapi dia dan neneknya yang selama ini ngasih perhatian sama aku." Chexil melirik Nathan begitupun Tristan melirik Nathan yang tampak menunduk.


"Hah, apa Tris?"


"Abang nggak apa-apa?"


"Abang baik-baik saja kok."


"Oke." Padahal Tristan tahu sang kakak tidak dalam keadaan baik-baik saja."


Tristan berbisik di telinga Nathan. "Berjuanglah Bang tetapi jika usahamu tak dianggap maka berhentilah berharap."


Nathan mengangguk.


Lama mengobrol akhirnya mereka pamit pulang.


***


Sudah tiga hari keberadaan Nathan seolah tidak dianggap oleh Chexil padahal dia sudah memberikan perhatian lebih untuk istrinya itu tetapi Chexil masih saja bersikap cuek seolah Nathan mahkluk tak kasat mata baginya. Apalagi saat menjelaskan semua tentang kronologi penembakan Felix, Chexil hanya diam saja seolah tak percaya.


Pagi itu akhirnya Nathan memutuskan untuk kembali ke rumah dan hanya akan mengunjungi rumah itu bersama keluarga yang lain saat tahlilan saja.

__ADS_1


"Aku pulang ya Xil," pamitnya.


Chexil hanya terdiam tak menjawab sepatah katapun.


"Mulai sekarang aku sudah pasrah. Kalau kamu memang tidak ingin hidup bersamaku tidak apa-apa, aku cukup tahu diri. Namun ingat sesuai janjiku, aku tidak akan pernah menceraikanmu kecuali kau yang menuntut terlebih dahulu."


Chexil tidak menjawab, tubuhnya seolah membeku hingga tak satupun kata yang bisa keluar dari mulutnya.


"Kalau pun kau memilih Davin pun aku tidak apa-apa. Memang dia yang lebih pantas untukmu."


Nathan pun langsung bergegas pergi tanpa mau menoleh sedikitpun.


Seiring kepergian Nathan ada tetesan air mata yang jatuh. Hingga Nathan hilang dari pandangan, Davin menepuk pundaknya.


"Ternyata dia itu suamimu?"


Chexil mengangguk tanpa mengalihkan perhatian dari jejak langkah Nathan.


"Kalian belum bercerai?"


Chexil mengangguk lagi.


"Kau masih mencintainya?"


"Aku tidak tahu, ada rasa cinta dan benci secara bersamaan."


"Kalau begitu renungkan apa keinginan hatimu yang sebenarnya sebelum mengambil keputusan."


Chexil terdiam. Davin mundur ke belakang.


Nenek Salma menepuk bahu cucunya. Padahal baru saja mereka berencana untuk melamar Chexil saat masa iddah berakhir ternyata rencana tersebut gagal sebelum waktunya.


"Aku pergi Nek." Davin berlalu pergi dari hadapan Nenek Salma. Ia berjalan keluar rumah dan tak tentu arah yang ingin dituju.


"Bodoh kamu Dav sudah tahu dia istri orang masih terlalu berharap." Wajah Chexil terbayang bagaimana saat menatap Nathan. Memang benar yang dikatakan Chexil dirinya seolah benci tetapi Davin melihat ada cinta dari sorot mata Chexil.


Davin mengambil batu di jalanan dan melempar batu tersebut ke sembarang arah sebagai pelampiasan akan kekesalan pada dirinya sendiri.


Bersambung...


Sambil menunggu othor update lagi mampir dulu yuk ke karya dibawah ini. Cerianya seru loh. Capcus...👇


__ADS_1


__ADS_2