Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia
Part 23. Harapan


__ADS_3

"Kalau begitu buang!" perintahnya pada Chexil. Chexil mengangguk dan meraih baju itu dari tangan Nathan dan langsung membuangnya ke tempat sampah.


"Baju aneh," gumam Nathan seorang diri.


Selesai membuang baju tersebut Chexil langsung beranjak ke kamar dan mengambil benda yang dititipkan oleh mertuanya yang katanya dari Karla. Setelah mereka membuka kado tersebut Chexil pamit dan berjalan menuju tempat tidur dan beristirahat sedangkan Nathan ternyata telah fokus pada layar laptop-nya, entah apa yang dia kerjakan Chexil tidak berani bertanya ataupun ikut campur. Dia sadar butuh waktu untuk dirinya dan Nathan bisa berbaur lebih dekat.


Chexil terbangun di sore hari dengan nafas yang tersengal-sengal karena baru saja ia mengalami mimpi buruk. Chexil bermimpi Felix sang ayah bertanding melawan Nathan.


"Ah tidak ini hanya mimpi," gumamnya. Keringat mulai bercucuran di seluruh tubuh. Ia mulai menstabilkan pernapasannya dan matanya memandang ke sekeliling arah. Chexil terkejut saat melihat Nathan tidur dalam ranjang yang sama dengannya meski masih menjaga jarak. Gadis itu tersenyum melihat ada kemajuan dalam hubungan mereka meskipun pernikahan mereka masih berumur satu hari.


Chexil bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang. Kepalanya agak pusing akibat terlalu lama tertidur dan terbangun secara mendadak karena mimpi yang tidak diinginkannya.


Tak disangka ternyata gerakan tubuhnya mampu membangunkan Nathan. Laki-laki itu tampak menggeliat lalu memandang wajah Chexil yang masih mengucurkan keringat.


"Kenapa kamu seperti itu?" tanya Nathan. "Maaf, kamu tidak suka ya aku tidur di sini." Nathan menerka-nerka bahwa Chexil mengeluarkan keringat karena merasa tidak nyaman tidur dalam satu ranjang dengannya.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, bukankah sudah sepantasnya suami istri saling berbagi ranjang," ujar Chexil malu-malu. Dalam hati mengutuk diri sendiri yang memalukan.


"Nathan menghela nafas. "Kamu benar, tetapi mengapa tubuhmu keringatan seolah kau takut aku akan menyentuhmu."

__ADS_1


"Bukan ... bukan begitu, aku hanya mimpi buruk tadi," sahut Chexil masih gugup. Entah mengapa saat berbicara dengan Nathan ia sering merasa gugup.


"Xil aku ingin bicara serius sama kamu," ujar Nathan lagi. Kini pria itu sudah duduk di dekat Chexil.


"Bicara apa?" Chexil memegang dadanya yang seketika berdegup kencang karena begitu nervous berdekatan dengan jarak yang dekat, hanya beberapa senti saja dengan Nathan. Apalagi aroma maskulin yang menguar dari tubuh sang suami begitu menggoda hingga membuat ia menelan ludah.


Namun walau bagaimanapun Chexil begitu khawatir menantikan perkataan Nathan selanjutnya. Ia menanti dengan harap-harap cemas takut Nathan akan jujur tentang sesuatu yang pasti akan menyakiti hatinya. Ya Chexil sudah berburuk sangka terlebih dahulu. Dia pikir Nathan akan menceritakan bahwa dirinya sudah punya pacar meski Tristan mengatakan suaminya tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Bagaimanapun ada kemungkinan Tristan tidak mengetahui urusan pribadi Nathan melihat pria itu memiliki sikap yang tertutup.


Nathan terlihat menghela nafas lalu berkata, "Kadang aku berpikir pernikahan yang terjadi karena terpaksa akan dibawa kemana." Nathan menjeda ucapannya membuat Chexil semakin ketar-ketir saja.


"Tapi bagaimanapun pernikahan, dengan apapun alasannya tetap sakral dan akan sama di hadapan Tuhan. Mungkin pernikahan kita ada karena terpaksa, tetapi aku ingin kita sama-sama saling belajar untuk saling mencintai satu sama lain," ujar Nathan panjang lebar membuat Chexil bernafas lega dan tangan yang sempat menekan dadanya tadi kini beralih mengelus dadanya sendiri. Ingin rasanya Chexil mengatakan bahwa dirinya tidak perlu belajar untuk mencintai Nathan karena jauh sebelum pernikahan ini ada, dirinya sudah lebih dulu jatuh cinta sama pria yang ada di hadapannya kini. Namun sayangnya Chexil masih merasa begitu malu untuk mengatakan perasaannya sendiri.


Wanita itu kemudian menjawab dengan anggukan, meski teramat senang tetap saja Chexil merasa malu.


"Baiklah kalau begitu akupun akan berusaha untuk bisa mencintaimu."


Sebenarnya Nathan juga sudah lama menyukai Chexil tapi lelaki itu belum yakin dengan perasaannya sendiri apalagi saat tahu Chexil dekat dengan Tristan, lelaki itu selalu berusaha menepis perasaannya sendiri.


Chexil tersenyum manis menanggapi perkataan Nathan. Sepertinya ada harapan bagi Chexil untuk mendapatkan cinta dari sang suami meski pernikahan mereka berawal dari keterpaksaan.

__ADS_1


(Segini dulu ya man-teman, mohon maaf bila kurang panjang. Sebenarnya beberapa hari ini othor tidak begitu sehat tetapi tetap diusahakan update meski nggak maksimal. Menjelang bulan Ramadhan othor ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi kalian yang menjalankan).


Bersambung .....


Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏


Othor kali ini akan merekomendasikan novel yang sangat bagus untuk kalian semua. Yuk kepoin!


Karya: Emma Risma


Judul: Zafrina mendadak nikah


Blurb:


Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. keduanya sama-sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.


Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa menikah.


__ADS_1


__ADS_2