Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia
Part 27. Menghindar


__ADS_3

Nathan sampai ke apartemen saat malam sudah begitu larut. Dia membuka pintunya dengan hati-hati, ternyata Chexil tidak menguncinya.


"Kenapa dia teledor seperti ini sih. Bagaimana kalau ada penjahat masuk?" Nathan menggerutu kesal karena Chexil tidak menurut akan perkataannya.


Nathan melepas jaket lalu menggantungnya. Ia melewati Chexil yang sedang tidur dengan posisi duduk di sofa. Karena teramat lelah ia langsung membanting tubuhnya ke atas kasur. Mencoba memejamkan mata berharap ia akan cepat tertidur sehingga tenaganya cepat pulih kembali.


Jam dinding terdengar berdentang keras, itu tandanya ia sudah satu jam di tempat tidur tetapi belum terlelap juga. Ia malah terlihat gelisah, memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Ia bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah Chexil.


Ia Memandangi sang istri yang tertidur di sofa, ia merasa kasihan. Dia mengelus pipi Chexil tetapi wanita itu masih tidak bergeming yang artinya dia sudah tertidur pulas.


Nathan lalu mengangkat tubuh Chexil kemudian membaringkannya ke tempat tidur. Ia pun kembali membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Dia mencoba memejamkan mata kembali tetapi kejadian di kantor Louis tadi masih terus terlintas di pikirannya.


"Siapa orang itu ya, mengapa aku jadi tidak tenang. Sayang aku hanya bisa melihat sekilas wajah dia dan itupun tidak terlalu jelas." Nathan meraup wajahnya lalu bangkit lagi. Masuk ke kamar mandi dan berwudhu setelah itu melakukan sholat malam. Berharap setelah itu hatinya kembali tenang.


Benar saja setelah melakukan sholat malam dan berdoa hatinya menjadi sedikit lupa dengan kekhawatiran yang sebenarnya tak beralasan, Louis saja yang perusahaannya diserang tidak segelisah Nathan.


Nathan terbangun saat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 4.30 pagi. Sang istri yang tidur di sampingnya sudah tak terlihat lagi.


Ia memeriksa kamar mandi tetapi Chexil tidak ada di sana. Nathan lalu beranjak ke dapur. Benar tebakannya, sang istri sedang berkutat dengan acara masak-memasak. Nathan tampak tersenyum lalu ia mendekat ke arah Chexil untuk mengajaknya sholat subuh bersama.


"Aku sudah tadi, maaf tidak membangunkanmu karena aku tahu kamu pasti capek. Rencananya aku akan membangunkanmu sekarang tapi ternyata kamu sudah bangun duluan," ujar Chexil merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, aku pergi dulu ya." Nathan melangkah ke luar dapur dan menuju ruang sholat.


Beberapa saat kemudian ia kembali ke dalam dapur. Chexil masih saja terlihat serius dengan masakannya dan tidak memperhatikan sekitar mungkin ia takut salah memasukkan bahan.


Nathan mendekat kemudian melingkarkan kedua tangannya di pinggang Chexil. Dagunya ia letakkan di bahu Chexil hingga membuat degub dada wanita itu semakin kencang.


"Lagi masak apa?"


Chexil menekan dadanya dengan kuat.


Ayolah jantung pelankan detakanmu! Aku takut dirimu copot dan melompat keluar, bisa mati diriku.


"Kenapa dipegang segitunya? Apa kamu sakit dada?" tanya Nathan menggoda sang istri.


Chexil mendongak dan menatap Nathan. Namun, saat Nathan menatap balik dirinya ia malah memalingkan muka karena malu.


"Aku cuma kaget saja," jawabnya kemudian. "Untung aku nggak jantungan," imbuhnya padahal dalam hati teramat senang.


"Oh kaget ya, sorry lain kali aku izin dulu," ujar Nathan.


"Ish kok izin sih, nggak usahlah aku kan istrimu. Cuma, jangan mendadak saja sebab aku belum terbiasa."


Nathan terlihat mengangguk lalu melepaskan dekapannya. Kini ia beralih memegang bahan-bahan yang ingin digarap oleh Chexil. Jari-jarinya cekatan membantu memotong sayur dan memasukkannya ke dalam panci.


"Kenapa semalam pintunya tidak dikunci?"


"Maafkan aku. Semalam aku menunggumu tapi sayang aku ketiduran."


"Kan aku sudah bilang tidak usah ditunggu, biasanya kalau aku tugas malam tidak tentu pulangnya. Bisa-bisa sampai esok hari."

__ADS_1


"Emang kamu kerja apa sih?" tanya Chexil penasaran.


"Ada aja, nanti kamu juga tahu sendiri."


Karena Nathan tidak mau mengatakan Chexil hanya bisa mengangguk dan tidak ingin bertanya lebih jauh. Dia takut Nathan menganggap dirinya terlalu ikut campur urusannya. Yang penting bagi Chexil, Nathan tidak selingkuh saja itu sudah cukup.


"Oh ya semalam aku tidur di sofa. Kenapa tiba-tiba bisa pindah ke kasur ya."


"Pasti kamu semalam mimpi sambil berjalan," ujar Nathan sambil terkekeh.


"Iyakah? Tumben aku mimpi kayak gitu. Bisanya nggak pernah."


"Sudah matang, ayo aku bantu membawanya ke meja makan."


"Oke."


Selesai menata makanan mereka kembali ke kamar untuk membersihkan diri masing-masing. Setelahnya mereka langsung menyantap sarapan pagi.


"Oh ya hari ini ada rencana kemana?" tanya Chexil seraya menghentikan aktivitas makannya sebentar.


"Rencana? Tidak ada, satu minggu aku dibebaskan oleh papa untuk tidak ke kantor dulu. Kecuali kalau ada panggilan mendadak."


"Semalam mommy nelpon dia meminta kita untuk mengunjunginya. Katanya kangen."


"Oke nanti siang kita ke sana. Sebab besok kita kan sudah mulai kuliah lagi."


Chexil mengangguk. Mereka lalu melanjutkan makannya kembali.


"Hai Nath!" Nela melambaikan tangannya menyapa Nathan. Nathan pun ikut melambaikan tangan. Mereka pun berjalan ke arah yang sama.


"Siapa?" tanya Chexil penasaran.


"Teman satu fakultas," jawab Nathan.


"Kita duduk sebentar di sana, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu," tunjuk Nela pada sebuah kursi yang ada di sana.


"Boleh." Nathan berjalan ke arah kursi. Menarik kursi tersebut kemudian duduk dengan santai.


Nela mengajak Nathan berbicara serius sampai lupa bahwa ada sang istri di samping mereka. Chexil tampak merengut karena sang suami seperti melupakan kehadiran dirinya. Ia mengambil ponsel lalu memainkannya dengan cara diputar-putar.


Bosan memainkan ponselnya, Chexil membuka ponsel tersebut untuk mencari hiburan. Niat hati ingin membuka media sosial tetapi malah masuk ke galeri.


Ternyata dia wanita itu.


Chexil tampak kesal karena dia malah menemukan video yang dikirimkan oleh Fani kemarin. Kesalnya lagi Nela seolah memperhatikan dirinya dari ujung kaki sampai ujung rambut sambil tersenyum sinis padanya seolah merasa menang bisa mendominasi perhatian Nathan.


Chexil berusaha tetap tenang. Ia membuka Instagram milik Tristan sekedar untuk mencari hiburan. Dia tahu ada-ada saja yang di-posting oleh adik iparnya itu yang bisa membuatnya tertawa. Sepertinya sangat cocok dilihat saat situasi seperti ini.


"Kamu lihat apa sampai tertawa seperti itu?" tanya Nathan penasaran sambil melihat ke arah ponsel Chexil.


"Kamu lihat sayang, adikmu memang benar-benar kocak," ujar Chexil sambil mendekatkan ponsel tersebut ke arah Nathan sambil menggeleng-geleng kepala atas kelakuan adik iparnya itu. Sengaja Chexil memanggil sayang pada Nathan agar gadis di depannya tahu diri.

__ADS_1


Nathan mengernyit. "Sayang?" tanyanya dalam hati. Biasanya Chexil memanggilnya dengan nama saja tetapi sekarang memanggil 'Sayang'? Jelas saja Nathan merasa kaget. Sedangkan Nela yang sedang meminum air mineral dari botolnya langsung tersedak mendengar panggilan Chexil kepada sang suami.


"Hati-hati Mbak kalau minum jangan suka lirik sana-sini apalagi yang bukan muhrim," cetus Chexil yang langsung disambut pelototan mata dari Nela.


"Sayang aku pergi dulu, Mommy pasti sudah lama menunggu," ujar Chexil pada Nathan dan langsung bangkit dari duduknya."


"Hei Xil tunggu!" Nathan langsung bangkit dan menyusul Chexil.


"Sudah ya Nel, aku pergi dulu. Sudah telat ini."


Nela mengangguk. Namun seperginya Chexil dan Nathan Nela merasa gondok sendiri.


"Sepertinya wanita itu ingin bermain-main denganku." Ia ikut bangkit dan menyusul keduanya.


Sampai di depan rumah, Mommy Karla sudah menunggu anak dan menantunya. Ia yang tidak biasa berpisah dengan sang anak langsung memeluknya erat. Ia merasa sangat Rindu pada Chexil meski mereka hanya tidak bertemu dua hari.


"Daddy mana Mom?" tanya Chexil setelah dirinya dan Nathan selesai menyalami sang Mommy.


"Oh Daddy kamu baru saja pergi karena ada urusan mendadak," ucap Karla. Dia tidak tahu saja bahwa sang suami sebenarnya hanya ingin menghindari sang mantu karena takut ketahuan bahwa dirinyalah pelaku semalam.


"Ayo masuk Nak Nathan."


"Ayo bawa suamimu ke dalam Xil!"


"Iya Mom." Mereka pun masuk ke dalam.


Dari jauh Nela tersenyum licik. "Menarik, ternyata istri Nathan adalah Putri Felix. Bagaimana reaksi Nathan kalau tahu itu semua ya? Tapi bagus sepertinya bisa dimanfaatkan."


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏


Rekomendasi novel yang bagus untukmu. Yuk kepoin!



Napen: isti shaburu


Karya: Romansa Dokter Ganteng dan Pelayan Cafe


Blurb:


Niat hati membantu Veronica sang pelayanan cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri.


Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta kepada Veronica.


Bagaimana kisah cinta mereka?


Apakah mereka akan menikah secara resmi?


Natikan kisah gaje segaje-gajenya.

__ADS_1


__ADS_2