Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia
Part 26. Hanya Pencuri?


__ADS_3

"Dia?" Nathan termangu, sepertinya ia kenal dengan wajah itu. Saat Nathan menyenter lagi untuk memastikan tiba-tiba saja ada seseorang yang melempar serbuk di depan Nathan hingga membuat penglihatannya kabur.


"Aaakh!" seru Nathan sambil mengucek matanya yang terasa perih. Meski dalam keadaan seperti itu Nathan masih tetap mengejar pria tersebut. Dia sangat penasaran wajah yang dilihatnya tadi seolah tidak asing baginya.


Nathan terus saja mengejar, meski dengan langkah yang sempoyongan ia sempat meraih ujung baju pria tadi tetapi sayangnya pegangan tangan Nathan kalah dengan sentakan tangan pria tersebut.


"Shi*t!"


"Om kejar dia! Suruh satpam menutup gerbang keluar!" perintah Nathan sambil terus mengucek matanya yang semakin kabur dan sekarang malah tidak bisa melihat sekitar.


"Ini!" seru Louis sambil melempar air botol ke arah Nathan dan dirinya langsung berlari mengejar penjahat tersebut.


Dengan susah payah Nathan menangkap botol air dan dengan meraba-raba tangannya membuka tutup botol tersebut, setelah itu ia meraup wajahnya dengan air hingga matanya bisa melihat kembali.


"Om Louis mana?" tanyanya dalam hati sambil mencari keberadaan Louis ataupun penjahat tersebut.


Tiba-tiba Nathan melihat Louis dari balik kaca dan mengejar orang tadi. Nathan bergegas menyusul Louis tapi ternyata di samping ia berdiri, nampak bayangan seseorang.


Nathan mengurungkan niatnya untuk mengejar orang yang dikejar oleh Louis, ia kini beralih ingin menangkap orang yang bersembunyi dibalik tembok.


"Biarkan orang itu menjadi urusan om Louis. Semoga om Louis bisa menangkapnya agar aku tidak penasaran lagi terhadap pria tadi," batin Nathan. Ia pun langsung berjalan mengendap-endap untuk menangkap orang yang menjadi targetnya sekarang.


"Kena." Nathan langsung meringkus orang tadi.


"Apa yang kamu lakukan di tempat ini?" Nathan mengintrogasi orang yang ada dalam genggamannya sekarang.


"Ah tidak aku hanya ingin membenarkan listrik yang ada di sini. Kamu lihat sendiri kan listrik di sini padam semua," ujar orang tersebut beralasan.


"Kamu pikir aku percaya hah? Mau membenarkan listrik tanpa menggunakan penerangan?"


"Itu tadi senterku terjatuh makanya aku meraba-raba ingin mencari benda itu, tapi sayang kamu menemukanku lebih dulu." Pria itu berkilah.


"Siapa yang menyuruhmu membenarkan listrik di sini?" tanya Nathan lagi.


"Pemilik perusahaan ini, ya pemiliknya," sahut pria itu gugup.


"Kamu tahu siapa pemiliknya?" Nathan masih saja memancing pria tersebut agar ujung-ujungnya bisa berkata jujur.


"Tidak, tapi pemilik perusahaan ini memanggilku melalui satpam yang bekerja di sini," ujar pria itu lagi, masih berbohong.

__ADS_1


Nathan menggeleng. "Katakan siapa orang yang menyuruhmu menyusup ke perusahaan ini!" teriak Nathan.


"Tidak ada, aku bukan penyusup." Pria itu masih ngotot.


"Kalau begitu ikut aku ke kantor polisi." Nathan langsung menyeret pria itu keluar ruangan.


"Lepaskan! Aku bukan penjahat. Aku hanya ditugaskan untuk membenahi listrik di sini." Orang itu berusaha memberontak.


"Kita akan tahu nanti di kantor polisi kamu memang orang PLN ataukah penjahat yang hanya menyamar dan malah merusak listrik di Perusahaan," ujar Nathan dengan santai dan terus menyeretnya hingga keluar. Sampai di luar, Nathan meminta satpam untuk menjaga pria itu agar tidak kabur dan dirinya membantu Louis untuk mengejar orang yang satunya.


"Bagaimana Om, belum ketangkap?"


"Om Louis kehilangan jejak, tetapi sepertinya orang itu belum keluar dari area ini. Aku sudah menyuruh orang-orangku untuk mengepung tempat ini dan menangkapnya."


"Bagus Om kita berpencar saja."


"Oke siap."


Mereka melakukan pencarian dengan berpencar. Namun masih tidak bisa menemukan orang yang mereka cari, tetapi malah mereka yang bertemu lagi.


"Om sepertinya ada di sana!" tunjuk Nathan ke arah suatu tempat yang ada sekelebat bayangan melintas.


Sadar tempat persembunyiannya diketahui pria itu langsung keluar dan berlari menjauh. Nathan langsung mengejarnya. Beberapa orang suruhan Louis juga sudah datang dan mengepung.


Saat bersiul serbuk putih menyebar di udara dan semua pandangan mata orang-orang yang mengepungnya menjadi kabur.


Beruntung Nathan langsung menutup kedua mata dengan tangannya sehingga tidak terkena efek serbuk itu lagi.


Dia langsung mengejar laki-laki itu yang kini berlari secepat kilat. Nathan pun tak kalah, ia ikut berlari cepat. Namun saat ia hampir menangkap karena pria itu menghadapi jalan buntu, pria itu langsung melompat tinggi ke atas pagar tembok yang amat tinggi. Gerakannya yang seperti orang terbang membuat Nathan kaget sekaligus syok. Seumur hidup dia baru melihat orang yang meloncat pagar tinggi tanpa memanjat terlebih dahulu, kecuali hanya dalam cinema di televisi.


Nathan lalu memanjat pagar dan melompat, tetapi sayang dia sudah kehilangan jejak.


Nathan mendengus lalu kembali ke arah pos satpam untuk menghampiri orang yang ditangkapnya tadi. Sampai di sana Louis juga ada di sana.


"Bagaimana Nath?"


"Maaf Om saya tidak berhasil menangkap orang itu," ujar Nathan dengan lesu.


"Aku sudah menyangka sangat susah untuk menangkapnya karena orang tersebut terlalu gesit," ujar Louis.

__ADS_1


"Tapi Om, Nathan sangat penasaran dengan orang itu."


"Tenanglah kita kan sudah menangkap satu orang. Mungkin dari dia kita bisa mengorek informasi tentang orang tadi," bisik Louis di telinga Nathan dan pria itu hanya mengangguk.


"Om Louis benar mari kita bawa dia ke kantor polisi. Semoga polisi bisa membuka mulut orang ini." Nathan pun berkata lirih di samping Louis.


Louis pun mengangguk. Mereka berdua langsung membawa orang itu ke kantor polisi.


Sedangkan Felix setelah berlari jauh dari tempat itu dan yakin sudah tidak ada yang mengikuti berhenti sejenak dan mengatur nafas.


"Hampir saja aku tertangkap. Ada hubungan apa Nathan dengan pemilik perusahaan ini? Bukankah dia hanya bekerja sebagai selebritis ya. Kenapa harus terlibat dengan urusan perusahaan orang. Astaga berarti Wanzi memang salah orang. Berarti memang benar Chexil menikah dengan orang yang memang pernah menolongnya. Pantas saja, dia bahkan bisa membebaskan Chexil dari tangan Maximus. Kalau begitu aku harus berhati-hati." Felix bermonolog.


Sedangkan Nathan dan Louis menghela nafas panjang saat pria itu akhirnya mengatakan pada polisi bahwa dirinya memang berniat ingin mencuri di perusahaan itu. Namun saat ditanya siapa orang yang bersamanya tadi pria itu menyebutkan nama-nama yang memang menjadi buronan polisi.


"Tetapi kenapa saya kayak kenal gitu ya Om?" Nathan masih penasaran sekaligus kecewa dengan pengakuan pria yang ditangkapnya tadi.


"Mungkin kamu lihat wajah mereka di televisi atau di poster-poster yang ditempel polisi. Kan mereka semua buronan," ujar Louis.


"Tapi kok perasaanku merasakan lain ya Om. Masa iya mereka hanya pencuri."


"Maksudnya?"


"Ah sudah tidak apa-apa. Lebih baik Om amankan benda apa yang sekiranya diincar oleh mereka di tempat ini," saran Nathan.


"Baiklah Nath, sekarang kita harus kembali," ujar Louis.


"Baiklah Om ayo!" seru Nathan.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏


Rekomendasi novel yang bagus untuk kalian semua. Cuss kepo



Blurb:


Ditinggalkan oleh sang Ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang Ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba Ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang Ayah menorehkan pilu dalam dada sang Ibu.

__ADS_1


Di tengah deruan rasa rindunya pada sang Ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang Ayah telah menceraikan Ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat Ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang Ibu tak berdaya. Di sisi lain sang Ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.


Akankah kerinduan Shaka pada sang Ayah berakhir dengan sebuah pertemuan atau mungkin tidak?


__ADS_2