Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia
Part 69. Bagai Buah Si Malakama


__ADS_3

"Polisi!" Chexil tertegun. Dia terlihat ketakutan melihat beberapa orang berdiri di depan pintu menggunakan seragam polisi.


Namun saat melihat sang ayah terbaring lemah dari luar pintu ia langsung menerobos 3 orang polisi yang berjaga sambil berbincang-bincang itu.


"Daddy!" teriak Chexil sambil berlari ke arah ranjang tempat Felix dirawat.


"Bagaimana keadaan daddy Mom?"


Karla hanya menggeleng dengan air mata yang terus berjatuhan membuat kesedihan Chexil semakin mendalam.


"Chexil?" Nathan, Louis dan Zidane yang sedang fokus menatap Felix menoleh mendengar suara Chexil.


"Dia?" Zidane heran melihat Chexil ada tempat itu sekarang tetapi Isyana langsung memberi kode agar dia diam.


"Daddy mengapa jadi seperti ini? Hiks..hiks... hiks.... Kalau sejak awal Daddy jujur, Chexil tidak akan pernah membiarkan daddy jadi seperti ini."


Nathan mendekati Chexil. "Tenanglah Daddy pasti sembuh." Nathan meraih tubuh Chexil hendak memeluk wanita itu tetapi Chexil langsung mendorong tubuh Nathan ke belakang.


"Ini semua gara-gara kamu. Sembuh kamu bilang? Kau lihat sendiri bagaimana banyak peralatan medis yang menempel di tubuh daddy. Adakah kemungkinan untuk sembuh?"


"Semua kemungkinan pasti ada. Maafkan aku Daddy begini memang karena aku," ucap Nathan merasa bersalah. Kalau saja Felix tidak ingin menyelamatkan dirinya pasti mertuanya tidak akan terbaring lemah sekarang.


"Oh jadi benar ini ulah kalian? Nathan kamu jahat. Kalau kamu memang tahu bahwa Daddy benar-benar seorang mafia kenapa kamu tidak tegur Daddy langsung? Mengapa kau memilih menghabisi dia di medan pertempuran? Kau jahat Nathan! Kau jahat! Hiks... hiks ...hiks."


Isyana dan Zidane hanya saling pandang. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Jika benar tuduhan Chexil bahwa Felix adalah mafia maka bisa jadi benar pula tuduhan menantunya sekarang bahwa Nathan terlibat dalam penembakan Felix tersebut.


Isyana terlihat menggeleng untuk menepis pikiran buruknya itu sedang Zidane hanya mengernyit melihat ekspresi sang istri.


"Chexil apa yang kamu katakan? Kamu salah paham Xil. Aku tidak pernah ...."


"Aku salah paham? Ya aku memang selalu salah paham. Kau yang selalu benar," potong Chexil ucapan Nathan.


"Bukan begitu maksudku tetapi Daddy begini bukan karena kami. Dia terkena tembakan musuh saat ingin menyelamatkanku."

__ADS_1


"Kau berbohong kan Nath? Kau berbohong kan? Bukankah kau sendiri yang pernah bilang bahwa daddy seorang mafia. Sayang aku bodoh hingga aku lengah. Kau hanya ingin aku tenang bukan?"


"Sudah Xil tenanglah, jangan berpikir macam-macam. Kita doakan saja supaya daddy cepat sembuh. Kau istirahat saja, aku lihat wajah kamu pucat. Kamu sakit ya?"


"Bagaimana aku bisa tenang Nath sedangkan daddy berada di antara hidup dan mati dan apabila dia sembuh pun percuma dia akan tetap menerima hukuman mati."


"Sst, jangan keras-keras. Jangan bahas itu." Nathan meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Chexil agar istrinya tidak berbicara profesi Felix sebelumnya.


Namun Chexil terlihat semakin menangis sambil memikirkan nasib ayahnya nanti.


"Auw." Chexil meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Nath cepat bawa dia keluar. Periksa dia!" perintah Isyana.


Nathan pun segera menggotong tubuh Chexil keluar kamar rawat Felix. Isyana berlari keluar terlebih dahulu untuk menghubungi dokter agar Chexil lebih cepat mendapatkan penanganan.


Karla yang sedari tadi abai dengan keadaan karena terlalu mendalami kesedihannya akhirnya tersadar saat melihat Nathan mengendong tubuh Chexil dengan setengah berlari. Ia pun menyusul ke luar.


"Chexil kenapa sih Ma?" tanya Nathan tak mengerti setelah meletakkan tubuh Chexil di atas ranjang periksa. Istrinya begitu berubah sejak meninggalkan dirinya dulu. Selain wajahnya yang nampak pucat tubuhnya juga lebih kurus.


"Dia hamil anakmu Nath."


"Benarkah Ma?" Nathan terlihat sumringah. Berharap apapun yang terjadi nanti Chexil akan tetap bisa menerima dirinya. Chexil tidak akan berani meminta pisah lagi darinya karena sudah ada ikatan anak.


"Iya tapi ...," Isyana ragu-ragu untuk melanjutkan perkataannya.


"Tapi kenapa Ma?"


"Kandungannya lemah. Kata dokter dia tidak boleh kelelahan ataupun banyak pikiran."


"Tolong ke luar dulu, saya ingin memeriksa pasien!" perintah dokter yang menangani Chexil.


"Baik Dok." Nathan dan Isyana keluar. Tangan Isyana juga menarik tangan Karla yang nampak tidak bergairah.

__ADS_1


Ketiga orang itu menunggu dokter selesai memeriksa dengan harap-harap cemas. Karla masih saja seperti tadi, menangis tanpa suara. Dia semakin terpukul karena anak dan suaminya sama-sama terbaring di ranjang rumah sakit.


Ceklek.


Dokter yang selesai memeriksa membuka pintu ruangan membuat Nathan dan Isyana berjalan cepat ke arah dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?"


"Istri anda baik-baik saja tetapi mohon maaf janinnya tidak bisa diselamatkan."


Nathan terlonjak kaget, baru saja mendengar kabar istrinya hamil tetapi harus menelan kabar pahit, saat ini pula dia harus kehilangan calon bayinya itu. Ia langsung terduduk lemas di lantai sedang Karla tangisnya langsung pecah. Dia tergugu di samping Nathan.


"Maksud dokter menantu saya keguguran?" tanya Isyana memastikan.


"Benar Nyonya, pasien keguguran."


Isyana memandang kedua orang di sampingnya yang seakan tidak punya gairah hidup lagi.


"Ya Tuhan tunjukkan jalan untukku agar bisa menghibur kedua orang ini," gumam Isyana. Dia jadi bingung sendiri untuk menghadapi keduanya ditambah lagi bagaimana caranya nanti menghadapi pertanyaan Chexil.


"Bagaimana keadaan menantuku?" tanya Zidane yang berjalan mendekat.


"Dia keguguran Mas." Isyana mendesah kasar. Zidane pun menghela nafas berat.


"Sabar ya Boy." Zidane menepuk bahu Nathan. Pria itu mengangguk tak bergairah. Dalam hatinya dikuasai rasa bersalah yang begitu besar.


"Maafkan aku Xil, kau benar ini semua kesalahanku. Aku yang tidak becus menjadi suami, aku ya tidak becus menjadi menantu, sekali lagi maafkan aku," batin Nathan.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak! Mampir juga yuk ke karya yang satu ini. Perjalanan Alice yang penuh liku-liku. Dijamin ceritanya seru dan mengaduk-aduk emosi. Cus langsung kepoin!🙏


__ADS_1


__ADS_2