Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia
Part 31. Daddy?


__ADS_3

Seorang lelaki setengah baya tampak menerima telepon dari seseorang. Saat menerima telepon tersebut dia menjauh dari sang istri menuju balkon kamar.


"Aku tidak ingin terlibat dalam bisnis harammu lagi." Terdengar laki-laki tersebut menolak ajakan orang dibalik telepon.


"Kau tidak bisa lepas dari kami karena kau sudah tahu rahasia kami." Terdengar jawaban kekecewaan dari dalam telepon.


"Aku janji aku tidak akan membocorkan rahasia kalian tapi izinkan aku untuk lepas dari belenggu kalian."


"Tidak semudah itu Felix, kau sudah terlanjur masuk dalam komplotan kami dan selamanya tidak akan bisa lepas. Apakah kamu lupa, kau sedang bersaing dengan Maximus untuk menjadi penggantiku sebagai ketua klan."


"Haaah." Felix mendesah. "Aku sudah tidak berminat meneruskan ambisiku yang tidak berguna itu. Katakan pada Maximus aku mengalah dan mundur."


"Hm, tidak seharusnya kau mengatakan begitu. Apa kau siap menanggung resiko jika kau masih ngotot ingin keluar?"


"Apapun akan aku lakukan agar kalian bisa menyetujuiku keluar dari dunia hitam itu."


"Baiklah kalau begitu, serahkan Putrimu padaku untuk kujodohkan dengan putraku."


"Enak saja, aku tidak mau. Apalagi dia sudah menikah." Felix tidak menyukai anak Tuan Smith yang suka bermain wanita sehingga ketika dirinya tahu putra dari Tuan Smith menyukai putrinya dia langsung ingin menjodohkan dengan lelaki yang bisa membebaskan Chexil dari tangan Maximus waktu itu.


"Hm, menikah. Menikah karena jebakan bukan? Aku ingin tahu reaksi menantumu itu kalau tahu dia dijebak untuk menikahi putrimu Chexil."


"Apa maksudmu? Apa keinginanmu sebenarnya?"


"Sudah tahu bukan? Aku tidak menginginkan kamu lepas dari kami atau bisa lepas asal putrimu menjadi menantuku."


"Itu sama saja kau tidak ingin melepaskanku dari jeratanmu."


"Bagus kalau kau mengerti. Sekarang ada tiga pilihan untukmu. Tetap bergabung bersama kami, menyerahkan putrimu atau kehilangan salah satu antara istri atau putrimu. Silakan dipilih!"


"Kurang ajar kamu ya."


"Aku tidak menerima penolakan. Sekarang kau urus kiriman kami di sana dan teruskan lah kepada agen kita. Kalau tidak mau aku pastikan esok hari kau kehilangan antara putri atau istrimu. Satu hal lagi jangan sampai melapor ke polisi karena aku pastikan namamu akan terseret."


"Aku akan mengurusnya asalkan ada imbalannya."


"Bukankah kau selalu mendapat bagianmu?"


"Itu tidak cukup, kau tahu kan ini negara istriku. Akan sangat beresiko kalau aku beraksi di sini. Namun aku akan tetap melakukannya dengan baik jika kau mau berjanji apabila aku berhasil kau akan melepaskanku."


Lama tak ada jawaban dari dalam telepon mungkin orang yang menelpon sedang memikirkan sesuatu.


"Boleh, aku terima tawaranmu." Akhirnya terdengar jawaban dari balik telepon. Sesaat kemudian telepon terdengar ditutup. Berganti suara notif dari dalam ponsel Felix.


"Baiklah ini yang terakhir," ujar Fekix setelah membaca chat dari ketua klan.


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Seperti biasa malam-malam Nathan mendapatkan telepon dari Lukas. Orang itu ternyata tidak jera terus mengajak Nathan padahal sudah dilarang olen Mommy Janet dan juga sering diwanti-wanti oleh Isyana.


"Mau kemana?" tanya Chexil saat Nathan terburu-buru memasang jaket ke tubuhnya dan menyambar kunci mobil.


"Aku pergi dulu ya ada tugas negara. Kamu jangan lupa kunci pintunya soalnya sekarang dimana-mana rawan ada orang jahat."


Chexil hanya menatap bingung ke arah Nathan.


Tugas negara apa maksudnya. Dia kan bukan anggota TNI ataupun polisi.


"Kamu tidur duluan saja. Ingat jangan tunggu aku karena aku pun tak tahu kapan aku pulang."


Chexil hanya mengangguk, sebenarnya ingin protes karena Nathan sering meninggalkannya sendirian. Kalau siang-siang sih dia masih maklum tapi kalau malam-malam begini dia merasa takut sendirian. Maklum lah Chexil tidak biasa tinggal sendiri. Dulu sebelum menikah dia tidak pernah berpisah dengan sang Mommy.


Kalau tahu begini mah mending aku terima tawaran oma Laras saja untuk tinggal disana.


Kalau tinggal di sana meski ditinggal oleh sang suami Chexil tidak akan pernah kesepian karena di sana ramai, semua anggota keluarga Nathan berkumpul semua.


Setelah Nathan pergi Chexil memilih mengambil ponselnya dan menghubungi sang Mommy.


"Daddy mana Mom? Chexil kangen."


"Lagi keluar," sahut sang Mommy.


"Ckk, selalu begitu. Sebenarnya Daddy sayang nggak sih sama Chexil. Kenapa ketika Chexil menelpon selalu tidak aktif. Di datangi ke rumah malah pergi. Kemarin saat Mommy mengunjungi kami pun dia tidak ikut." Chexil meluapkan kekecewaannya pada Karla. Dia tidak tahu saja bahwa sang Daddy lagi menghindari menantunya.


"Selalu saja begitu. Ujungnya-ujungnya zong," ujar Chexil seraya menutup teleponnya.


"Sayang! Chexil!" seru Mommy Karla dari balik telepon.


Tut tut tut....


Hanya suara telepon yang terputus yang di dengarnya.


"Dia pasti kecewa sekali sampai memutuskan sambungan telepon secara sepihak," batin Mommy Karla. Perempuan itu tampak merenung di dalam kamarnya sedangkan Chexil langsung bergegas mengunci pintu, lalu mengambil selimut dan menutupi tubuhnya setelah itu memejamkan mata.


______________________________________________________________________


"Kejar Nath, dia berhasil kabur!" teriak Lukas sambil dirinya menangkap orang yang lainnya.


Beberapa polisi sudah berhasil mengamankan beberapa jenis narkotika dan meringkus beberapa orang yang terlibat dalam penyaluran barang haram itu. Namun ada dua orang yaitu Felix dan Maximus yang berhasil lolos dari kejaran mereka.


"Tangkap mereka jangan sampai lolos!" teriak salah seorang polisi.


"Baik Kapten." Beberapa orang langsung mengejar Maximus dan ada yang menyusul Nathan.


Aksi kejar-kejaran pun berlangsung lama. Bahkan suara tembakan terdengar saling sahut-menyaut dari berbagai arah. Maximus akhirnya bisa lolos karena dia langsung bersembunyi ke dalam selokan sedangkan Felix dia seperti kebingungan mencari arah. Dia yang bisanya lincah dan gesit kini seolah terlihat sangat lelah. Entahlah Felix merasa tubuhnya benar-benar lemah ketika mengetahui tadi bahwa Nathan ternyata bergabung dalam anggota polisi. Mungkin ini adalah efek dari pikirannya yang kacau karena ternyata dia harus menghadapi sang menantu lagi.

__ADS_1


Saat Felix seperti orang kebingungan, sebuah mobil sudah berhenti tepat di depannya. Tentu saja itu adalah salah seorang anak buah yang ditugaskan untuk menyelamatkan disaat-saat genting seperti ini.


"Come on quickly get in the car!" (Ayo cepat masuk mobil!)


"Okay."


Saat Felix hendak masuk, buru-buru Nathan menangkap kedua tangan Felix. Pria itu berusaha melepaskan pegangan tangannya tanpa mau menoleh ke belakang tapi justru Nathan berhasil menarik hingga tubuhnya menghadap ke arah Nathan.


"Felix terlihat kaget karena sang menantu lah yang berhasil menangkap dirinya sedangkan Nathan terlihat syok melihat siapa orang yang berdiri di depannya kini.


Seorang anak buah di dalam mobil sudah mengulurkan pistol dari balik kaca. Dia sudah siap menembak Nathan, tetapi dia urungkan ketika mendengar perkataan Nathan.


"Daddy?" Nathan tampak termenung. Untuk sementara dia lupa apa yang harus ia kerjakan.


"Jadi orang itu juga daddy?" Nathan mengingat kejadian di perusahaan Louis beberapa malam yang lalu.


Saat-saat Nathan seperti orang kebingungan, saat itu pula Felix melepaskan diri. Dia menyentak pegangan tangan Nathan dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Quickly run the car!" perintah Felix para sopir.(Cepat jalankan mobilnya!)


Pengemudi pun langsung tancap gas.


Seperginya Felix, Nathan terduduk lemas di pinggir jalan. Dia tidak menyangka bahwa Felix Fernandez, sang mertua adalah salah satu komplotan mafia pengedar narkotika.


"Nathan kamu tidak apa-apa?" Polisi yang mengejar dirinya baru sampai disusul Lukas di belakang. Mereka langsung khawatir melihat Nathan terduduk seperti orang yang tidak berdaya. Mereka pikir Nathan terkena tembakan.


"Aku tidak apa-apa. Dia berhasil kabur."


"Tidak apa-apa yang penting kamu selamat dulu," ujar Lukas sambil membantu Nathan berdiri.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏


Rekomendasi novel yang sangat bagus untukmu. Kuy kepoin!


Judul: Aku tidak Jelek


Author: Pipih Permatasari



Blurb:


Karena kecorobohan Aku yang berani mengungkapkan perasaannya terhadap Pimpinan Intern group membuat Aku di tolak mentah mentah, dihina sampai didorong masuk ke dalam kolam renang oleh seorang Juna Prakasa dan kekasihnya Olin Puspita. Aku pikir dia sama menyukaiku karena sudah berbuat perhatian lebih, ternyata dia hanya memanfaatkanku karena otakku pintar dan cerdas.


Akankah pembalas dendaman Aleena dan Veri berhasil membuat Juna berlutut dan menyesalinya?

__ADS_1


__ADS_2