
Sebuah mobil tampak berhenti di depan sebuah kampus. Seorang gadis cantik terlihat dari balik kaca mobil sedang bersiap-siap turun.
"Non Jangan lupa selalu hati-hati ya!" pesan pak sopir sebelum gadis itu beranjak turun dari mobil.
"Iya Pak pasti." Chexil berucap sambil tersenyum ke arah sopir pribadinya lalu bergegas turun. Pak sopir memutar kemudi, kemudian meninggalkan anak majikannya seorang diri.
Chexil berjalan menuju gerbang kampus. Sampai di depan kampus ternyata masih sepi, hanya ada pak satpam yang mengobrol dengan seorang mahasiswa.
Sebuah mobil hitam melintas di sampingnya, lalu tidak berapa lama seseorang yang memakai topeng di wajahnya terlihat turun dan mendekap gadis itu lalu menutup wajah Chexil dengan kain yang sudah dibubuhi obat bius. Seketika Chexil langsung pingsan dan dibawa ke dalam mobil.
Beberapa saat kemudian terlihat mobil itu melaju dengan kencang di jalanan.
"Tan kayaknya ada yang diculik tuh!" tunjuk pak satpam ke arah jalan raya di depan kampus pada Nathan.
"Yang mana Pak?"
"Mobil yang itu tadi menyekap seorang gadis."
"Pak satpam kok baru bilang sih," protes Nathan. Seketika ia menyambar kunci motornya. "Pak bilang sama Tristan aku yang bawa motornya."
"Oke siap Tan."
Nathan lalu menghidupkan mesin motornya dan langsung tancap gas, segera menyusul mobil tadi.
Merasa diikuti mobil yang menyekap Chexil berputar-putar di jalanan agar pemilik motor yang mengikuti mereka menyerah untuk mengejar mobil mereka.
"Shi*t! Ternyata benar motor itu mengikuti mobil kita. Kamu harus bisa membuatnya terkecoh!" perintah laki-laki bertopeng itu pada sopirnya.
"Baik Bos."
Sopir itu tampak menelpon seseorang. Lalu terus saja membawa mobilnya berputar-putar di jalanan. Saat ada kesempatan mereka langsung memindahkan tubuh Chexil ke mobil lain.
"Ha ha ha ... rasain Lo! Kejar deh, kejar kami. Kamu tidak akan menemukan apa-apa di mobil ini dasar kapret. Ha ha ha ha ha...."
Chit. Motor Nathan langsung berhenti menghadang mobil mereka. Dua orang dalam mobil tampak santai-santai saja.
__ADS_1
"Ada apa anak muda? Sepertinya kamu dari tadi mengikuti kami ya?" tanya seorang laki-laki yang bertindak menjadi sopir di mobil tersebut sambil tersenyum mengejek.
"Serahkan gadis yang kalian culik kalau tidak ...."
"Kalau tidak kenapa?" potong pria bertopeng tadi.
"Jangan salahkan, kalau aku menghajar kalian." Nathan geram.
"Mengajar? Ha ha ha ...." Pria bertopeng tertawa keras.
"Kamu pikir akan menang melawan kami berdua hah!" Pria itu kini membentak.
"Sudah Bos tenanglah, tunjukkan saja sama anak muda itu kalau kita benar-benar tidak membawa apa-apa." Sopir itu mengerling ke arah pria bertopeng membuat Nathan menjadi curiga.
"Baiklah karena kami berbaik hati, silahkan kamu periksa mobil kami." Lelaki itu tampak membuka mobil dan mempersilahkan Nathan untuk masuk.
Dengan cekatan Nathan memeriksa mobil itu, tetapi memang benar Nathan tidak menemukan apa-apa di sana. Namun, meski begitu tidak memudarkan kecurigaan Nathan terhadap kedua pria dalam mobil itu. Apalagi pada pria bertopeng yang seakan tidak mau memperlihatkan wajahnya.
"Bagaimana anak muda tidak ada apa-apa kan?" Sopir itu bertanya lagi, tetapi nada suara dan ekspresinya terdengar masih ke arah mengejek.
Nathan berpikir sejenak bagaimana gadis yang mereka culik bisa tidak ada di sana padahal dia sangat yakin tidak salah mengejar mobil. Dia mengingat-ingat sesuatu.
Bukan Nathan namanya kalau gampang menyerah. Dia memutar motornya sambil berpikir kira-kira mereka memindahkan gadis yang mereka culik kemana.
Tidak butuh lama bagi Nathan untuk mencerna keadaan.
"Berarti mereka memindahkan gadis tadi ke mobil berwarna silver itu saat jalanan dalam keadaan ramai. Baiklah ternyata kalian berhasil mengecoh ku." Nathan tancap gas kembali, mencoba menebak-nebak ke arah mana mobil berwarna silver itu membawa gadis yang mereka culik.
"Tidak mungkin ke arah sana, di sana sedang ada patroli." Ia bergumam sendiri. Kemudian melajukan motornya ke arah yang diinginkannya. Kali ini Nathan menggunakan logika dan feeling-nya secara bersamaan.
Nathan terus saja mengendarai motor gede yang biasanya selalu digunakan Tristan itu dengan kecepatan penuh. Benar saja di tengah jalanan dia melihat mobil yang dicurigainya tadi. Nathan langsung mengejarnya.
Chit ... chit ... chiiit!
Nathan tidak mengerti mengapa banyak motor di jalanan berlalu-lalang dan seolah berkejar-kejaran hampir berbenturan satu sama lain hingga memudarkan fokus Nathan pada mobil silver tadi.
__ADS_1
"Sial!" Nathan memukul setir. Untung saja dia sempat melihat nomor polisi mobil silver tadi sebelum menghilang.
"Ada apa sih ini?" Nathan bertanya dalam hati.
"Mas ada polisi!" Seorang anak remaja seusia SMA memperingatkannya sambil terus menyetir motornya dengan kencang. Nathan menoleh ke belakang ternyata memang benar ada beberapa polisi yang mengejar mereka.
Nathan menggeleng-gelengkan kepala. "Pasti mereka balapan liar. Dasar anak-anak jaman sekarang tidak tahu waktu, masih siang-siang saja sudah berani balapan."
"Ah, tapi kemana mobil tadi? Arghhh aku terkecoh lagi."
Di saat itu ia mengingat akan benda yang ia taruh tadi di dalam mobil. Nathan menyunggingkan bibir. "Kenapa aku harus repot-repot mengejar mobil silver toh aku bisa mengikuti mobil hitam tadi untuk membawa ku ke tempat dimana gadis itu di sekap," batinnya.
Nathan menepikan motornya lalu melacak keberadaan mobil hitam tadi. "Sepertinya menuju ke arah sini, baiklah aku akan menunggu mu membawaku ke tempat dimana kau menyekap gadis tersebut."
"Hei Nath, ngapain berhenti di situ?"
"Ada yang genting Pak."
Seorang polisi nampak menepikan mobilnya dan menghampiri Nathan. "Katakanlah biar kami bantu!"
Nathan menceritakan masalah penculikan itu pada polisi tersebut.
"Aku akan perintahkan anak buah ku untuk membantu mu."
"Boleh pak tapi jangan sampai mencurigakan takutnya mobil yang akan saya ikuti ini malah tidak mau ke sana karena tahu diikuti. Biar saya yang mengikuti dari jarak jauh bapak dan yang lainnya bisa menyusul di belakang."
"Oke siap."
"Itu Pak mobilnya, saya jalan dulu. Nanti bagaimana keadaannya saya akan menghubungi Bapak."
"Oke Nath kami stay."
"Sip Pak." Nathan segera menyusul mobil hitam tadi dengan menjaga jarak agar tidak ketahuan mengikuti. Kali ini dia tidak khawatir akan kehilangan jejak, toh dia sudah memakai pelacak, kemana arah mobil itu bergerak dia pasti bisa mengetahuinya.
Bersambung .....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya!🙏