The Empero'S Prisoner

The Empero'S Prisoner
14


__ADS_3

Aku terdiam, masih mecoba mempercayai perkataan tuan En. Apakah benar Suki seperti itu, rasanya aku sulit mempercayainya. Kalau begitu kenapa dia mau mengorbankan dirinya.


 


“Banyak hal yang perlu kita bicarakan, setelah masalah ini usai aku akan memberitahukan semuanya” sela tuan En, ingin menenangkan aku.


 


Menjelang sore hari kami sudah memasuki kota Gorbala, keeadaan kak lu sudah membaik, hanya saja tenaganya masih lemah. Kami memasuki sebuah kediaman dengan banyak penjaga. Mereka semua sudah di perintahkan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya, semuanya sesuai dengan apa yang di perintahkan tuan En.


 


“ kau urus Lucien, dia masih membutuhkan obat untuk luka-lukanya “ perintah tuan En pada rombongan tabib.


“ serta siapkan hal sama juga kepada tuan En” potongku. Bagaimanapun keadaan tuan En juga tidak baik-baik saja.


 


Aku memasuki kamar yang sama dengan tuan En, membantunya membersihkan diri serta mengoleskan obat-obatan. Mulai sekarang aku harus membuat tuan En melupakan kekhawatiranya akan kepercayaanku.


 


“ kau sudah berkerja keras, Zen ku sudah pintar sekarang”


Perbicangan kami di meja makan, keadaan sudah aman sekarang, tak ada lagi aksi kejar-kejaran seperti sebelumnya.


“ saya sudah lama mengikuti tuan En jadi sudah sedikit terbiasa”


“jika bukan karena persiapanmu untu melarikan diri, mungkin kita semua takkan selamat. Maka sebagai gantinya kau ingin hadiah apa dariku?”


“ saya tidak menginginkan hadiah apapun, tapi jika,,, tuan tidak keberatan saya ingin tuan En menjelaskan mengenai Suki”


 


Ada rasa keenganan pada raut wajah tuan En, namun kemudian menarik nafas panjang. Sepertinya tuan En sudah memutuskan .


 


“ baiklah” aku menatapnya, siap mendengarkan semua ceritanya. Aku sudah menunggu untuk mendengarkan semua penjelasan.


 


“Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, Suki sudah berusaha menggodaku. Saat itu dia berhasil membuatku marah besar, jadi langsung ku jatuhi hukuman. Tapi kemudian dia mengatakan jika selama ini dia adalah boneka seseorang. Adiknya sedang ditawan jadi dia harus menuruti perintah seseorang itu. Jadi dia membuat pertukaran jika aku berhasil menyelamatkan adiknya dia bersedia melakukan apapun untuk menebus kesalahannya.”


 


“ siapa seseorang itu ?”


“ aku tak tau, selama ini mereka berkomunikasi lewat surat. Dari surat itulah aku bisa menemukan keberadaan adiknya, untung saja bisa datang tepat waktu.”

__ADS_1


“ sekarang dimana dia?”


“ wanita yang mengirim makanan tadi adalah cila, adik dari Suki”


“ apa aku boleh menjadikannya pelayanku?”


“ tentu, Zen”


 


Pagi ini rombongan bantuan sudah sampai di kediaman kami di Gorbala. Sesuai dengan prediksi tuan En. Saat ini mereka sedang bertemu dengan tuan En, kak Lu keadaanya sudah cukup baik dan sudah memulai melakukan tugasnya sebagai pengawal.


 


“Cila, apakah kau pernah ke istana?” kami sedang berbincang ringan di taman kediaman. Cukup luas dan begitu indah.


 


“ belum pernah yang mulia, sedari kecil saya hanya tinggal di desa” jawabnya


“ mulai sekarang aku menjadikanmu pelayan pribadiku, jadi setelah ini kita memasuki istana bersama”  


“ benarkah itu yang mulia, saya senang sekali. Terimakasih yang mulia”


‘ aku akan berusaha menjaga saudaramu Suki ’


 


 


****


 


Akhirnya aku bisa merasakan kasur empuk ini, setelah beredam dengan kesegaran sepanjang siang serta makan hidangan lezat, berbaring adalah pilihan yang tepat. Aku sudah merindukan semua kenyamanan ini. Bahkan Cila serta pelayan lainnya sudahku larang untuk mengangguku sampai besok pagi


 


Beberapa hari sudah terlewati, aku masih mengamati gelang yang temukan sebelumnya. Beberpa bagian terbuat dari besi dan bagian lainnya terdapat mutiara. Aku yakin ini bukanlah gelang biasa. Aku akan mencari tahu sendiri, jangan sampai tuan En mengetahuinya. Entah kenapa perasaanku menyuruhku seperti itu.


 


Pekan ini latihan dasar memanah sudah terlewati sebagai pemula aku cukup cepat menangkap pelajarannya. Untuk jarak belasan kaki aku masih bisa menjangkaunya. Berkat kak Lu yang begitu keras dalam melatihku, sungguh tak pandang bulu, aku sudah sering mengeluh jika perempuan perlu banyak istirahat tapi tak pernah sekali saja kak Lu mengabulkannya. Sungguh kejam.


 


Sore ini aku berniat berkunjung ke istana putra mahkota, bagaimanpun aku harus menghormati serta melayani tuan En sebagai usamiku. Setidaknya sampai makan malam disana aku akan kembali ke istana harem. Aku tak tau apakah tuan En sedang keluar atau berada di tempat. Biasanya sore pekerjaanya akan sedikit luang.


 

__ADS_1


“ yang mulia, kata penjaga tuan En baru akan kembali malam nanti” ucap cilla setelah kuerintahkan untuk menanyakan kabar.


“ baiklah kita kesana sekarang saja menunggu beberapa lama juga tak apa”


“ baik yang mulia”


“ oh ya tak perlu membawa rombongan, biar kau saja yang menemaniku”


“ tapi,, baik yang mulia”


 


Akhirnya dengan membawa beberapa cemilan aku menuju istana putra mahkota. Aku senagja berkunjung lebih awal untuk membaca buku disana. Ku akui koleksi buku tuan En cukup banyak dan menarik. Dulu aku paling senang jika tuan menyuruhku membersihkan ruang baca nya, aku bisa menghabisakn waktu yang lama, karena bisa mencuri-curi waktu untuk membaca.


 


“ silahkan masuk yang mulia” ucap penjaga begitu mengetahui kedatanganku.


Aku melangakh dengan hati-hati, baju kebesaran ini begitu menyulitkan aku berjalan. Cilla dengan cepat membantuku untuk mengangkat beberapa bagian ketika menaiki tangga.


 


“ cilla bantu aku memasuki ruang baca, yang mulia putra mahkota”


“ yang mulia sepertinya sudah sering kemari”


“ dulu aku memanggil putra mahkota dengan sebutan tuan meskipun sampai sekarang, tapi jika berbicara dengan orang lain kini sebutanku berganti”


“ yang mulia tenyata sudah dekat dengan putra mahkota, seperti sepasang kekasih”


“ cilla sekarang kami sudah sepasang suami istri, jadi harus dekat”


“ saya sering mendengar jika para bangsawan menikah bukan karena cinta, jadi banyak yang tak bahagia.”


“jadi apa kau ada seseorang yang kau cintai, jika iya aku akan melamarkannya untukmu” memulai kejahilanku.


“ kenapa yang mulia malah bertanya seperti itu kepada saya” dia cemberut, menggemaskan sekali menggoda bocah ini.


“dari kalimat kamu tentang bangsawan, itu artinya kamu ingin menikah dengan seseorang yang kamu cintai, benar tidak?”


“ tentu saja, jika saya menikah hanya dengan lelaki yang saya cintai”


“ jadi adakah seseorang?”


“ ihh yang mulia, saya masih ingin menemani dan melayani yang mulia selir disini”


“emm, apa jangan-jangan kau menginginkan lelaki kerajaan, jadi kau berniat berlama-lama disini?”


“ b,,bbukan seperti yang mulia, sungguh hamba tidak berani”

__ADS_1


“ hahahahaha,,, kau mengemaskan sekali cilla. Aku hanya bercanda” ku lihat wajahnya berubah menjadi merah, dia benar-benar malu karena terjebak kejahilanku.


 


__ADS_2