The Empero'S Prisoner

The Empero'S Prisoner
44


__ADS_3

Dalam masa istirahat, yang aku lakukan hanya berbaring serta makan. 2 hari pertama bahkan sangat parah. Tidak ada aktifitas selain makan dan tidur. Rasa ngantuk berlebih serta nafsu makan yang tinggi, hanya dua hal itu yang terasa. Kram perut juga semakin hari semakin jarang terjadi. Ramuan dari Mia sudah sangat membantu. Namun tak bisa menghilangkan rasa mual. Untung saja tidak sampai memuntahkan makanan, hanya rasanya saja seperti ingin muntah.


 


Sekian lama tak pernah melakukan perjalanan di luar kerajaan dalam waktu lama, membuat tubuh bereaksi lebih. Aku cukup memakluminya. Setelah 2 hari itu, mulai beraktifitas ringan. Seperti mencuci baju atau sekedar membantu membersihkan pondok. Tubuh juga sedikit tangguh.


 


Ares tak pernah terlihat kembali ke pondok setelah mengatakan padaku untuk beristirahat. Mungkin tak ingin menganggu, jadi membiarkan sendiri dulu. Setelah dirasa terlalu lama beristirahat 4 hari sudah cukup. Pada hari ke-5 aku sudah bisa memulai aktifitas yang lebih berat. Pergi ke gudang untuk melanjutkan misi.


 


“ bagaimana kabarmu?” sapa vero ketika aku baru saja masuk ruangan.


“ sudah lebih baik” jawabku singkat.


“ aku mendengar semua ceritamu dari Ares, aku turut prihatin dengan apa yang terjadi padamu” menghampiri serta memberikan perhatian dengan mengusap bahuku pelan.


“ terimakasih” tak ingin memperpanjang perbincangan.


 


“ 3 hari lagi kita harus mengirim bahan makanan ke salanor, markas utama kita. Karena kau masih lemah, hal ini Kenzo yang akan bertanggunjawab” Vero tak kunjung kembali ke mejanya. Mendengar kota sallanor membuatku berfikir, disana hanya ada pegunungan. Hanya sedikit orang yang tinggal disana bahkan menurut kabar  para warga sudah mulai pindah, karena cuaca disana begitu terik. Tak bisa menghasilkan apapun untuk bertahan hidup. Mungkin karena orang lain menganggap kota itu tidak memiliki manfaat, jadi menjadikannya pilihan tempat yang cocok untuk menjadi markas utama pemberontak. Mereka begitu pintar memilih tempat. Selain tersembunyi dengan pegunungan juga tak banyak orang yang akan kesana. Jauh dari masyarakat umum.


 


“ oh, baiklah aku akan mengikuti perintah” mengangguk pelan dan mulai membuka pembukuan. Mengacuhkan Vero agar dia segera kembali, rasanya tak nyaman saja jika harus berdekatan dengannya.


“ vero apa kau sudah membuat daftar bahannya?” Alba yang baru datang langsung saja bertanya.


“ masih setengahnya, mungkin besok baru bisa di pastikan sekalian mempersiapkan barangnya” berjalan menuju kursinya. Lega.


“ kau sudah membaik?” melihat ke arahku.


“ lumayan, “ jawabu singkat.


“ kau bantulah Vero untuk mempersiapkan bahannya. Untuk jalur dan pengamanan biarkan aku dan kenzo yang mengatur. Kau baru saja sakit, “


“ tak masalah” meski berat hati harus bekerja dengan Vero. Entah kenapa wanita ini begitu misterius. Seolah mengamatiku secara berlebih, dia selalu tertangkap selalu melihat ke arahku.

__ADS_1


 


Hari selanjutnya aku dan Vero pergi ke lantai bawah, bagian kedua dari gudang ternyata berisi bahan makanan. Ternyata pengaturan mereka begitu bagus. Karena suhu yang lebih rendah maka bahan makanan bisa lebih terjaga.


“ kau cek daftar ini, aku akan melakukan sisanya” Vero membawa beberapa lembar daftar makanan, separuhnya di berikan padaku.


 


Dari daftar ini terlihat hanya bahan-bahan pokok masakan saja. Bumbu dapur yang umum digunakan, tak ada yang aneh. Hari sudah sore ketika aku dan vero menyelesaikan pengecekkan bahan. Beberapa terjadi kesalahan baik jenis maupun jumlahnya. Membuat harus bekerja lebih lama, besok adalah waktu pengiriman. Jadi hari ini semuanya harus sudah siap.


 


Besok sorenya kami meninggalkan markas. Berkuda dengan 2 gerobak yang berisikan peti-peti makanan. Alba dan kenzo menaiki kuda sendiri sedangkan aku dan vero masing-masing duduk di gerobak dengan tetap mengendalikan kuda gerobak. Jalur yang akan dilalui sebagian besar adalah jalur rahasia. Perjalanan kali ini mungkin sekitar satu setengah hari. Dari peti-peti itu beberapa merupakan peti kosong. Mereka mengatakan jika sudah mendekati pegunungan baru bisa membeli sisa bahan, seperti sayur atau ikan. Jadi ketika sampai di markas utama bahannya masih bagus.


 


“ zuka apa kau sudah memiliki kekasih sebelumnya?” alba bertanya


“ sudah, tapi harus terpaksa meninggalkannya sekarang”


“ kenapa ?”


“ aku harus balas dendam”


“ tak bisa memastikan, aku hanya tak ingin dia dalam bahaya”


“ kau laki-laki sejati Zuka “ Kenzo yang berda di depan ternyata ikut menyimak perbincangan ini.


 


Jalur yang sedang kami lalui sama seperti jalur yang Ares tunjukkan padaku. Kami harus berbaris berbanjar ke belakang. Di depan ada kenzo, vero, aku baru alba. Jalan setapak yang penuh dengan ilalang.


 


Beberapa kali beristirahat sekedar untuk makan ataupun ke sungai untuk buang hajat. Tidak terlalu terburu waktu, jadi perjalanan banyak di habiskan dengan berbincang, bercerita ataupun bercanda. Ketika melewati jalan umum baru mulai waspada, takut ada penjaga kerajaan. Waktu masuk jalur khusus baru bisa bersantai seperti tadi.


 


“ waktu sudah semakin sore, kita berhenti sekalian menginap disini” Kenzo mengomando. Tidak di perbolehkan bermalam di penginapan, karena bisa mengundang kecurigaan jadi alam terbuka seperti inilah menjadi tempat beristirahat.

__ADS_1


“ baik” kami serempak menjawab. Terasa sekali keakbaran yang terjalin. Setelah seharian berbincang, membuat hubungan ini semakin dekat.


Setelah memakan bekal terakhir, masing-masing kami memilih tempat untuk tidur. Api unggun yang menyala menjadi penerangan satu-satunya. Meski bukan di hutan, tapi alam terbuka ini cukup mengkhawatirkan. Bila ada hewan yang mengganggu membuatku sedikit waspada. Hingga ketika mendekati tengah malam baru bisa menutup mata dengan nyaman.


 


“ Zuka,, bangunlah” vero membangunkanku.


“ emm” langsung membuka mata dan melihat sekeliling. Kenzo dan Alba sudah tak ada.


“ mereka kemana?”


“ oh, kenzo sedang mencari air kalau Alba memburu hewan”


“oh, “ sudah mau melanjutkan tidur lagi sebelum Vero mengatakan bahwa aku harus menyiapkan api untuk memasak nanti. Api unggun semalan sudah menjadi abu. Langsung saja berdiri dan mulai mencari kayu bakar.


 


Setelah semua selesai, sarapan serta membersihkan diri. Kami memulai perjalanan. Kenzo mengatakan jika sore nanti baru bisa sampai. Saat ini kami sedang menuju pasar terdekat, untuk membeli sayur dan ikan. Vero beserta Kenzo yang membeli sedang aku dan Alba bertugas menjaga barang.


 


“ semua sudah lengkap, setelah ini tak ada waktu beristirahat. Jalur yang akan di lalui juga pegunungan. “ Kenzo sudah siap menaiki kudanya.


 


Perjalanan semakin berbahaya. Beberapa kali gerobak nyaris terjatuh karena batu, untung saja tidak sampai terguling. Vero juga terlihat kesulitan dalam memilih jalan. Ketika memasuki lembah pegunungan, peti-peti yang awalnya di gerobak kini dipindahkan untuk di angkut langsung dengan kuda. Hal ini lebih memudahan karena harus menaiki gunung. Jika menggunakan gerobak malah akan mempersulit perjalanan.


 


Beberapa lama berkuda dengan penuh rasa tegang dan hati-hati, kini sudah bisa melihat bangunan markas utama. Sungguh begitu tersembunyi. Bahkan semua bangunanya di cat warna hitam. tidak menarik perhatian siapapun.


 


“ ayo” kami mulai mendekati, pagar bangunan terlihat begitu kokoh dan tinggi. Sama halnya dengan markas sebelumnya Kenzo memberika semacam kode baru pagar itu terbuka. Aku sempat terperangah dengan kondisi di dalam. Begitu terawat bahkan ada taman kecil di ujung pagar. Tidak mencerminkan markas pemberontak. Tidak ada senjata ataupun kesan menyeramkan disini.


 


Beberapa penjaga mulai datang untuk membantu menuntun kuda serta menurunkan peti-peti itu. Kami berempat dipersilahkan untuk duduk di gazebo yang sudah dilengkapi dengan kudapan ringan. Semejak siang perut sudah meronta-ronta jadi kami langusng saja menyantap kudapan itu.

__ADS_1


“ kita menginap malam ini, besok baru kembali” jelas Kenzo.


Terserah saja, aku masih belum bisa melakukan apapun, tunggu beberapa bulan baru melakukan pergerakan. Masa ini masih terlalu awal.


__ADS_2