The Empero'S Prisoner

The Empero'S Prisoner
II


__ADS_3

Biasanya Morgan tidak suka menulis surat. Banyak sekali kekhawatiran yang dirasakan. Pasalnya jika kerajaan mengetahui keberadaanya, pasti langsung menangkapnya. Dia satu-satunya orang masa lalu. Bahkan pelayan yang mengatakan bahwa permaisuri bukanlah ibu kandungku adalah dari Morgan.


 


Segera ku amati sekitar, menutup jendela siapa tahu ada penguntit. Berjalan kearah perapian, dan membuka surat itu.


‘ kapal mulai berlabuh, satu batu tepuk dua bangau. Saatnya menarik kuda’


Pesan ini begitu rumit untuk di pahami. Ini jelas menandakan jika dalam waktu dekat akan terjadi hal besar. Ya, pesan ini mengatakan bahwa situasi semakin genting harus berusaha menyelamatkan diri. Tapi apa?, hal besar apa yang akan terjadi di kerajaan.


 


Pagi ini mata-mata kediaman permasuri menemuiku. Tentu saja tidak masuk lewat pintu depan. Kemungkinan ada mata-mata yang mengawasi setiap gerakanku.


“ bagaimana kondisi disana?”


“ lapor yang mulia. Permaisuri tidak keluar istana selain menemui kaisar. Selain itu permaisuri selalu mengirim sup ke istana kekaiasaran.”


“ apa kau yakin tidak ada pergerakan yang aneh?”


“ tidak yang mulia, tapi saya sempat melihat perdana menteri melewati jalan tembusan samping istana permaisuri”


“ perdana mentri?, apa yang dia lakukan disana” gumanku.


“ apakah tidak ada sesuatu yang janggal?”


“ terkadang saya mendengar suara lelaki, tapi bahkan sampai hari ini tidak tahu apa itu benar. Karena tidak ada tanda-tanda lelaki masuk ke istana permaisuri”


Mendengar semua penjelasannya ada sebuah titik terang. Ku rasa kaisar juga sedikit meragukan permaisuri. Kemungkinan dia mengirim perdana menteri untuk mengawasi permaisuri. Bagaimanapun tidak mungkin juga jika perdana menteri bekerjasama dengan permaisuri. Mereka memiliki dendam masa lalu. Malam ini aku akan pergi ke kaisaran. Tapi sebelum itu, melihat pertunjukan semalam boleh juga.


 


Setelah mata-mata itu pergi, aku juga pergi. Kali ini untuk pertama kalinya mengunjungi putri mahkota. Sepagi ini mungkin menemukan hal yang menarik disana.


Sengaja tidak melewati jalan utama, melewati jalan tembusan mungkin ide yang bagus.


“ yang mulia tumben sekali pergi mengunjungi putri mahkota?” Lucien bertanya selama perjalanan.


“ kau akan tahu nanti”


 


Sepertinya dugaaku benar, kamar Luna masih tertutup. Dia mungkin belum terbangun.


“ y,,yang mulia,” salah satu pelayan melihatku kaget.


“ buka pintu kamarnya” perintahku.


“ t,tapi putri masih,,,”


“ apa ada yang salah dengan perintahku?” tangan pelayan terlihat gemetar.

__ADS_1


“ cepat, jangan membuat yang mulia menunggu” Lucien menunjukkan kekuasaanya.


 


Krek,, pintu terbuka.


“ diam disini” kepada pelayan kamar.


Aku dan Lucien masuk. Sudut bibirku tertarik. Mudah sekali menjebakknya.  Terperangkap dalam situasi yang ku buat.


“.y.yang Mulia,” Lucien bahkan tak bisa meneruskan ucapannya saat melihat pemandangan diranjang. Aku mengkodekan untuk tidak berisik.


 


Memilih untuk menunggu mereka dengan duduk di sebelah jendela yang sedang di buka oleh Lucien. Perlahan udara serta angin masuk ke dalam kamar panas ini. Sungguh aromanya membuatku mual. Tapi sekejab mulai menghilang.


Dengan santai memakan kudapan dimeja. Sebentar lagi mereka akan terbangun. Lucien dengan siap berdiri di sampingku.


 


“ emmm,,,,” salah satu darimereka mulai terganggu dengan kehadiran kami.


Brak,, terdengar suara sesuatu terjatuh.


“ y,,y,,yang,,yang,, m,ulia” penjaga selama kini berlutut di hadapanku dengan hanya memaki celana. Berlutut dalam diam sesuai dengan perintahku. Kini tinggal 2 orang lagi yang masih tertidur. Aku masih dengan santai melanjutkan memakan anggur. Entah karena tidak menyentuh makanan sedari kemarin atau memang karena suasana hatiku yang gembira. Rasa buah ini begitu manis. Enak sekali.


 


“ ehemm” Lucien seperti mengkodekan sesuatu. Dan benar saja satu penjaga lagi terbangun dan dengan cepat berlutut seperti sebelumnya. Keringat mereka terus bercucuran. Seluruh tubuhnya bergetar ketakutan.


 


“ apa yang kalian lakukan sehingga membuat putri begitu kelelahan?” di sela-sela aku memakan anggur, memberikan pertanyaan receh. Tubuh mereka sekarang semakin bergetar. Bahkan keringat mereka mulai membasahi celana. Atau itu bukan air keringat?. Heh.


 


Anggur di meja sudah mulai habis, aku juga mulai bosan menunggu.


“ kalian tidak menjawab pertanyaanku tadi?” mulai menampilkan raut wajah marah.


Kulihat mereka membuka mulutnya, tapi tidak ada suara pun yang keluar.


“ apa yang kalian lakukan semalam?” Lucien sedikit meninggikan suaranya. Memang saat aku sedang menghukum orang dia akan berlaku sedikit sombong. Seolah menunjukkan bahwa dirinya juga ikut berkuasa.


Tiba-tiba mereka berdua bersujud,


“ ka,,ka,,,kami di,,suruh Putri. “ bagus, terus saja salahkan dia. Bahkan kini pelayan kamar terlihat saling mengintip dari jendela. Rumor ini harusnya cukup untuk membuatnya dihukum dengan berat.


“ ampuni kami yang mulia” serentak mereka terus memohon sambil bersujud.


 

__ADS_1


Krek,,sama-samar terdengar suara dari arah ranjang. Ternyata sang tokoh utama mulai mendapatkan kesadarannya.


“ y,,y,,,ang.yang mulia, ini,,” suara lemahnya mulai membuatku muak.


“ kenapa putri, apa yang terjadi disini semalam?” aku sedikit bersandiwara tidak tahu.


“ me,, mereka berdua bertindak tidak pantas pada saya, mohon hukum mereka yang mulia” Luna mulai menangis sambil berjalan mendekat padaku.


“ berhenti, aromamu begitu menjijikkan” cegahku.


“ hiks, hiks mereka memaksaku melayani mereka” luna semakin membuatku muak. Bahkan bersandiwara dengan begitu mudah.


“ t,tidak yang mulia, kami tidak mungkin berani memaksa putri” salah satu dari mereka mulai membela diri.


“ benar yang mulia, kamu hanya mengikuti perintah putri” membela temannya.


“ lancang,!! Kalian berani memutar balikan fakta” Luna berteriak marah, wajahnya menjadi merah padam.


 


“ kalian lucu sekali”  menengahi perdebatan mereka.


“ semalam begitu kompak saling memuaskan kini, saling menuduh dan mengelak, lucu sekali” mereka diam.


 


Setelah puas mengintimidasi mereka, kedua penjaga itu dibawa oleh Lucien. Mereka akan berada tahanan khusus, sedang putri mahkota terlihat begitu pias. Tidak menyangka bahwa hari ini akan menimpanya. Meski belum ada keputusan yang ku berikan setidaknya kabar ini pasti sudah di ketahui oleh kaisar. Satu pengganggu berhasil tersingkirkan dengan mudah.  


 


Tunggu sampai aku bisa memanfaatkan hal ini dengan tepat, pasti akan sangat berguna. Lucien masih saja menanyakan keadaanku, kiranya aku begitu terpukul dengan kejadian ini. Terkadang dia juga terbilang sedikit lambat berfikir, bagaimana mungkin aku merasa terpukul pada seorang pengganggu seperti dia.


 


Kerajaan mulai mencurigai Zen, berita ini pasti membuat mereka kembali berfikir. Siapa sebenarnya yang pantas berada di sampingku. Bahkan kehamilan Zen pasti membuat rasa curiga mereka berubah menjadi rasa sedih dan iba. Tidak ada siapapun yang boleh merendahkan Zen ataupun berniat jahat padanya. Semua tentang Zen harus ada di genggamanku.  


 


“ yang mulia, makan malam sudah datang” Lucien masuk ke perpustakaanku. Dia terlihat sedih.


“ kenapa dengan wajahmu?”


“ yang mulia pasti sedikit terguncang, jadi tidak menyentuh makanan sejak kembali dari istana putri mahkota” masih saja mengkhwatirkan keadaanku.


“ Lucien menurutmu, aku sedang bersedih?” menatapnya tak percaya.


“ putri mahkota melakukan hal ,,,”


“ sudahlah. Bersipalah kita akan pergi ke istana kekaisaran”


“ tapi anda belum memakan ,,”

__ADS_1


“ Luc,, berhenti membuatku jengkel”


“ baik yang mulia” pintar, aku malas berdebat lagi. Sekarang hanya bisa berdoa semoga bisa melalui semuanya, apapun itu keselamatan Zen menjadi prioritasku.


__ADS_2