The Empero'S Prisoner

The Empero'S Prisoner
XXIV


__ADS_3

Aku mulai bimbang, apa mungkin tempat ini sudah “dibersihkan” jadi tak ada sedikitpun jejak kejahatan. Aku terdiam cukup lama disana, hingga pagi datang menjelang. Aku putuskan untuk memeriksa tempat Jarvis.


 


Lain dengan istana permaisuri, di kediaman Jarvis aku bisaa leih leluasa dan terbuka. Tak perlu sembunyi-sembunyi untuk memeriksanya. Kediaman ini tidak seluas dan selengkap istana anggota kerajaan. Hanya ada 2 ruangan. Ruang tidur dan ada sebuah ruang bagian depan. Menyusuri dua ruangan itu dengan seksama. Dan ini lebih tidak mencurigiakan sama sekali. Aku menghembuskan nafas kasar, kenapaa tidak ada petunjuk apapun.


“ apa mungkin ada ruangan khusus?” lirihku. Mulai memikirkan segala kemungkinan. Tidak salah juga jika pergerakan mereka begitu licin, bahkan setelah mereka tertangkap aku masih kesulitan mendapatkan bukti.


“ lebih baik kembali” berjalan keluar dari kamar, tak sengaja sorot maataku melihat bekas lilin di sudut ruangan. Ini terasa janggal, di dekatnya tak ada satupun tempat lilin. Bekas ini tidak mungkin tercipta begitu saja.


Aku berjalan mendekatinya, mengikuti pola lilin yang tercetak di lantai.


Krekk,,


Terdengar bunyi kayu yang terasa janggal. Ada ruangan di balik lantai ini. Tapi bagaimana memeriksanya. Mataku mulai memeriksa sekeliling, barangkali ada benda mencurigakan yang dijadikan tuas pembuka.


“ apa ini?” gumanku. Namun nihil, tak ada yang terjadi. Aku perhatikan pola lilin kembali. Bekas ini hanya memenuhi satu titik, maka tuas pembuka pasti tidak jauh dari bekas ini. Meraba benda apapun yang terjangkau dengan tangan.


 Krek,, krek..


Akhirnya terbuka. Ternyata ada sebuah bata dinding yang jika di tekan maka lantai ini akan terbuka. Disana terlihat begitu gelap. Aku mencari lilin di ruang tidur, membawanya turun dengan sebuah tangga kayu. Ruangan ini begitu tersembunyi. Ketika masuk pada persimpangan baru mendapat pencahanyaan dari obor di sepanjang lorong. Aku benar-benar dibuat tak percaya dengan ruangan yang aku temukan setelahnya. Ruangan besar dan penuh dengan laporan. Aku salah telah menganggap remeh mereka, strategi mereka begitu rapi.


“ aku mendapatkannya” aku bersorak gembira. Takdir masih berpihak padaku. Setelah ini semuanya benar-benar akan berakhir. Aku memeriksa dan membawa bukti -bukti kuat untuk menghilaangkan komspirasi mereka. Dan kembali ke istanaku.


 


Setelah menyimpan semuanya dengan rapi, aku membersihkan diri. Pelayan sudah menyiapkan makanan. Setelah selesai aku duduk di depan hindangan.


“ yang mulia” suara itu sepertinya aku mengenalnya. Langsung saja aku menoleh.


“ kau? “ aku menatapnya tak percaya, sudah lama sekali aku melupakan seseorang yang berada di hadapanku.


“ anda pasti masih mengingat saya” ucapnya melihat keterjutanku.


“ untuk apa kau datang kemari?” melanjutkan acara sarapanku.

__ADS_1


“ beberapa hari yang lalu saya menemui Zoya, sebelum dia tertangkap. Dia mengatakan semua kebenarannya. Seketika membuat aku bahkan kelompok kini merasa bersalah. Dan kami sekarang menjadi kelompok pengikut setiamu” aku terdiam sejenak mencerna perkataanya.


 


“ pengikut setia? Terlalu cepat kalian menyimpulkannya” bagaimana bisa secepat itu mereka menyerahkan segalanya.


“ iya yang mulia, kedatangan saya hanya ingin menyampaikan itu. Jika ada misi untuk kami, kami siap melaksanakan. Sekaligus saya membawa beberapa benda yang disuruh Zoya memberikannya kepada anda” aku melihat ada sebuah kotak berukuran sedang dikeluarkaan dari bungkusan kain.


“ apa itu?”


“ semua hal terkait kelompok serta sebuah buku yang ditulis oleh Zoya sendiri” dari perkataanya aku sedikit tertarik membacanya.


“ baik Ares, kurasa aku memang sedang ingin melihat ketulusan kalian” aku mengambil selembar kertas menuliskan sebuah misi untuk merekaa kerjakan.


“ tunggu intruksi selanjutnya” dengan memberikan secarik kertas.


“ baik yang mulia, saya undur diri” setelahnya seorang pelayan masuk. Ares termasuk cukup cakap. Berhasil masuk kerajaan tanpa menimbulkan keributan, padahal kelompok pemberontak masih belum tuntas pembahasannya. Sangat berbahaya jika orang kerajaan mengetahui keberadaannya.


“ yang mulia, pengawal Lucien sudah sadar. Para tabib sedang memeriksa kondisinya”


 


Sesuai dengan pelayan katakan. Lucien terlihat sudah duduk di bangku makan. Tabib baru saja pergi, mereka mengatakan jika kondisi Lucien masih lemah tapi racun dalam tubuhnyaa sudah berhasil dihilangkan.


“ kau sudah lebih baik sepertinya?” Lucien kaget melihatku sudah ada di kamarnya.


“ yang mulia!” dia begitu senang dapat melihatku lagi.


“ kau seperti sedang bertemu dengan istrimu saja, berteriak sekencang itu” aku duduk di bangku sebelahnya.


“ saya takut tidak bisa melihat yang mulia lagi “


“ sudah tak usah menangis” ejekku.


“ ih yang mulia”

__ADS_1


“ bagimana kondisimu sekarang?”


“ saya sudah baik dan bugar. Yang mulia tak perlu mencemaskan saya” dia terlalu berlebihan menangkap perhatianku.


“ baguslah, besok kau sudah harus kerja “ aku berdiri meninggalkannya. Lucien terlihat mematung memikirkan ucapanku.


“ yang mulia kau tega sekali” teriaknya saat aku sudah berada di pintu keluar. Aku hanya tersenyum mendengar ocehannya itu. Akhirnya aku bisa mendengar suaranya lagi.


 


Tubuhku terasa begitu lelah, kuputuskan untuk kembali lagi ke istana. Setelah menemui perdana menteri, menyuruhnya untuk menyiapkan pertemuan besok pagi. Istirahat sejenak tak masalah. Aku harus segera menyelesaikan permasalahan ini, jangan sampai berlarut-larut dan memberikan celah mereka untuk melarikan diri. Sudah terlalu lama, kali ini harus bisa benar-benar menuntaskan dendam ini. Tidak ada ampun, semua kesedihan, penderitaan serta kematian orang-orang tersayang harus bisa mereka bayar.


 


Mentari sudah terlihat, Lucien dengan tampang kesalnya sudah berada di luar istanaku. Berjaga seperti dahulu. Aku salut dengan kemampuannya, kalau bukan karena kondisi penting aku tidak akan menyuruhnya kembali bekerja. Pertemuan kali ini akan menjadi momentun menutup semua kasus. Dan aku ingin dia juga memberikan kesaksiannya didalam pertemuan kerajaan nanti.


“ yang mulia, “ Lucien memberikan salam begitu melihatku keluar.


“ hari ini akan ada pertemuan besar kerajaan. Kau amanti dan berikan kesaksianmu”


“ baik yang mulia, saya akan berjuang bersama anda”


 


Kami menuju aula besar kerajaan. Ku lihat semua menteri serta beberapa penatua kerajaan sudah hadir. Mereka berdiri menyambut kedatanganku.


“ duduklah” begitu sampai di kursiku.


Beberapa menteri sedang berbisik-bisik, aku tau orang-orang seperti ini pasti orang permaisuri. Tidak memiliki kemampuan yang bisa di banggakan.


“ beberapa bulan ini kerajaan mengalami masa yang begitu sulit. Bahkan kursi kekaisaran harus kosong selama beberapa hari. Aku tau banyak dari kalian pasti bertanya-tanya alasan dibalik semua ini. Maka dari itu hari ini sebagai putra mahkotaa kerajaan Mosgarath aku akan menyampaikaan kebenaran yang mungkin kalian akan susah untuk percaya “ suasana mulai terasa tegang. Beberapa Penatua kerajaan mengerutkan keningnya. Mempertanyaan sebenarnya apa yang ingin aku sampaikan.


 


“ kalian tidak sabar pastinya. Sebagai pembuka aku ingin mengatakan sebuah kebenaran yang bertahun-tahun begitu rapat di sembunyikan. Kahla, beberapa kalian pasti sangat mengenal nama ini. Seorang wanita bangsawan yang sudah dinikahi pengeran kerajaan dan tiba-tiba saja meninggal saat pengeran itu menaiki tahta kekaisaran “ beberapa orang mulai berbisik-bisik, suasana aula sedikit bergemuruh.

__ADS_1


“ wanita ini adalah ibu kandungku” semua menatap tak percaya. Kenyataan ini membuat suasana menjadi hening seketika. Setiap orang masih mencerna kebenaran yang baru saja mereka dengar.


__ADS_2