The Empero'S Prisoner

The Empero'S Prisoner
19


__ADS_3

“ yang mulia,,” suara teriakan mengantarkanku pada kegelapan. Aku tidak bisa merasakan tubuhku. Semuanya melayang.


 


Aku bisa mendengar suara-suara yang berisik. Kepalau terasa pening , mataku terasa berat untuk dibuka. Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku.


 


“ saya undur diri” aku mendengar suara itu. Sepertinya suara seorang laki-laki tua.


“ terimakasih tabib”


 


Tunggu tabib, ada apa denganku. Sekuat tenaga aku berusaha membuka mataku atau menggerakkan tanganku.


 


“ yang mulia selir anda sudah sadar?” Cilla nampak terlihat senang dan lega meilihatku. Aku mencoba mengingat apa yang membuatku begini tak berdaya.


 


“ apa yang terjadi padaku?” sambil membantuku duduk Cila menyiapkan bantal untuk sandaran.


 


“ yang mulia pingsan saat kembali dari istana permaisuri, untung saja pelayan lain bisa menanganinya jadi tidak menimbulkan luka pada tubuh anda” aku mulai mengingatnya, semua yang kualami terjadi setelah sarapan bersama permaisuri.


 


“ apa yang tabib katakan?” tak mau mengira-ngira kejadian ini, aku ingin tahu apa yang terjadi.


 


“ tabib mengatakan jika yang mulia sekarang sedang mengandung” tidak mungkin. Ini pasti ada kesalahan.


“ tidak, kau pasti berbohong. Katakan yang sebenarnya”


“ s,saya tidak berbohong, tabib mengatakan jika yang mulia sedang mengandung jadi tubuh anda mudah lelah”


 


Pasti ada kesalahan. Aku tidak mungkin mengandung. Bagaimana mungkin ini terjadi. Tunggu, ini masih belum pasti. Aku tak mungkin langsung menyangkalnya, akan terlihat mencurigakan jika aku langsung menolak perkataan tabib.


 


“ apa yang mulia putra mahkota sudah mengetahuinya?”


“ yang mulia putra mahkota sedang tidak ada di istana. Jadi belum bisa memberitahukannya”


“ jangan memberitahukan hal ini kepada siapapun, tanpa persetujuanku. Mengerti?”


“ t,,tapi. “ aku melihat raut wajahnya penuh ketakutan. Seperti ada sesuatu yang mengkhawatirkan.


“ apa terjadi sesuatu Cilla?” dia gugup. Firasatku merasakan ada hal buruk yang terjadi.


“ y.ya..yang mulia tidak sadar hampir seharian, jadi,,”


“ katakan dengan jelas padaku Cilla”


“ s,,semua penghuni istana sudah mengetahuinya, kabar bahwa yang mulia sedang mengandung”

__ADS_1


 


“ apa,, yang kau katakan,? Siapa yang memberitahu mereka?” entah bagiamana aku menghadapi hal ini. Tubuhku belum bisa banyak bergerak, tenagaku juga masih lemah. Tapi ingin sekali aku berteriak dan menarik mendekat tubuh Cila.


 


“ s,,saya. Sudah hampir 5 orang tabib yang memeriksa, mereka semua mengatakan hal yang sama. Jadi kepala pelayan harem meminta saya untuk mengumumkannya. S,,saya tidak mempunyai pilihan. Maafkan saya yang mulia. Maafkan saya yang mulia”


 


Sudah sebesar ini ternyata. Bagaimana aku menjelaskannya. Hari memang sudah menjelang malam. Aku tak tau jika begitu lama aku tak sadar. Hal ini tidak mungkin terjadi, tabib-tabib itu pasti melakukan kesalahan. Tapi bagaimana semuanya mengatakan hal yang sama.


 


Aku juga tak bisa melakukan apapun. Tubuh dan tenagaku masih belum pulih. Sebaiknya aku memikirkannya nanti. Aku harus memulihkan kondisiku. Dengan tubuh lemah ini tak mungkin menyelesaikan masalah.


 


“ maaafkan saya yang mulia, maafkan saya” Cilla masih bersujud aku tak mungkin membiarkannya juga. Seakan memang hal ini adalah kesalahan.


 


“ berdirilah, bantu aku berbaring. Aku ingin beristirahat” dengan sigap dia langsung menuju ranjang dan melakukan apa yang ku perintahkan.


 


“ setelah ini pergilah istirahat. Kau pasti kelelahan seharian ini”


“ b,,baik yang mulia”


 


 


****


 


Pagi ini masih belum ada kabar tentang putra mahkota. Tuan En belum kembali ke istana. Kecemasanku tidak akan selesai.


 


“ yang mulia, sarapan anda sudah siap”


“ baiklah, bantu aku “


 


Tubuhku masih saja lemas, apa mungkin karena seharian kemarin aku tidak makan apapun setelah sarapan. Aku mencoba memperbaikinya, tenaga serta tubuhku harus kembali sehat.


 


“ setelah ini panggilkan tabib yang sudah memeriksaku, aku ingin mendengar hasilnya dari mereka secara langsung”


“ baik yang mulia”


 


Sementara ini hanya bisa memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi, jika para tabib itu yang salah memeriksa aku bisa selamat dari segala tuduhan.


 

__ADS_1


“ yang mulia mereka sudah datang” Cilla beserta ke lima tabib itu sudah datang.


“ baiklah, ku dengar sewaktu aku tak sadar kemarin kalian mengatakan jika aku sedang mengandung. Apakah kalian sudah yakin dengan hal itu?”


“ iya yang mulia kami sudah memeriksanya dengan teliti”


“ kalau begitu, hari ini kalian periksa kembali.” Mereka terlihat kaget dan saling pandang. Mereka tidak akan mengira jika aku meyuruh mereka kembali memeriksaku.


“ kenapa, apa kalian melakukan kesalahan sehingga terlihat takut.”


“ t,tidak yang mulia. Tapi bukankah yang mulia sudah mengumumkannya?”


“ kalian berani menolak perintahku?”


“ t,tidak yang mulia”


“ jadi, periksa kembali. Lagipula aku mengumumkannya berdasarkan pemeriksaan kalian. Jika hal ini salah maka kalianlah yang melakukan kesalahan itu”


“ bbaik yang mulia”


 


Mereka bersiap akan melakukan pemeriksaan. Beberapa perlengkapan sudah siap. Aku bisa melihat yang memeriksa pertama adalah ketua tabib istana. Orang ini telah sering memeriksaku.


 


“ yang mulia selir, yang mulia kaisar serta permaisuri datang.” Cilla melaporkan dengan tergesa-gesa. Aku juga kaget mendengarnya. Tak lama kemudian terdengar suara langka kaki. Aku bersiap turun dari ranjang untuk melakukan penghormatan.


 


“ Zen, kau masih lemah. Tak perlu menyambut kami” cepat sekali permaisuri sudah berada di sini. Tapi aku tak melihat kaisar. Mungkin masih berada di depan istana.


 


“ permaisuri, maafkan saya tidak bisa menyambut kedatangan yang mulia kaisar dan permaisuri” Cilla masih memapah tubuhku. Padahal aku tak menyuruhnya.


 


“ kami membawa tabib kekaisaran, kaisar ingin memastikan bahwa cucu pertamanya dalam keadaan baik” ini buruk. aku tak boleh membiarkan tabib kekaisaran memeriksaku.


 


“ yang mulia kaisar berhati baik. Tapi tabib istana sudah memeriksa keadaan saya. Yang mulia jangan khawatir” masih berusaha membujuk agar mereka mengurungkan niatnya.


 


“ jangan menolak kebaikan yang mulia kaisar. Ini adalah bentuk perhatian kakek terhadap cucunya. Bukan begitu yang mulia?”


“ yang mulia kaisar, salam” aku tak menyangka jika kaisar benar-benar mendatangiku.


*****


sorry baru update, beberapa hari kucingku sakit jadi kurang fokus sama cerita.


mohon maaf ya gaes..


terimakasih sudah membaca cerita saya


jangan lupa vote ya


sehat selalu kawan..

__ADS_1


__ADS_2