
“ wanita ini adalah ibu kandungku” semua menatap tak percaya. Kenyataan ini membuat suasana menjadi hening seketika. Setiap orang masih mencerna kebenaran yang baru saja mereka dengar.
Bahkan beberapa menteri lama mulai memandang remeh padaku. Aku yakin setelah ini mereka akan mencoba memutar balikkan fakta.
“ atas dasar apa yang mulia mengatakan hal ini, tidak ada bukti yang mengatakan bahwa anda bukan anak kandung permaisuri Parveen “ tebakanku benar. Ternyata begitu besar pengaruh Parveen dalam kerajaan ini.
“ tentu aku punya bukti” Lucien mendekatiku, memberikan laporan yang aku termukan di ruang rahasia mereka.
“ ini adalah laporan kesehatan Kahla 1 tahun sebelum kematiannya, lengkap dengan pertumbuhan janin. Dan ini adalah bukti kelahiran yang terjadi malam itu “ aku membeberkan semua bukti itu. Laporan yang mereka simpan rapi sudah terbuka dengan jelas.
“ yang mulia memang saat itu Putri Kahla pernah mengandung, tapi anak yang dilahirkannya meninggal saat di lahirkan. Selain itu kaisar memberikan hukuman kepadanya atas kasus kejahatan moral (perselingkuhan ) yang di lakukan putri” menteri itu terlihat berbangga diri dengan alasan yang dia fikir aku tidak tau.
“ kau benar menteri, memang seperti itu yang terjadi. Tapi bukan itu kebenarannya. Yang meninggal malam itu adalah anak Parveen, kau tau sendiri proses kelahiran kedua wanita itu sama. Sedangkan saat itu status Parveen belum sah menjadi selir kaisar”
Aku mencoba memancing sampai mana pengetahuannya terkait dengan kejadian ini.
“ apa sekarang yang mulia sedang ingin mencari posisi yang aman?” menteri itu seakan menyindir keputusanku yang mengatakan kebenarannya.
__ADS_1
“ mengganti ibu yang lebih sah begitu?” lanjut menteri itu.
“ hahahha, kau lucu sekali. Tidak. Aku sedang ingin mencari siapa saja pelaku yang memutarbalikan fakta kerajaan” menteri itu mengerutkan keningnya bingung. Dia baru saja menyadari kesalahannya yang seseumbar.
“ Tangkap mereka” seketika orang-orang Ares segera masuk dan menangkap puluhan orang, mengikatnya dan membawanya di hadapanku. Suasana cukup rumit dan mencekam. Setelah adu kerjar penangkapan akhirnya semua orang yang ku maksud sudah terduduk di hadapanku. Dengan diiringi kalimat protes dan cacian kepadaku.
“ tenanglah, aku tidak akan bertele-tele lagi “ suasana menjadi tegang, penatua kerajaan bahkan setengahnya ikut dalam konsporasi Parveen.
“ sudah aku katakan sebelumnya aku adalah anak Kahla, Dekrit ini akan menjelaskan semuanya “ aku mengangkat laporan Dekrit ayah setinggi mungkin, dari penampilannya saja dapat di ketahui jika mendiang kaisar yang membuatnya. Belum lagi dengan sampul merah. Menandakan jika laporan ini bersifat penting dan resmi.
“ aku tau sebagain dari kalian pasti kaget dan bingung. Tentu aku jauh lebih kaget lagi. Namun kesalahan masa lalu biarkan berlalu. Kaisar sudah memilih takdirnya, kini yang bisa kita lakukan adalah membersihkan kerajaan ini dari orang-orang seperti mereka. Ini adalah daftar nama anggota aliansi mereka, semua orangnya sudah terduduk dihadapan kalian. Hanya 2 orang yang tidak ada”
“ Lucien bawa masuk mereka!” Lucein berserta pengawal lainnya menyeret Jarvis dan Parveen masuk ke aula.
__ADS_1
Penampilan mereka cukup menyedihkan, noda darah sudah jelas sekali terlihat. Beberapa lainnya menyoraki bahkan meludahi kedua orang ini sepanjang perjalanan.
“ hari ini, aku sudah memutuskan hukuman apa yang akan mereka dapat. Tentu kalian yang disini pasti memiliki kesempatan untuk menghilangkan kemarahan dengan ikut menghukum mereka “
“ ikat semua orang ini ke halaman utama kerajaan. Hukuman mereka adalah kematian, dengan di lempari batu. Dan untuk keluarganya akan di asingkan dalam status budak” final. Aku sudah tidak bisa memberikan keringanan bentuk apapun. Teriakan bahkan umpatan pemberontak ini sedikitpun tidak membuatku terpengaruh. Bahkan terdengar tepukan keras karena rasa senang bagi yang melihat mereka.
Tak perlu banyak waktu kini puluhan orang-orang pemberontak ini sudah terikat di tengah hari yang terik. Mereka hanya bisa meratapi kemalanganya. Di hadapan mereka sudah siap tumpukan batu untuk dilemparkan anggota kerajaan. Bahkan aku sudah menulis selembaran pengumuman kepada rakyat, bahkan mereka bisa masuk istana untuk menghukum para pemberontak ini.
Suara genderang menggelengar, pertanda sudah masuk waktu hukuman.
Anggota kerajaan yang sudah membawa batu kini melemparkan sekeras-kerasnya kepada pemberontak. Suara teriakan, meminta maaf dan pertolongan hanya seperti angin lalu. Tak kusangka warga yanga masuk ke istana berjumlah sangat banyak, mereka bahkan sudah membawa batu sendiri untuk di lemparkan kepada para pemberontak. Aku sungguh lega, semuanya sudah sampai di akhir permasalahan.
__ADS_1