
Selesai melaksanakan upacara pemakaman ayah, aku sengaja berkunjung ke makam Zoya. Wanita yang telah mengutukku selama 10 tahun lebih. Kini karena kematiannya semua masalah mulai menghilang. Makam Zoya berada di bawah sebuha pohon bunga yang indah. Berada di bagian utara kerajaan, tempat perbukitan yang sejuk. Sesuai dengan perkataan Jarvis, dia telah memakamkannya secara layak.
“ bagaimana kabarmu?”
Aku memang sendirian, tapi banyak sekali hal yang ingin aku sampaikan pada Zoya.
“ terimakasih sudah mau berkorban. Kuharap aku bisa menjelaskan hal ini kepada Zenia nanti. Sejak awal menemukan Zen, aku sudah jatuh hati padanya. Tapi aku harus bersikap dingin padanya, itu bisa menolongnya dari kekejaman kerajaan. saat tau bahwa dia adalah anakmu, aku langsung diserang dilema. Tapi kemudian aku yakin dia tak bersalah. “
Aku menghembuskan nafas kasar, membicarakan tentang Zen membuat rasa rinduku semakin besar. Bagaiman kondisinya, kondisi bayi kita. Semua kekhawatiranku membuatku tak bisa mengontrol diri untuk menangis.
“ sudah sangat jauh kita berjalan, ku fikir akhir seperti adalah yang terbaik untuk kita. Semoga kau tenang disana. Aku belum memberitahumu jika yang membunuh suamimu adalah ayah. Aku akan membayar hutang ini dengan menjaga Zen sepenuh hati. Hanya itu yang bisa ku lakukan. Sekali lagi terimakasih atas semuanya”
Malam mulai datang, aku kembali ke kerajaan. masalah permaisuri masih menungguku. Kali ini harus bisa menghukumnya dengan berat. Sebelum pergi ke makam Zoya aku sudah menitip pesan kepada Jarvis untuk menangkap semua dayang serta pelayan yang bekerja pada permaisuri. Sedikit banyak mereka pasti mengetahui semua kejahatan yang dilakukan olehnya.
“ bagaimaana perkembanganya?” tanyaku kepada Jarvis. Kami udah berada di ruang tahanan hitam. Tahanan khusus yang dilengkapi alat penyiksa paling kejam.
“ dia masih bungkam. Bahkan mulai mogok makan” aku menaikkan sudut bibirku. Permaisuri pasti mulai aksi sandiwaranya. Jika memang begitu aku akan ikuti permainannya.
Aku masuk ke dalam sel. Disana Parveen meringkuk dalam kesedihan.
“ bagaimana kabarmu Parveen?” aku duduk di bangku yang sudah penjaga siapkan.
“ kau tak tahu sopan santun. Anak durhaka bagaimana bisa kau mengurung ibumu hah?” bagus sekali dia benar-benar tak tau apapun yang sudah aku ketahui.
“ anak durhaka? Ya, sepertinya begitu.”
“ apa semua ini hanya demi wanita anak pemberontak itu. Kau akan menyesal”
“ hahahaha, jadi selama ini kau hanya berfikir semua ini tentang cinta. Tidak, tidak. Ini jauh dari itu. “
__ADS_1
“ aku tak mengerti jalan pemikiranmu”
“ baiklah akan aku ceritakan padamu sebuah kisah cinta segitiga. Cerita ini berakhir tragis. “
“ aku tak ingin mendengar bualanmu. Sekarang keluarkan ibu darisini!” Parveen kini mencoba untuk berdiri. Tapi karena rantai yang melingkari kakinya dia malah terjatuh.
“ jangan terlalu cepat. Apa kau tak ingin tahu siapa nama tokohnya?” aku mendekat dan berjongkok mendekati Parveen. Dia terlihat gelisah melihat tingkahku. Mungkin dalam benaknya sudah bisa menebak cerita apa yang akan aku berikan.
“ emm, karena kau adalah ibu. Bagaimana jika nama tokoh cinta segitiga. Parveen, Aeron dan, Kahla” mata Parveen membola, terkejut mendengar nama terakhir yang aku ucapkan. Dia diam mematung tanpa berkata. Pasti tidak meyangka aku bisa tau nama wanita yang selama ini dia sembunyikan mati-matian.
“ hahahaha.. “ aku kembali duduk di bangku. Parveen masih diam, bahkan dia mulai menyadari bahwa posisinya sudah tak aman.
“ kau terkejut bukan. Aku bahkan lebih terkejut lagi. Selama ini seorang wanita mengaku menjadi ibuku, padahal dialah yang menyembunyikan semuanya.”
“aa..aku tak mengerti” Parveen mulai mengelak.
“ hentikan, kau tak tau apapun.” Perven menjerit histeris.
“ aku bahkan tau selama ini kau memberikan ramuan opium pada ayah, membuat kesalapaham antara aku dan Zoya. Bahkan aku juga tau rencanamu yang berniat menduduki kursi kekaisaran.” Aku semakin menggebu melihat kondisinya yang ringkih.
“ ti,tidak,, kau tidak tau”
“ selama ini aku masih diam tapi sekarang tidak. Kematian ayah pasti akan ku balas”
Aku segera pergi darisana. Malam ini dia bisa sedikit legang. Mulai besok penyiksaan akan segera dia rasakan. Aku tidak akan tanggung-tanggung kali ini, kematian orang-orang yang ku kasihi dan penderitaan orang yang ku cintai pasti akan terbalaskan. Tinggal mencari siapa tanan kanan Parveen, kuharap segera tertangkap. Pencarian masih dilakukan semua saksi masih dalam pemeriksaan.
Saat ini aku sedang berada di kamar ayah, selain sedang merindukannya aku juga berniat melihat ruang kerja ayah. Berharap bisa mendapatkan informasi tentang siapa tangan kanan Parveen sebenarnya.
__ADS_1
Malam sudah sangat larut, saat aku berjibaku dengan berkas-berkas sisa pekerjaan ayah. Memilah-milah dan mencari-cari laporan tentang pemberontak dan masalah dalam kerajaan. kemungkinan semua laporan itu atas pengaturan permaisuri. Dia sudah sangat ingin menduduki kursi kaisaran, banyak menteri yang di manipulasi. Laporan itu juga pastinya dimanipulasi. Semoga ada petunjuk yang berarti.
“ yang mulia, apa yang bisa saya bantu?” Jarvis memasuki ruang kerja sambil membawa makan malam. Aku hampir lupa jika memang aku melewatkan makan malam. Andai saja Zen ada disini aku pasti menyuruhnya untuk menyuapiku dan bermanja dengannya.
“ terakhir kali kau datang membawa obat untuk ramuan ayah. Sekarang ceritakan padaku sebenarnya bagaimana bisa ayah masuk dalam rencana Parveen?” aku pindah duduk di sofa. Sesekali mengambil makanan. Aku masih sadar jika saat ini tubuhku sangat memerlukan nutrisi untuk segera pulih.
“ saya bingung harus menceritakan dari mana. Kaisar banyak sekali menyimpan beban dan rahasia. Saya bahkan tidak mengerti kenapa kaisar dengan sengaja terus mengonsumsi ramuan itu” Jarvis menerawang sambil menatap perapian.
“ jadi maksudmu ayah dengan sengaja membuat dirinya dalam bahaya. Lalu saat terakhir dimana kau berada?”
“ saya mendapat perintah untuk menemui Zoya. Kaisar memberinya sebuah pesan. Saat itu kondisinya begitu lemah. Awalnya saya menolak tapi kaisar bersikeras menyuruh saya mengirim surat pada Zoya. Surat penting untuk kelangsungan kerajaan. begitu kaisar mengatakannya.” Ku lihat Jarvis menghembuskan nafas kasar. Dia sedang menagtur emosinya. Pasti sangat berat juga baginya mengetahui sekembalinya ternyata ayah sudah tak ada.
“ apa kau tau apa isi surat itu?”
“ tidak yang mulia. Hanya saja sejak Morgan mendatangi kaisar, dia terus saja menyendiri dan terlihat begitu sedih.” Aku tersentak mendengar nama Morgan disebut oleh Jarvis.
“ Morgan? kau mengenalnya?”
“ sangat. Morgan adalah teman masa kecil ibu anda, Kahla.” Aku tercengang. Bahkan selama ini Morgan tak pernah mengatakan apapun. Terkesan seperti orang luar yang hanya tau soal medis. Memang Morgan dulu merupakan orang kerajaan, tapi aku tak pernah berfikir jika Morgan terlibat jauh dalam persoalan ini. Aku terdiam beberapa lama. Mencoba menghubungkan semua kejadian yang terlewat. Membuatku ingat bahwa saat aku melarikan diri dari kerajaan Lucien mengatakan jika Morgan sedang menemui teman lama. Apa mungkin yang di maksud adalah ayah.
“ kapan dia menemui ayah?”
“ saat anda keluar dari tahanan” benar dugaanku. Morgan tidak sesederhana yang aku fikirkan. Aku jadi penasaran berapa banyak hal yang sedang dia sembunyikan dariku. Mengenai darahku yang aneh juga Morgan mengetahuinya lebih dulu. Aku menyesal kenapa tidak curiga lebih dulu pada Morgan. Apa mungkin tangan kanan Parveen selama ini adalah Morgan.
__ADS_1