The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Tongkat Bisball


__ADS_3

Siang ini aku bersiap menemui Luki di apartemen nya,aku merasa sekarang Luki bukan Luki yang ku kenal,Ia sekarang benar-benar menyebalkan.


Sesampainya di apartemen Luki aku langsung masuk karena sia sudah memberikan password apartemennya padaku.


Saat ku masuk ku lihat Luki duduk di Sofa dan hanya memakai celana boxer tanpa baju


Ku telan saliva ku saat ku lihat roti sobek yang berjajar rapi di perut nya,dia benar-benar sangat menggoda.


"Tahannn...tahannn...jangan tergoda,aku kesini untuk mengakhiri hubunganku dengan nya" bathin ku


"Haii sayang,cantik banget deh kamu hari ini"


"Mau apa kamu nyuruh aku kemari"


"Aku kangen kamu" sambil berusaha memelukku


"Mulai sekarang kita akhiri saja hubungan ini,aku gak mau Mas rendra tau tentang kita.


Aku to the poin sajalah biar urusanku cepat selesai pikirku,namun ada senyuman yang membuat hati ku menjadi tak enak,Luki tersenyum kepadaku da berbisik


"Jangan pernah berniat meninggalkanku kalau tak mau aku bongkar hubungan kita"


Deg


Rasanya aku ingin mati berdiri saja saat ini,aku tak tau apa yang harus aku perbuat sekarang,


"Apa mau mu sekarang?" tanya ku pada Luki dengan suara tegas


Luki langsung mendekat dan memelukku,,bibir nya sudah mendarat dengan sempurna,aku berusaha berontak,namun tenaga ku kalah dengannya.


Luki menggerayangi tubuhku dengan sentuhan-sentuhan maut nya,membuatku tak bisa berkutik di hadapanya,


Dia menyentuh semua yang ada di tubuhku,bahkan aku sudah di buatnya polos tanpa kain,sentuhan nya membuatku benar-benar gila,,


Aku yang tadi berontak namun saat ini hanya bisa menikmati semua permainan nya,tubuhku menggelinjang bahkan suara desahanku mulai memenuhi ruang tamu apartemen Luki.


"Nikmati sayang,jangan pernah berharap bisa lepas dariku,aku bisa memuaskanmu lebih dari suamimu"


Memang benar aku lebih puas saat bercinta dengan Luki,namun aku takut suamiku tau dan dia akan meninggalkanku.

__ADS_1


Luki berhenti sejenak,karena aku tak melawan permainan nya,,ia tak mau berjuang sendiri.


"Lu..ki... teruskan"


Luki pun tersenyum sambil membuka boxer nya,lalu mengarahkan tongkat Bisball ke hadapanku,,aku tau Luki ingin aku memainkan nya dengan mulutku.


Segera ku Lahap batang bisball itu,,ku jilat dan ku masukan kedalam mulutku,mulutku benar-benar penuh..


Ku keluar masukan mulutku,tak lupa menjilat dan menghisap nya..


Luki segera membaringkanku di karpet bawah sofa,di putar tubuhnya hingga kami sama-sama bermain di daerah bawah,


Taulah kalian itu gaya apa,,


yang pasti kami saling mencurahkan gairah yang ada di dalam diri masing-masing


"manis banget punya kamu,bikin nagih taugak" Ucap luki sesaat setelah aku mengeluarkan cairan nafsuku


Luki beranjak dan segera kembali mencicipi 2 buah pepaya yang dari tadi menganggur..


"Ini kesukaanku,tapi kenapa banyak tanda merah di sini,pasti si Rendra yanv suda melakukannya kan"


"Jawab" Bentak nya dengan kasar,aku kaget ia dengan brutal menambah kiss mark yang sudah banyak menghiasi bukit kembar ku.


Rasanya begitu perih,mataku berkaca-kaca seakan enggan meneruskan permainan ini,tak lama air mata ini mulai menetesi pipiku,


Luki melihat ada air jatuh ke kening nya,ia menoleh padaku


"Maaf..jangan nangis aku gak sengaja" sambil menyeka air mata di pipiku,ia berusaha kembali lembut dan membuatku mulai terangsang kembali


"Luki.....Lakukan sekarang"


Aku benar-benar sudah tak tahan,,


Ia menindihku dan memasukan tongkat bisball itu dengan gagah nya melesat masuk hingga ke dalam.


Percintaan kami selesai sampai sore,bahkan saat di kamar mandi kami melakukannya lagi.


Setelah mandi kami berdua mengobrol serius di kamar Luki

__ADS_1


"Sell,aku mohon jangan pernah berniat pergi dariku"


"Tapi aku takut Mas Rendra tau"


"Seandainya dia tau dan menceraikanmu,aku siap menggantikan nya jadi suamimu"


Blusssshh


pipiku langsung merona mendengar kata-kata itu,,


"Aku hanya ingin menikmati tubuhnya saja tak berniat menjadikan nya istri" bathin Luki sambil tersenyum


"Baiklah tapi tolong kalau aku gak menghubungimu,jangan pernah menghubungiku duluan."


"Oke sayang" ia mencium keningku dan mencium bibirku lalu turun ke leher,namun kalau sudah turun ke leher sudahlah pasti akan beda lagi ceritanya.


Kamipun melakukannya lagi tanpa ada kata lelah...


"kamu ini nakal ya,,aku harus mandi lagi kan" ucapku manja


"Kamu nginap ya di sini semalam aza please,aku masih mau lagi yank" mataku terbelalak mendengar ucapannya yang mau lagi


"jangan sekarang ya,gak ada yang javain anakku di rumah,aku janji nanti ada waktu aku nginep di sini.


"Baiklah,tapi janji ya"


"iya..iya bawel ah,kaya bibir emak-emam komplek loh"


Akupun pamit pulang dan berakhir dengan ciuman panas namun singkat,,


Diperjalan aku masih memikirkan kata-kata Luki yang tak mau aku tinggalkan,aku hanya takut Mas Rendra tau semuanya.


...***Please Reader-readerku tersayang,bijak dalam membaca dan mengomentari tulisan ini ya,...


jangan bikin aku down,soalnya aku bikin ini tuh sambil membayangkan loh,,bikin hareudang sendiri..


Like komen and vote ya,jangan lupa give nya juga...


terimakasih***...

__ADS_1


__ADS_2