The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
mengkambing hitamkan Gara


__ADS_3

Brukk


Tas nya jatuh dan semua isinya berceceran termasuk sebuah pistol yang tadi sempat Shela gunakan untuk mengancam pelayan toko tadi.


"Shela..."


Deg.....


Semua orang melihat ke arah tas yang tejatuh dengan sebuah pistol tergeletak di bawah, bahkan kini mereka seperti bingung dan juga ketakutan apalgi melihat bos nya yang menatap tajam ke arah istrinya.


"Aduuuuhhh ini mainan nya Gara yang kok ada di sini ya?" ucap Shela yang segera mengambil tas dan pistol yang jatuh.


"Ohh ini punya Gara, aku kira kamu main mainan kaya gini" ucap Luki memainkan akting bersama istrinya agar tidak ada orang yang curiga, mereka malah mengkambing hitamkan Gara anak buahnya, oh kasihan sekali kamu Gara.


"Ohh cuma mainan kirain beneran"


"Gila ternyata mainan, gue udah takut"


"Wahh bu bos bawa mainan toh, "


Itulah sederet kasak kusuk dari para karyawan yang melihat kejadian tersebut membuat mereka kembalu duduk tenang menikmati makan siang mereka.


Luki dan Shela tidak saling bicara saat ino keduanya fokus pada makanan dan sesekalu saling memandang dengan tatapan tajam Luki pada Shela.


Mereka akhirnya menyelesaikan makan siang mereka dan kembali ke ruangan Luki, Luki yang sudah siap dengan sederet pertanyaan pun saat sudah berada di ruangan Luki.


"Maksudnya apa kamu membawa pistol ke sini?" tanya Luki dengan sorot mata yang tidak bisa di jelas kan antara bingung dan ketakutan kalau istrinya bertindak di luar kendalinya lagi


"Aku emang sering bawa ini kemana mana" jawab nya santai namun tidak di pungkiri kalau sekarang Shela di landa ketakutan kalau suaminya marah padanya.


"Aku gak mau kamu melakukan hal di luar batas lagi sayang, apalagi kamu sekarang lagi hamil"


"Iya Mas maaf,"

__ADS_1


Cup


Shela mendekat dan mengecup bibir suaminya agar Luki tidak terlalu jauh bertanya lagi, namun sayang kecupan itu kini berakhir menjadi ******* dan pagutan keduanya karena Luki menarik tengkuk Shela hingga semaki dalam


Saling menyalurkan semua hasrat kedua nya, memang saat pasangan menegang dengan suatu masalah kebanyakan obat yang bisa menjadikan mereka cepat berbaikan adalah urusan ranjang begitu pun dengan kedua pasangan ini, kini mereka telah di rundung gairah membara, hanya dengan saling menyalurkan saliva keduanya kini meremang dan mendambakan permainan yang lebih dari ini.


Luki kini mendudukan Shela di meja kerjanya tanpa melepas pagutan keduanya, tangan nya membuka kancing depan dress yang Shela pakai, terlihat dada Shela yang kini semakin membesar membuat Luki semakin menggila dan dengan cepat meraba dan meremas perlahan, bibir Luki kini menyusuri leher jenjang putih dan mulus milik istrinya membuat desiran halus di kulit Shela,


Suara ******* Shela terdengar merdu di telinga Luki, membuat lelaki itu semakin tergila gila dengan tubuh indah istrinya, kini di capai nya dua bukit yang sedari tadi menantang, di ***** nya dengan rakus, menyesap nya dengan kuat membuat Shela menggelinjang dan berasa terbang melayang saking menikmati permainan Luki di dua buah benda favoritnya.


Di gendong nya Shela menuju ruangan yang sering Luki gunakan guna mengistirahatkan tubuh nya, tanpa melepas sesapan nya di area sensitif itu, Shela sangat menyukai saat dua benda kembar itu di mainkan oleh mulut Suaminya, membuat dirinya diselimuti kabut gairah yangvseakan tak pernah padam.


Suara erangan dan ******* dari istrinya terdengar bertalu talu dalam gendang telinganya, membuat Luki terus bertarung dengan gejolak rasa yang ada, Keduanya sama sama bernaung dalam permainan indah surga dunia saat Luki menyatukan tubuhnya dan Shela.


Shela menggelinjang hebat tatkala tubuh nya merasakan aura nikmat dan sesuatu keluar menerobos dari dalam sana, "Sa..yang.. aku sam..paiii acchhh..."


"Keluarkan sayang aku juga sam...paiii Achhh"


******* panjang nikmat tercipta dari bibir pasangan suami istri itu karena sama sama melepaskan sesuatu yang membuat mereka kini terbaring lemah di atas ranjang di ruang istirahat Luki.


"Makasihhh, I Love you" bisik Luki di telinga Shela, namun kemesraan mereka terusik ketika suara ponsel Shela terdengar nyaring di telinga, namun mereka mengabaikannya karena sangat kelelahan setelag melakukan olah raga siang yang cukup menguras energi mereka.


kring..


kring..


kring..


"Sebentar aku lihat dulu" ucap Shela namun di cegah oleh Luki, "Biar aku yang ambil" Luki berjalan ke arah ruang kerjanya, kini Luki yang mengambil alih ponselnya, di lihat nya Gara yang menghubungi istrinya, membuat dirinya bertanya tanya, ada apa sebenarnya.


"Boleh aku yang mengangkat telponnya?" Izin Luki yang di balas anggukan oleh Shela, Luki hanya ingin tau saja walaupun itu privasi istrinya tapi ia tak mau istrinya salah langkah kembali.


"Haloo bos, saya sudah menangkap orang yang bos suruh tadi, kini dia berada di markas, harus saya apakan dia bos?" tanya Gara di seberang telepon

__ADS_1


"Sekap saja orang nya jangan apa apakan dulu" ucap Luki menjawab pertanyaan Gara.


"ii...iya bos sii...ap" ucap Gara terbata karena yang mengangkat telpon nya suami dari bos nya.


Panggilan itu pun berakhir sorot mata Luki menajam melihat istrinya, "Apa yang kamu lakukan tanpa aku tau?" nada suara Luki sedikit meninggi.


"Aku hanya mencari tau siapa dalang peneror itu" Shela sebisa mungkin tidak gugup


"Ayo sekarang kita ke sana" ajak Luki


Shela pun kemudian mengangguk dan membersihkan diri dahulu sebelum pergi, setelah kembali rapi mereka pergi dari ruangan Luki menuju ruangan Ardi sebelum mereka ke markas.


"Di , tolong hendle semua nya di kantor saya ada keperluan di luar" titah Luki pada Ardi yang sedang sibuk menatap layar laptop nya.


"Siap bos!"


Luki dan Shela kemudian melanjutkan keluar dari kantor Luki menuju markas, diperjalanan mereka hening tanpa ada yang mau mencairkan keheningan, kedua nya sama sama larut dalam pikiran masing masing.


"Mas...." panggil Shela mencoba mencairkan suasana


"Hemmm" jawab Luki hanya dengan berdehem.


"Maaf"


"untuk?"


"yang tadi"


"Sudahlah, lain kali ada apa apa kasih tau aku dulu, aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu dan anak kita sayang"


Luki mengelus kepala istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang bagaimanpun Shela di masa lalu tidak mengurangi rasa sayang nya, bahkan kini bertambah besar apalagi dengan kehadiran bayi di janin istrinya.


Shela pun tersenyum bahagia, ia menyenderkan kepalanya di bahu Luki dengan nyaman.

__ADS_1


...


to be continued...


__ADS_2