
Pagi ini setelah Ardi dan Zifa pergi ke kantor Luki dan Shela santai di taman belakang, Shela yang cekatan merawat taman bunga nya membuat Luki tersenyum.
"Sayang kamu suka bunga?" tanya Luki
"Iya mas suka banget, apalagi bunga Bank euuhhh lebih suka hehe" Shela menjawab dengan cengengesan
Luki pun hanya menggeleng kan kepalanya, Luki mendekati istrinya yang sedang menyiram tanaman dan memeluk nya dari belakang.
"Aku cinta kamu" ucap Luki di telinganya Shela sontak membuat Shela meremang dan membalikan tubuh nya menatap suaminya.
"Aku juga lebih mencintaimu Mas"
Cup
Luki mengecup bibir istrinya sekilas, membuat senyum merekah dari kedua sudut bibir Shela terpampang, "Janji ya jangan pernah pergi dariku apapun yang terjadi" ucap Luki dengan serius.
"Iya Mas aku janji, kita akan sama sama terus apapun yang akan terjadi," Shela mengangkat jari kelingkingnya sebagai tanda mengikat janji, kemudian Luki pun membalas tautan jari itu hingga keduanya mendaratkan ciuman mesra dan hangat.
Ting tong
ting tong
ting tong
Suara bel terdengar memggema di dalam rumah, sang ART yang sedang berea beres kemudian membuak pintu tersebut, terlihat dua sosok wanita yang tidak di kenal masuk ke rumah.
"Maaf mau bertemu siapa?
" Panggilkan majikan mu sekarang!" titah wanita yang lebih muda dari wanita satu nya lagi.
"nggeh, sebentar nona"
Art itu menyusul ke taman belakang, sementara kedua wanita di ruang tamu sedang mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan ada kepuasan tersendiri melihat bangunan di sekeliling nya membuat wanita paruh baya itu tersenyum bangga.
Bi Inah yang melihat majikan nya masih berpagutan sebenar nya tidak berani mendekat namu karena ada tamu maka ia memberanikan diri.
"Nyonya tuan maaf" sapa nya dengan tertunduk
__ADS_1
Shela dan Luki yang terkejut karena kedatangan Bi Inah yang dadakan reflek melepas ciuman mereka " Ada apa bi?" tanya Luki
"Anu tuan ada tamu di depan."
"Siapa?" tanya Shela
"Saya kurang tau nya, dua orang perempuan"
"Ya sudah buatkan mereka minum, nanti saya nyusul" ucap Shela dengan lembut.
Bi Inah kembali kedapur untuk membuatkan minuman, sementara Shela dan Luki saling pandang siapa gerangan yang bertamu pagi ini kekediamannya.
"Siapa ya mas?
" Entah lah, ayo kita lihat"
Luki sengaja mengarahkan tangan Shela pada junior nya yang sudah on dan tegak menantang, membuat Shela tersenyum.
"Sabar ya sayang, nanti aku tidurin lagi" ucap Shela yang mengelus junior nya Luki, sesampainya diruang tamu Luki di buat terkejut dengan kedatangan kedua wanita tersebut.
Shela yang melihat ke arah Nindi, yang melihat nya dengan sinis pun tersenyuanis seakan meledek kehadiran wanita itu.
Deg
Hati Shela menceos, mendengar suaminya memanggil wanita paruh baya itu dengan sebutan Mama, namun sebisa mungkin ia tidak gugup.
Wanita paruh baya yang mendengar suara anak nya kini berdiri dan langsung berhambur memeluk anak nya dengan tangisan.
"Sayang mama kangen nak" ucapnya sambil terisak.
Namun Luki malah mendorong pelan ibu nya melepaskan dari pelukannya "Maaf Mamah mau apa ke sini?" tanya Luki dengan sedikit kesal
"Nak mamah kangen kamu," ucap nya lirih
"Maaf mah bukannya mamah yang udah ngusir aku, berarti mamah yang mau aku pergi kan, dulu aku berjuang agar mamah mau berubah pikiran tapi apa yang aku dapat, mamah malah memilih laki laki itu dari pada anakmu sendiri."
"Maaf nak, maafin mamah, mamah menyesal kembalilah nak dan mamah akan merestuimu dengan Nindi"
__ADS_1
"Maaf mah Nindi hanya masa lalu aku, yang harus aku buang jauh jauh, karena saat ini aku sudah menemukan wanita yang terbaik untuk hidupku, dia adalah istriku Shela" Luki menarik tangan Shela dan merangkul pinggang nya agar lebih merapat dengan nya.
Sontak Nindi merasa geram dengan perkataan Luki, namun ia tidak bisa bicara apapun sekaranga karena tak mau di cap wanita yang jahat di hadapan mama nya Luki.
"Heii nak apa kamu tidak bisa melihat mana yang lebih baik, lihat saja istrimu ini bahkan pakaian nya hanya memakai daster saja di rumah, memalukan sekali" ucap nya lantang.
"Cukup mah, dia sedang mengandung anak ku, kalau kamu tak suka silahkan kalian keluar dari rumahku" ucap Luki dengan nada lebih tinggi.
"Mas kamu gak boleh gitu sama mamah kamu" Shela berusaha menenangkan suaminya.
Namun suasana semakin memanas, Mama Luki dan Nindi kini berputar mengelinlingi mereka , tangan Luki sudah mengepal ia ingin sekali menghajar orang di hadapannya tapi tidak mungkin ia lakukan karena mereka seorang wanita apalagi ada ibu nya yang seharusnya ia hormati.
..."Baiklah saat ini aku akan membiarkan kalian hidup bahagia, tapi lihat saja nanti aku akan memisahkan kalian secara perlahan" bathin mama Luki...
"Baiklah nak, maafin mamah yang sudah menghina istrimu, mama hanya ingin yang terbaik untuk mu saat ini," jelas mama Luki
"Nak Shela maafin mama ya, semoga kalian hidup bahagia saat ini" sambung nya lagi sambil berlutut di hadapan Shela dan Luki dengan cekatan tangan Shela mengangkat tubuh mama Luki
"Jangan seperti ini mah, mamah tak perlu melakukan seperti itu" ucap Shela dengan tulus
Martha mama Luki langsung memeluk Shela dan menangis di pelukannya, Marta terua meminta maaf kepada Luki dan Shela hingga Luki pun luluh dengan permintaan maaf Martha.
"Baiklah mah aku memaafkan mu, kalau bukan karena istriku yang terlalu tulus mungkin aku juga tidak akan bisa memaafkan mu,"
Mereka pun akhirnya berbincang bincang membuat Nindi semakin kesal saja, namun ia tidak bisa bertindak apapun, dia kalah telak haru ini.
Marta dan Nindi pamit pergi dari rumah Luki dan berjanji akan kembali lagi menemui mereka.
Setelah di perjalanan Nindi merengek pada Martha " Tante kenapa sih kok jadi aku yang terlupakan di sini ".
" Tenang lah sayang, tante sudah merencanakan sesuatu untuk memisahkan mereka,"
"Apa?" Nindi begitu terkejut dengan kenyataan nya sekarang, ia tak menyangka sosok Martha ternyata sangat licik pantaa saja Luki awalnya tak ingin memaafkan nya.
"Iya kamu hanya perlu membantu tante sedikit agar tante bisa tinggal dirumah mereka"
"Cakeeepppppp, tante hebat aku pikir tadi tante benar benar berdamai dengan mereka"
__ADS_1
"Hahahhahahahahhahahahahaha" mereka sama sama tertawa puas