
Luki kini terdiam dan mematung di lantai,ia gak tau apa yang harus dia lakukan saat ini,mengabaikan wanita nya karena ego dan kesalah pahaman hingga menjadikan wanita tercinta nya kini terbaring lemah tak berdaya.
"Udah lah ki jangan terus-terusan seperti ini,kalau lo cinta sama dia ya lo perjuangin cinta lo,kita bisa bersaing secara sehat" ucap Rendra
"Maksud lo apa? lo mau berusaha untuk mengejar cinta Shela lagi?"
"begitulah,gimana deal kan?" tawar Rendra
Luki tidak mau berdebat kali ini,ia hanya diam dan terus berdoa untuk kesembuhan Shela,sama hal nya juga dengan Rendra,ia duduk di kursi tunggu dan tak henti-hentinya mulut nya berkomat kamit berdoa.
"Ki lo sudah hubungi Zifa adiknya? tanya Rendra
" belum,lo aja lah"
Rendra mengambil ponsel nya lalu menghubungi mantan adik ipar nya tersebut,panggilan terhubung dan di angkat oleh Zifa.
"Iya Hallo kak Ren,ada apa?"
"Zi kamu dimana??"
"aku di aprteman kak"
"bisa ke Rumah sakit sekarang??"
"ada apa kak?"
"Kakakmu kecelakann zi,
Jederrrrr
Bagai di sambar petir di siang bolong tanpa hujan tanpa badai,tubuh Zifa melemah .
" Jangan main-main kak"
"Cepat sekarang ke RS Zz, dan ba...
__ADS_1
tutttt
tuutt
tuuutt.
" Dasar bocah,belum selesai udah di matiin aza" gerutu Rendra
Rendra yang masih kesal ulah adik ipar nya itu,kini duduk kembali di kursi tunggu Rs,Ia harap-harap cemas menunggu dokter keluar dari ruangan agar ia bisa menanyakan keadaan Shela.
Dokter yang baru saja keluar,langsung menghampiri Luki.
"Maaf pak Luki apa di sini ada seseorang yang golongan darah nya sama dengan Nyonya Shela? pasien pendarahan kembali dan membutuhkan banyak darah saat ini,golongan darah nya langka AB+ disini tidak ada stok" ucap dokter itu
Dokter itu kembali masuk ke ruangan dimana Shela di tangani.
Luki dan Rendra saling menatap,mereka sama-sama tau golongan darah nya tidak sama,Rendra merasa dejavu kali ini,ia takut kehilangan lagi orang yang dia sayang karena kecerobohannya.
"Kami akan cepat mencarinya" tegas Rendra
"Zifa" kedua nya kompak menyerukan nama adik ipar nya itu
"ia sabar ini gue mau telpon lagi"
tuttt
tuutt
tuutt
"iya kak apa lagi aku lagi nyetir ini di jalan" sewot zifa
"Darah kamu sama kan sama Shela? kakak kamu butuh donor darah secepatnya"
"Darah aku sama kak Shela berbeda kak,kakak ngikut mamah golongan darahnya,kalau aku sama dengan papa" jelas Shela dengan nada yang sedikit ketakutan
__ADS_1
"oke...oke...tenang Zi,sekarang kamu cari di PMI terdekat ya dari situ,kakak juga akan cari disini kita gak punya waktu banyak"
Rendra memutus telpon nya sepihak,dan kini otak nya traveling kemana-mana mencari orang yang akan dia hubungi untul mencari bantuan.
Mereka kini mencari darah kemana-mana,dan Luki menemukan hanya 1 kantong saja,Luki dengan segera berlari keruangan dokter dengan tergesa-gesa.
Luki menyerahkan 1 kantong darah yang ia peroleh dari PMI rumah sakit lain,dokter buru-buru menangani kembali pasien itu.
Rendra pun kembali ke rumah sakit dengan tangan kosong.
Rendra bersedih karena ia benar-benar tidak berguna,ia melirik ke arah koridor di lihat nya Zifa juga tak membawa apa-apa.
"Kak aku gak dapat darah nya,gimana ini? tanya Zifa
Rendra menunduk lesu, " Duduk lah zi" ucap Rendra.
"Kita pasrahkan saja semua nya sama Tuhan,kita udah berusaha sekuat tenaga dan hati kita,dan berdoalah sekarang agar kakak kamu baik-baik saja." ucap Luki
"Kamu siapa?" tanya zifa
Tak lama Dokter itu keluar dari Ruang UGD dengan tatapan sendu nya,ia kemudian menghampiri mereka yang terlihat gelisah.
"Maaf keluarga pasien Nyonya Shela" seru dokter indra
Kedua laki-laku tampan dan satu wanita muda cantik itu langsung menoleh dan mendekati dokter itu,di tatapnya dokter itu dengan penuh tanda tanya.
"Maaf" Lirih dokter Indra
"Maksud dokter" tanya Zifa
"Maaf kami sudah berusaha semampu kami tapi Tuhan berkehendak lain,pasien tidak bisa di selamatkan"
Deg!
Jlebb!
__ADS_1
Jederrr!!
"Shelaaaaaaaaaaaa"